
Abay berlari meninggalkan penginapan.
Ia melihat mobil Mayra ada di tepi jalan. Namun Abay tidak menemukan Mayra di dalamnya. Kemudian Abay berlari menyusuri jalan yang kemungkinan Mayra lewati sambil terus meneriakkan namanya.
"Mayra... Mayra..." Abay mulai mencemaskan Mayra yang pergi dengan perasaan hancur karenanya. Kali ini Ia benar-benar merasa khawatir dan menyesal karena datang menemui Nandini hingga kembali menghancurkan hati Mayra.
Abay terus menyusuri jalan hingga jauh meninggalkan penginapan. bahkan Ia berhenti di sebuah jembatan. Abay sadar Ia sudah terlalu banyak menyakiti Mayra, Sampai berfikir kemungkinan terburuk yang akan Mayra lakukan dalam hidupnya.
"Maraaaaaa..." Abay berteriak ke dasar sungai yang mengalir deras di bawah sana.
Abay menengadahkan kepalanya ke atas dan mengusap dengan kasar.
Kemudian tanpa sengaja Abay melihat seorang gadis di ujung jembatan yang tengah berusaha naik ke pagaar pembatas.Ditengah pekatnya malam dan kekhawatirannya pada Mayra membuat Abay berfikir gadis tersebut adalah Mayra.
"Mayraaa...." triak Abay menarik turun gadis tersebut.
"Lepaskan Aku... Lepaskan Aku." berontaknya.
Abay yang tidak asing dengan suara itu, Mengangkat wajah gadis tersebut dan alangkah terkejutnya jika gadis itu adalah Adiknya.
"Misty..." Abay sangat shock melihat keadaan Misty yang penuh lebam dengan pakaian terkoyak.
"Bang Bay... Huhu uuu uuu..." Misty langsung menjatuhkan diri ke pelukan Abangnya.
__ADS_1
"Misty apa yang terjadi padamu, Bagaimana Kamu bisa seperti ini?"
Misty terus menangis sejadi-jadinya mengingat peristiwa buruk yang baru saja Ia alami.
"Misty, Bicaralah, Siapa yang sudah membuatmu seperti ini?"
"Dia telah menghancurkan ku, Dia merenggut masa depan ku, hiks hiks hiks."
"Dia siapa Misty, Katakan siapa yang berani membuatmu seperti ini." triak Abay yang begitu sangat hancur melihat sang Adik yang telah di renggut kesuciannya.
"Yaz..." lirihnya yang suaranya hampir tidak terdengar.
"Siapa... Mistyyyy...." Abay menahan tubuh Misty yang hampir terjatuh ke belakang.
Abay memeluk tubuh Adiknya dan melihat darah di kaki Misty.
"Mistyyyy...." tangisnya pecah memeluk Adik perempuannya yang baru duduk di kelas 2 SMA. Namun kesuciannya telah di renggut paksa.
ā¢ā¢ā¢
Mayra sampai kerumah, Kali ini Mayra tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya. Is langsung berlari memeluk Ibunya dan menumpahkan rasa sakitnya di pundak sang Ibu.
"Sayang, Ada apa, Kaenapa menangis?"
__ADS_1
Mayra terusenangis tersedu-sedu mengingat betapa banyak rasa sakit yang Abay berikan padanya.
"Sayang katakan sesuatu, Apa yang terjadi?"
"Abay... Abayyyy..." tangisnya.
"Apa yang sudah Ia lakukan Sayang katakan pada Ibu."
"Dia terus saja berhubungan dengan Nandini Ibu, Dia..."
"Berraninya Anak kurang ajar itu menyakiti mu lagi." triak Ravindra yang
telah mendengrnya.
Mayra terkejut dan segera melepaskan pelukan Ibu dan berlari ke Ayahnya.
"Ayah... Hiks hiks hiks."
"Maafkan Ayah Sayang, Ini semua terjadi gara-gara Ayah, Ayah yang nemaksanya menikah denganmu, Ayah fikir setelah menikah denganmu Dia akan mencintaimu tp Dia, Dia malah semakin menyakitimu, Maafkan Ayah Sayang Maafkan Ayah." Ravindra tidak bisa lagi menahan tangisnya.
"Tidak Ayah, Ini salahku, Aku yang tidak bisa berhenti mencintainya, Ayah hanya melakukan ini demi kebahagiaanku dan Aku pernah bahagia bersamanya, Jika sekarang Aku bersedih Ayah tidak perlu meminta maaf padaku."
"Baiklah, Sekarang beristirahatlah, Kamu pasti lelah," ucap Ibu dan menitah Mayra ke kamarnya.
__ADS_1
Bersambung...
DIKIT DULU YA, LAGI SIBUK š