
š Pagi Hari š»
Abay membuka mata dan tidak menemukan Mayra di sisinya.
Dengan mata yang masih setengah ngantuk, Abay keluar untuk mencarinya.
Setelah mencari di ruang tengah tidak ada, Abay mencarinya di dapur.
Abay melihat Mayra naik ke kursi untuk mengambil tepung di dalam lemari, Susah payah Ia mengambilnya sampai menjinjitkan kakinya.
"Mayra hati-hati."
Mayra yang kaget melangkah mundur hingga kursinya terbalik dan semua tepung jatuh ke wajahnya.
"Abayyyy..." Mayra yang tidak bisa membuka matanya meraba-raba area sekitarnya.
Abay menahan tawanya melihat Mayra yang penuh dengan tepung bagaikan fried chicken yang siap di goreng.
"Abay tolonging." rengek Mayra.
"Baiklah, Serahkan padaku." Abay mendekati Mayra dan membopong tubuhnya ke kamar mandi.
Abay menurunkan Mayra dan menyalakan air di atas kepalanya yang Ia buat menggunakan paralon dan toples plastik yang Ia lubangi hingga menyerupai shower.
Perlahan Abay membersihkan wajah Mayra dengan gerakan membelai mesra.
Perlahan Mayra dapat membuka matanya dan melihat Abay yang juga basah kuyup di bawah guyuran air yang sama.
Mayra memalingkan pandangannya dan berjalan membelakangi.
"A-a-Abay..."
Abay menarik pinggang Mayra hingga tubuh Mereka merapat sempurna di bawah guyuran air.
Abay mengangkat dagu Mayra dan mencium lembut bibirnya.
Mayra memejamkan mata menikmati ciu'man Abay yang semakin lama semakin dalam memasuki rongga mulutnya.
Suara gemericik air dan desa'han kenikmatan menyatu menjadi satu.
Kemudian Abay mengambil sabun dan menyabuni tangan Mayra,
Kemudian menyabuni punggung indahnya yang entah sejak kapan Abay sudah melucutinya.
Dengan nafas yang kian memburu, Mayra mendekati dinding dan menempelkan tubuhnya dengan membelakangi Abay.
Abay terseyum mengikuti dan menarik tubuh Mayra ke dekapannya.
__ADS_1
Mayra menyandarkan kepalanya di bahu Abay menikmati rem'asan tangan Abay di kedua bukit kenyalnya.
Tangannya yang masih di penuhi sabun membuat rem'asannya terasa kian licin dan memberi sensasi yang berbeda.
"Abay... Akhh..."
Abay kembali menarik tubuh Mayra ke bawah guyuran air untuk membilas tubuhnya, Sambil menyusuri tengkuk hingga menyapu turun ke pundaknya. Abay terus merem'as kedua bukit yang tidak muat di genggamannya.
"Akhhhhh..." Mayra semakin tak bisa menahan sentuhan yang Abay berikan. Sentuhan yang belum pernah Ia lakukan selama hidupnya.
Mengingat ini untuk pertama kalinya Mereka akan melakukan hubungan suami istri, Abay membalutkan handuk ke tubuh Mayra dan menggendongnya ke kamar.
Kamar mandi yang ada di samping dapur, Tentu membuat Abay harus melewati beberapa ruangan sebelum bisa masuk ke kamarnya.
Hal ini membuat Mereka ke pergok Ibu yang berada di ruang tengah.
"Abay kenapa kamu basah kuyup dan kenapa dengan Mayra?"
"Tidak papa Ibu, Tadi Mayra hanya kejatuhan tepung."
Mayra menyembunyikan wajahnya di dada Abay karena merasa malu dengan Ibu mertuanya, Beda dengan Abay yang terlihat cuek dan bicara seadanya.
Ibu mencebikan bibirnya sembari menaikan kedua alisnya melihat Anak dan menantunya di siang hari bermesraan.
Abay menurunkan Mayra di tempat tidur, Kemudian Abay melucuti semua pakaiannya yang basah kuyup akibat bermain air di kamar mandi.
Abay terseyum dan merangkak naik keatas tubuh Mayra.
Kemudian membuka handuk yang melilit tubuh sang istri.
Mayra langsung merapatkan kedua pahanya untuk menyembunyikan bagian inti nya. Sedangkan tangannya menyilang menutupi kedua bukit kenyalnya.
"Biarkan suami mu melihat keindahannya." bisik Abay yang terdengar seperti desa'han.
Mendengar hal itu membuat Mayra merasakan desiran aneh mengalir dalam tubuhnya.
Kemudian Mayra menggliat geli saat Abay merayapi panggul Mayra dengan jari jemarinya, Kemudian mengurai tangan Mayra yang masih menutupi kedua bukit kenyalnya.
Abay menelan salivanya melihat pemandangan indah yang ada di depannya.
Nafas Mayra yang naik turun membuat kedua bukit kenyalnya terlihat semakin menggai'rahkan dan membust Abay langsung melahapnya.
"Akhhhhh..." Mayra menengadahkan kepalanya ke atas dengan dada membusung merasakan esapan kuat dari Abay, Sedangkan tangan kanan memilin put'ing kirinya hingga membuat tubuh Mayra meliak-liuk merasakan sesuatu yang belum pernah Ia rasakan sebelumnya.
"Abayyyy... Hhhh..."
Mendengar namanya di sebut dengan nafas yang mende'sah membuat Abay melepaskan kedua bukit itu dan melu'mat bibirnya.
__ADS_1
"Eummm... Emhhh..." Mayra mencakar punggung Abay saat lidah di esap begitu dalam.
Mayra terus memukul-mukul pundak Abay untuk melepaskan lum'atan karena Ia mulai kehabisan nafas.
Abay menyeringai dan menurunkan ciu'man nya menysuri perut hingga ke intinya. Kemudian Abay menyibak kedua paha yang sejak tadi mengapit bagian inti nya.
"Hah!" Mayra langsung menutupi intinya dengan tangan kirinya.
"Sayang..." Abay meraih tangan Mayra dan menekan agar tidak menutupi bagian yang Ia ingin lihat.
"Sayang, Ini sudah terlalu lama, Ayolah." bisik Abay yang merasa tidak tahan lagi.
"Tapi pelan-pelan."
"Jangan khawatir,"
Mayra memejamkan mata saat Abay mengarahkan miliknya.
Dengan sangat hati-hati Abay mencoba menembus milik Mayra yang terasa begitu sempit.
"Akhhhhh..." Mayra meremad seprei dengan kuat sambil menggigit bibir bawahnya saat milik Abay mulai memasuki miliknya.
"Sakittt..." ujung matanya meneteskan air mata bebarengan dengan milik Abay yang terbenam seluruhnya.
"Arrrgghhhh..." Abay melenguh panjang membiarkan miliknya tergigit kuat dari dalam sana.
Setelah mengatur nafasnya, Abay memaju mundurkan pinggulnya dengan gerakan teratur.
Mayra yang awalnya merasa sangat kesakitan mulai menikmati pergerakan suaminya yang semakin lama semakin cepat. Namun tiba-tiba Abay memperlambat gerakannya saat amben kayu ikut mengeluarkan bunyi sesuai gerakan pinggulnya.
Setelah di rasa aman, Abay yang merasa sudah tidak tahan lagi terus mempercepat hentakkannya hingga suara amben kayu dan desa'han ke-duanya menjadi satu.
"Abayyy... Akhhhhh..."
"Mayraaaa... Hogh!"
Keduanya menegang dan terkulai lemas dengan saling berpelukan.
Nafas keduanya terengah-engah merasakan sisa-sisa kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan selama pernikahannya.
"I love you Mayra," Abay menciumi Mayra penuh dengan kepuasan.
"I love you too Abay," ucap Mayra yang mulai memejamkan mata karena rasa sakit dan nikmat yang Ia rasakan dalam waktu bersamaan.
Bersambung...
YANG BILANG CERITANYA BERTELE-TELE KALIAN NUNGGUIN INI YAH? AYO NGAKU š¤Ŗš„
__ADS_1