
š Pagi Hari š»
Di dalam kamarnya, Masih memandangi layar ponselnya melihat foto-foto kebersamaannya dengan Nandini. Sejak pertemuan terakhirnya sekitar dua minggu lalu, Hingga kini Nandini tidak sekalipun menghubunginya, Baik itu pesan singkat maupun telepon.
Dua tahun menjalin cinta bukanlah waktu yang mudah untuk Abay melupakan semua kenanganan indah bersamanya.
"Abay..."
Suara Ibu dari luar kamar mengagetkan Dirinya.
Abay pun beranjak bangun dan keluar dari kamarnya.
"Rayyan dan Misty sedang sarapan, Kamu pergilah mandi dan cepat ikut sarapan, Jangan sampai terlambat."
Tanpa mengatakan apapun, Abay mengangguk dan masuk mengambil handuknya, Kemudian kembali keluar ke kamar mandi yang letaknya di sebelah dapur.
Tidak lebih dari dua puluh menit, Abay keluar dan mengganti pakaiannya. Kemudian bersiap untuk sarapan.
"Ibu Aku akan berangkat sekarang," ucap Rayyan.
"Aku juga Ibu," sambung Misty.
"Baiklah, Hati-hati di jalan."
"Rayyan dan Misty mencium tangan Ibu selanjutnya mencium pipi Abay.
"Hati-hati, Belajar yg pinter." ucap Abay seiring perginya ke-dua Adiknya.
"Ibu Aku sudah selesai. Aku berangkat sekarang."
"Baiklah, Hati-hati."
ā¢ā¢ā¢
__ADS_1
Abay sampai di kampusnya dan melihat Mayra sudah menunggunya di depan kampus. Abay meletakkan helmnya di motor dan melangkah mendekati Mayra.
"Kamu sudah datang?"
"Aku sudah menunggumu dari tiga puluh menit yang lalu," ucap Mayra bersemangat.
Abay tertegun mendengar jawaban Mayra.
"E-e, Kita masuk." ucap Abay yang langsung melangkahkan kakinya.
Mayra pun mengikutinya dari belakang.
Sementara di sekolah Misty murid-murid telah duduk di bangkunya masing-masing. Tidak lama kemudian Bu Guru masuk kelas diikuti Remaja laki-laki yang terlihat begitu sombong dan angkuh.
"Anak-anak harap tenang, Ibu akan memperkenalkan teman baru untuk kalian."
Semua murid pun menatap Remaja tersebut, Yang terus saja mengangkat dagunya menunjukkan keangkuhannya.
"Dia adalah Yazid Haikal Wirayudha, Dia adalah Putra tunggal dari Tuan Haikal Wirayudha, Donatur terbesar di sekolah Kita, Jadi Ibu harap Kalian bisa bersikap baik padanya."
"Baiklah, Kalau begitu, Duduklah di sebelah Misty."
Misty terkejut dan mengernyitkan keningnya.
Dengan penuh gaya, Yaz berjalan menuju bangkunya.
Misty yang melihat sikap angkuh dan gaya tengil Yaz, Berusaha keras menahan kekesalannya.
Yash menggeser tas misty dengan ibu jari dan telunjuknya sambut bergidik jijik.
Misty yang melihatnya semakin kesal dan melihat Yaz penuh dengan kekesalan di hatinya.
"Kenapa menatapku seperti itu, Naksir ya?" ucap Yaz dengan membenarkan rambutnya dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
"Kepedean banget Kamu," ucap Misty kesal.
Yaz yang tidak terima mendapat jawaban sinis Misty menatapnya dengan kesal. Namun belum sempat Yaz memarahinya Bu Guru menyeru untuk memulai pelajarannya.
ā¢ā¢ā¢
Abay dan Mayra keluar dari kampus setelah jam pelajaran selesai.
Dengan berjalan beriringan Mayra mengikuti Abay sampai ke motornya.
"Abay, Apa malam ini kamu ada waktu?"
"Memangnya kenapa?"
"Bisa kita jalan?"
"Mau kemana?"
"Aku belum tau, Aku hanya ingin jalan bersama mu." Mayra menutup mulutnya karena kelepasan mengatakan itu.
Abay hanya menatap Mayra dingin dan berlalu pergi dengan motornya.
Mayra terus menatap punggung Abay yang mulai mendekati gerbang keluar. Kemudian Mayra menunduk sedih karena Abay tidak menoleh ke belakang apa lagi memberikan jawaban.
Di luar gerbang Abay menghentikan motornya dan menatap Mayra yang masih menundukkan kepalanya.
"Pulang dan bersiaplah Mayra." pekik Abay yang langsung berlalu pergi.
Mayra yang mendengarnya mengangkat kepalanya dan tidak lagi melihat Abay.
"A-ap-apa tadi Abay bilang?" Mayra masih tak percaya dengan apa yang Ia dengar. Kemudian tersenyum lebar dan melompat kegirangan.
"Yeyyy... I love you Abay..." teriak Mayra kemudian menutup mulutnya dan melihat sekelilingnya yang masih banyak mahasiswa lainnya.
__ADS_1
Bersambung..