Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Happy Ending


__ADS_3

1 Bulan kemudian


Misty sedang bersiap didepan cermin dengan dibantu oleh sang ibu. Dengan balutan kebaya modern berwarna putih dan dipadu padankan dengan batik senada. Misty nampak cantik di hari pernikahannya.


Akhirnya rasa trauma yang pernah ia alami benar-benar bisa ia tepis dengan ketulusan cinta yang Yaz berikan.


Sedangkan di kamar lain Mayra juga tengah mengganti pakaiannya. Tanpa terdengar seuara langkah kakinya tiba-tiba Abay membantu Mayra memasangkan resleting belakangnya.


"Abay..." Mayra yang terkejut menoleh ke belakang.


"Abay kapan kamu datang?"


"Sebelum kamu mengganti pakaianmu."


"Apa! Jadi kamu melihatku berganti pakaian?"


Abay terkekeh mendengarnya "Kenapa kamu terkejut seperti itu Mayra, Apa salahnya, Aku kan suamimu dan bukan untuk pertama kalinya juga Aku melihatmu tanpa busana." dengan tatapan menggoda Abay menarik pinggang Mayra merapat ke tubuhnya.


"Abay... Bagaimana jika ada yg datang?"


"Tidak ada Mayra, Semua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing."


"Tapi Abay, Pernikahan Misty akan segera berlangsung,"


"Bahkan Tax dan keluarganya belum datang, Ayolah Mayra, Sebentar saja."


"Abay, Aku baru saja mengenakan kebaya ini, Masa..."


"Aku akan membantumu membukanya." tanpa persetujuan Mayra, Abay langsung membuka kembali kebaya yang Mayra kenakan.


"Abay ini gila."


"Aku memang sudah gila Sayang, Dalam satu bulan ini Aku belum menyentuh mu karena Aku ingin kamu cepat kamu pulih, Setelah itu Aku harus bersabar menunggu mu untuk menyelesaikan kursus memasak mu, dan setelah itu Aku masih suruh bersabar karena kamu ikut sibuk mempersiapkan pernikahan Misty, Sekarang Aku sudah tidak sabar lagi Mayra, Ayo kita lakukan dengan cepat dan nikmat."


"A-Abay..."


Abay langsung menciumi wajah sang istri dan menurunkannya ke leher serta buah kenyal kesukaannya. Dengan sedikit main-main di sana, tangannya aktif melucuti semua pakaian yang melekat dalam diri mereka. Tidak mau permainan terhenti di tengah jalan, Abay membopong tubuh Mayra dan menurunkannya di tepi ranjang, Kemudian ia segera melesakkan miliknya dengan mencengkeram kedua paha Mayra yang mengapit tubuhnya.


Abay mulai menghentakkan pinggulnya dengan kuat agar mempersingkat waktu yang mereka miliki. Permainan yang sedikit kasar namun membuat Mayra merasakan sensasi yang berbeda dari yang pernah mereka lakukan.


Desa' han saling bersahutan tak membuat mereka khawatir karena suara musik mengiringi hajat pernikahan Misty jauh lebih kencang terdengar.


"Mayra... Oughhh..." Abay merasa lututnya lemas saat mencapai puncak kenikmatannya. Ia menjatuhkan diri ke atas tubuh Mayra, Menyatukan keringat yang mereka ciptakan bersama.


Tok... Tok... Tok...


Suara ketukan pintu mengagetkan keduanya yang hampir saja memejamkan matanya.


"Bang Bay, Keluarga Yaz sudah datang." pekik Rayyan.

__ADS_1


"Hah!" Abay langsung bangkit dari atas tubuh Mayra dan bingung apa yang harus ia lakukan.


"Abay bersihkan tubuhmu dengan handuk," ucap Mayra yang tidak kalah paniknya.


Abay mengangguk dan mengeringkan keringatnya dengan handuk. Begitupun dengan Mayra. Karena kamar mandi di luar kamar, Mereka hanya menyemprotkan parfum begitu banyak untuk menghilangkan sisa aroma percintaan singkat mereka.


"Bang Bay.. Penghulu sudah menunggu." pekik Rayyan lagi.


"Ya, Kami akan segera datang," saut Abay.


"Kamu sih di bilangin gak percaya," ucap Mayra.


"Biarkan saja Sayang, Daripada Aku tidak bisa konsentrasi saat menikahkan Misty," ucapnya tertawa.


Mayra menggelengkan kepalanya dan merapikan makeup nya.


•••


Di luar rumah semua tamu, Pak penghulu hingga kedua mempelai sudah bersiap, Hanya tinggal menunggu Abay sebagai wali nikah Misty yang belum juga menampakkan batang hidungnya hingga membuat kedua mempelai merasa resah.


"Rayyan, Kemana mereka, Katanya bentar lagi?" bisik ibu.


"Tadi bilangnya bentar Bu,"


"Sebenarnya yang mau menikah siapa sih, Kenapa hadi mereka yang lama banget," ucap ibu beranjak dari duduknya. Namun baru dua langkah meninggalkan kursi Ibu melihat Abay dan Mayra datang.


"Maaf ya lama," ujar Abay pada semuanya.


"Tidak papa, Silahkan duduk." saut Pak Penghulu."


Abay mengangguk dan duduk di samping Pak Penghulu kemudian mengikuti arahan Pak Penghulu menjabat tangan Yaz.


Kemudia Abay sebagai wali nikah mulai mengucapkan lafal ijab dan langsung disusul dengan lafal qabul yang diucapkan oleh Yaz dengan satu kali tarikan nafas.


"Sah...Sah... Sah..." ucap para saksi, Keluarga dan tamu menandakan pernikahan Misty dan Yaz telah resmi secara agama dan negara.


Setelah prosesi ijab selesai Yaz dan Misty melakukan prosesi sungkeman kepada kedua orang tua, Di awali dengan Ibu Maysarah dan Abay, Kemudian di lanjutkan dengan kedua orang tua Yaz.


Nampak Mirna yang tidak lagi menunjukkan wajah tidak sukanya kepada Misty, Dengan senyum tipisnya Mirna mengusap punggung Misty saat ia membungkuk di pangkuannya. Kemudian di ikuti oleh Yaz.


"Semoga bahagia Nak," ucap Mirna pada Yaz.


"Terimakasih Mah, Terimakasih sudah menerima Misty menjadi istriku."


Mirna menganggukkan kepalanya dan memeluk putra semata wayangnya.


"Pah..." Yaz memeluk Papahnya yang sudah berhasil membuat Mamahnya menyetujui pernikahan mereka.


"Terimakasih sudah selalu mendukung Yaz."

__ADS_1


"Sama-sama Sayang, Jadilah Anak dan suami yang baik. Buatlah papah bangga."


"Yaz janji Pah."


Sedangkan di bawah pelaminan, Mayra tengah temu kangen bersama kedua orang tuanya yang juga turut hadir dalam pesta pernikahan Adik iparnya.


"Bagaimana kabarmu Sayang?"


"Seperti yang Ayah lihat," ucap Mayra tersenyum.


"Ibu senang melihat kalian bahagia, Tapi ngomong-ngomong kapan kalian akan memberikan kami cucu?" sambung Ibu.


"Sabarlah ibu, Kurang dari satu tahun lagi kuliah kami selesai, Abay akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan Aku akan memberikan cucu untuk Ayah dan ibu."


"Jadi kamu sudah merencanakannya?" tanya Abay merangkul Mayra.


"Tentu saja, Semua harus di rencanakan dengan baik, Biar... Huwek... Huwek..."


"Mayra kamu tidak papa?" tanya Abay.


"Sayang apa kamu masuk angin?" sambung Ayah.


"Atau kamu hamil?" timpal ibu.


"Hah! Hamil?" tanya Mayra yang terdiam sambil mengingat-ingat kapan terakhir kali ia mendapat datang bulan.


"Kapan kamu terakhir datang bulan sayang?" tanya Ibu.


"Biasanya Mayra datang bulan pertengahan bulan, Dan bulan kemarin..." Mayra kembali mengingat-ingat.


"Jika bulan kemarin tidak datang bulan, Fix kamu hamil sayang," ucap ibu bersemangat.


"Sayang sepertinya rencanamu tidak berhasil." sambung Abay.


"Entahlah Abay, Aku belum yakin."


"Bang Bay, Kak Mayra... Kemarilah." pekik Rayyan memanggil mereka keatas pelaminan.


Abay mengangguk dan menggandeng tangan sang istri.


"Ayo Mayra."


"Ayah, Ibu juga ikut yuk, Kita ambil foto keluarga,"


Ketiga keluarga itu berdiri di atas pelaminan dengan Yaz dan Misty di tengah-tengah mereka untuk mengabadikan momen pernikahan Mereka.


TAMAT.


TERIMAKASIH YANG TELAH MENGIKUTI NOVEL INI, MAAF JIKA JIKA CERITANYA KURANG MAKSIMAL DAN TIDAK SESUAI KEINGINAN KALIAN šŸ™

__ADS_1


__ADS_2