Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Gagal Malper


__ADS_3

Keesokan harinya Ravindra memanggil Abay ke rumah.


Meskipun hatinya masih begitu berat, Namun demi kebahagiaan Mayra, Ravindra rela melepaskan putri semata wayangnya untuk di boyong ke rumah Abay.


"Ayah serahkan Mayra padamu, Buatlah putri ku bahagia."


"Aku akan terus berusaha untuk selalu membahagiakannya Ayah."


Ayah mengangguk memeluk Abay.


Kemudian Ayah memeluk Mayra dengan haru.


Setelah itu Abay berpamitan pada Ibu mertuanya.


"Jagalah Mayra dengan baik, Mayra sangat mencintai mu jangan pernah menyakitinya lagi."


"Aku tidak akan menyakitinya lagi Ibu."


Kemudian Ibu memeluk Mayra dan menciumnya berkali-kali.


"Berbahagialah Sayang."


"Aku akan sangat merindukanmu Ibu."


"Sering-seringlah berkunjung kemari." ucap Ibu menangis sedih.


"Jangan khawatir Ibu, Kami akan sering kemari," saut Abay.


Kemudian Ayah dan Ibu mengantar Mereka sampai ke mobil


dan melepasnya dengan kesedihan dan kebahagiaan menjadi satu.


Sepanjang perjalanan Mayra menangis sedih karena untuk pertama kalinya Ia harus berpisah dengan kedua orang tuanya.


Abay merangkul Mayra dan membuat kepalannya bersandar di pundaknya.


"Tenanglah Mayra, Kapan pun kamu merindukan Mereka, Kita akan pergi menemuinya."


Mayra merasa lebih tenang dan mengusap air matanya.


•••


Sesampainya di rumah, Ibu dan Adik-adiknya menyambut kedatangan Abay dan Mayra.

__ADS_1


Mayra memeluk Ibu mertuanya dan Adik-adik Abay yang sudah seperti adik sendiri.


"Apa kalian mau makan dulu?"


"Tidak Ibu, Kami baru saja makan," ucap Mayra.


"Baiklah, Kalau begitu kalian pergilah istirahat."


Mayra mengangguk dan di titah masuk oleh Abay ke kamarnya.


"Silahkan Tuan Puteri." Abay terseyumembukakan pintu untuk Mayra.


Mayra terseyum bahagia dan masuk ke kamar Abay.


Mayra melihat kesana kemari untuk menyembunyikan kegugupannya.


Kemudian Mayra di kejutkan oleh Abay yang langsung memeluknya dari belakang.


"Maafkan Aku jika kamu kurang nyaman berada di sini,"


"Aku tidak keberatan Abay, Bisa mendapatkan cintamu saja Aku sudah sangat bahagia."


Abay menarik pinggang Mayra ke pelukannya.


Kemudian Abay menangkup wajah Mayra mencoba menciumnya. Namun Mayra langsung berbalik badan membelakangi Abay.


Abay kembali menarik tangan Mayra kepelukannya dan mulai merayapi leher Mayra dengan jari-jemarinya, Sedangkan bibir dan hidung mancungnya telah menempel di tengkuknya.


Mayra memejamkan mata menikmati sentuhan suami yang selama ini tidak memberinya nafkah lahir naupun batinnya.


Abay mulai menciumi leher dan menaikan ke telinganya hingga membuat Mayra meremang geli.


Kemudia Abay melepaskan resleting belakang pakain Mayra dan menurunkan lengannya.


Mayra sangat berdebar-debar merasakan kecupan hangat Abay di pundaknya yang telah terbuka.


Kemudian Abay menggendong tubuh Mayra dan membaringkan di tempat tidurnya. Mayra menggenggam erat kemeja Abay yang kini telah menindih tubuhnya.


Abay terus menatap lekat Mayra hingga membuatnya malu dan memalingkan wajahnya.


Abay menghentikan pergerakan Mayra dengan menyatukan keningnya.


kemudian Abay mengecup hidung mencungnya.

__ADS_1


Mayra memejamkan mata menikmati setiap kecupan yang Abay berikan. Abay kembali menurunkan kecupannya dan berusaha meraih bibirnya. Namun aksinya terhenti ketika tiba-tiba ponsel Mayra berdering.


Keduanya tersentak dan saling memandang satu sama lain.


"Angkatlah," ucap Abay.


"Tapi Abay..."


"Tidak papa, Angkatlah."


Mayra pun mengangguk dan mengangkat ponselnya.


Abay tersenyum menggelengkan kepalanya dan menjatuhkan diri ke ranjangnya.


"Hallo Ibu,"


"Hallo Sayang, Bagaimana Kamu disana? Apa ranjangnya nyaman,


Apa Kamu tidak merasa kepanasan, Apa di situ banyak nyamuk, Apa kamu..."


"Ibu... Ibu... Kenapa Ibu memberi pertanyaan seperti itu, Aku akan terbiasa dengan ini semua Ibu, Ibu tidak perlu hawatir."


"Ibu hanya tidak bisa tidur Mayra, Ibu sangat menghawatirkan mu."


"Ibu tenanglah, Aku merasa nyaman dan bahagia di sini."


"Baiklah Sayang jika benar begitu."


"Beristirahatlah Ibu, Selamat malam."


"Selamat malam Sayang, Ibu mencintaimu."


"I love u too Ibu."


Mayra menutup ponselnya dan meutar tubuhnya menatap Abay.


Mayra tesenyum dan berjalan menghampirinya.


Kemudian Mayra menatap wajah Abay yang sudah tertidur pulas.


Mayra membenarkan selimutnya dan mencium kening Abay.


Bersambung...

__ADS_1


KASIAN DEH DI TUNDA LAGI 🤣


__ADS_2