
Abay membuka mata dan melihat kamar yang sudah mulai gelap,
Kemudian Abay meraih ponselnya dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 17.15 WIT.
Melihat sang istri yang masih tidur pulas di lengannya, Abay terseyum dan mengecup pundak sang istri yang telah memberinya kepuasan.
Mayra yang mendapat kecupan dari suaminya, Merasa terusik dan menggerakkan pundaknya menghindari kecupannya.
Abay terseyum dan kembali merambah ke area punggungnya yang indah. Apa lagi posisi tidur Mayra yang miring membuat lekuk tubuhnya membentuk sempurna.
Mayra kembali menggeliat saat Abay menaikan kecupannya ke tengkuk leher dan telinganya. Kemudian memeluknya erat hingga miliknya yang sudah kembali tegang dapat Mayra rasakan bergerak-gerak di bo'kongnya.
Dalam keadaan yang masih mengantuk Mayra meliak-liuk kan tubuhnya setiap Abay memberi kecupan padanya.
Tanpa menunggu persetujuan dari sang istri, Abay mengangkat sebelah kakinya dan mengarahkan miliknya.
Posisi yang sulit membuat Mayra sedikit kesakitan dan membuka matanya.
"Abay... Sstttt... Akhhh..." ringis Mayra, Menahan sakit dan nikmat secara bersamaan.
"Mayra, Arrrgghhhh...." Abay melenguh nikmat merasakan miliknya seakan digigit dengan kuat.
"Oughhh..." Abay mulai memaju mundurkan pinggulnya sembil memegangi paha Mayra agar lebih memudahkan pergerakannya.
"Akh... Akh... Akh...." Mayra kembali menikmati pergerakan Abay yang semakin memberinya kenikmatan yang luar biasa.
"Sssshhhh Aahhh...."
"Oughhhhhh..." Abay membenamkan dagunya di pundak Mayra dengan lemas.
Mayra mengatur nafasnya yang naik turun merasakan sisa-sisa kenikmatannya.
Setelah nafas teratur, Abay beranjak dari ranjang dan membopong tubuh polos Mayra ke kamar mandi.
Kemudian menurunkannya di kursi yang tersedia, Sementara dirinya menyiapkan air hangat di dalam bathtub.
Setelah bathub terisi penuh, Abay mengangkat tubuh Mayra dan mengajaknya berendam bersama.
__ADS_1
Pemandangan laut yang dapat mereka lihat dari dalam bathtub membuat keduanya kian inti'm menikmati bulan madu mereka.
β’β’β’
JAKARTA SIANG HARI.
Yaz yang tengah bermain basket berhenti mengejar bola saat melihat Misty datang berjalan ke lapangan.
Misty menghentikan langkahnya melihat Yaz yang tengah menatapnya.
Hal itu membuat Misty menjadi canggung dan mengalihkan pandangannya sebelum matanya terbelalak melihat bola melayang di atas kepala Yaz.
"Yaz awasss!" triak Misty.
Yaz mendongak ke atas namun bola sudah begitu dekat hingga Ia tidak bisa menghindarinya lagi.
BHUK!
"Aww!" Yaz terjatuh dan memegangi hidungnya yang berdarah akibat kejatuhan bola basket.
Misty merasa khawatir dan berusaha melihat keadaan Yaz dari kerumunan teman-teman yang lain.
Yaz mengukir senyum melihat Misty yang semakin dekat ke arahnya.
Namun saat melihat Lucky membantu Yaz berdiri, Misty menghentikan langkahnya dan langsung berbalik badan membelakangi Yaz.
"Misty..." lirih Yaz.
Misty hanya menoleh sesat dan langsung meninggalkannya tanpa mengatakan apapun.
Yaz hanya bisa menatap kepergian Misty tanpa bisa menghentikan langkahnya.
Setelah Pelajaran berakhir Misty meninggalkan sekolah dengan motornya.
Di susul dengan Yaz yang menggunakan mobil mewah lengkap dengan supir yang mengantar jemput dirinya.
Setelah berjalan sekitar 15 menit Yaz yang melihat Misty menghentikan motornya meminta Supir untuk menghentikan mobilnya juga.
Kemudian Yaz turun dari mobil dan mendekati Misty.
__ADS_1
"Misty, Kenapa dengan motor mu?"
"Yaz." Misty menatap Yaz dengan tegang.
"M-m... Motor ku bocor."
"Naiklah mobil Ku, Aku akan mengantarmu."
"Tidak perlu, Di sebrang jalan ada bengkel, Aku akan membawanya ke sana."
"Tapi..."
"Jangan ikuti Aku Yaz."
Yaz yang tidak mau membuat Misty takut hanya bisa melihat Misty menyebrangi jalan. Namun di tengah-tengah jalan Yaz membelalakkan matanya melihat sebuah motor melaju dengan kencang.
"Mistyyyyy..." triak Yaz berusaha lari ke tengah jalan. Namun jalanan yang ramai membuatnya sulit mendekati Misty dan hanya bisa melihat
Misty terjatuh ke aspal tertimpa motornya.
"Aww..." ringis Misty memegangi kakinya.
"Misty..." Yaz berhasil mendekati Misty, Namun Ia ragu untuk menyentuhnya.
"Misty biarkan Aku menolong mu," ucap Yaz sembari mengangkat motor yang menimpa kaki Misty.
Misty hanya terdiam memegangi kakinya yang terasa begitu sakit.
"Misty izinkan Aku menggendong mu, Percayalah padaku tidak akan terjadi apapun jika Aku menyentuh mu."
Misty merasa tatapannya semakin kabur dan tak lama kemudian Misty jatuh pingsan.
"Misty!" Yaz langsung menangkap tubuh Misty yang akan kembali terjatuh ke aspal.
Kemudian Yaz menggendong tubuhnya dan membawa masuk ke dalam mobil.
Sedangkan masyarakat yang ikut melihat kejadian membawa motor Misty ke bengkel terdekat.
Bersambung...
__ADS_1
π DI TUNGGU LIKE, KOMEN, VOTE DAN HADIAHNYA. BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UP NYA βΊοΈβ€οΈ