Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Meminta Restu


__ADS_3

Setelah pulang ke rumah, Yaz meminta Papah dan Mamahnya untuk berkumpul. Yaz mengutarakan keinginannya untuk menikahi Misty dalam waktu dekat. Namun keinginannya itu langsung di tentang oleh Mirna yang dari awal memang begitu membenci Misty.


"Tidak!" triak Mirna yang langsung beranjak dari duduknya.


Begitupun dengan Yaz dan Haikal yang berdiri dengan dengan tegang.


"Apa yang kamu katakan Yaz, Kamu masih begitu muda, dan kamu pewaris satu-satunya Wirayudha, Kenapa kamu ingin menghancurkan masa depan mu untuk gadis miskin itu?"


"Cukup Mah! Aku sudah pernah mengatakan, Jangan pernah menghina Misty! dan satu lagi, Akulah yang telah menghancurkan masa depan Misty, Jadi sudah sepantasnya Aku bertanggung jawab atas perbuatan ku padanya!"


"Tanggung jawab apa yang kamu maksud? Bahkan sepertinya gadis itu sudah melupakan kejadian itu, Kenapa kamu bersikeras ingin menikahinya?"


"Karena Aku mencintainya ibu!" pekik Yaz.


"Cinta? Tau apakamu tentang cinta? Kamu masih terlalu muda untuk memahami apa itu cinta, Bahkan kamu..."


"SUDAH CUKUP!!!" triak Haikal.


"Apa yang kamu pikirkan Mirna, Putra kita telah menyesali perbuatannya dan ingin bertanggung jawab, Lalu kenapa kamu sebagai orang tua bukannya mendukung keputusannya malah terus menentangnya?"


"Mas, Hal seperti itu sudah biasa terjadi di kalangan kita, Itu tidak perlu di besar-besarkan!"


"Apa kamu lebih senang jika putra kita berbuat seperti itu daripada mempertanggungjawabkan perbuatannya?"


"Aku lebih senang jika putraku menikahi gadis yg setara dengan kita, bukan gadis miskin sepertinya!"


"Tapi putra kita sudah merusak masa depan gadis itu!"

__ADS_1


"Kita bisa mencarikannya jodoh, dan memberi laki-laki itu uang agar mau menikahi gadis itu, Itu sudah cukup, Tidak perlu putra kita bertanggung jawab seumur hidupnya."


"Mah! Aku tidak akan membiarkan Mamah melakukan itu!" triak Yaz.


"Aku bukan saja ingin menikahi Misty karena kesalahanku, Tapu lebih dari itu, Aku benar-benar mencintainya, Aku tidak ingin menikah dengan siapapun, Ataupun melihat Misty menikah dengan orang lain, Titik!"


"Tenanglah Yaz semua akan berjalan sesuai apa yang kamu inginkan," ucap Haikal menenangkan putranya.


•••


Abay masuk ke kamar dan melihat Mayra tengah bersiap,


Abay merasa heran karena ia pikir setelah peristiwa kemarin Mayra tidak akan lagi berangkat ke kelas memasak, Tapi yang terjadi Mayra kembali ingin melanjutkan kursusnya.


"Kamu masih ingin meneruskan kursus mu?"


"Tinggal dua minggu lagi Abay, Tidak lama lagi."


"Abay kita tidak bisa menghentikan orang menyukai kita, Tapi kita bisa menghentikan diri kita agar tidak sampai tertarik dengan orang yang menyukai kita."


"Kita tidak tau masa depan Mayra dan kita juga tidak tau perasaan kita yang sewaktu-waktu bisa berubah, Contohnya nyatanya seperti perasaanku padamu, Sebelumnya Aku tidak pernah berniat mencintaimu, Aku fikir Aku hanya akan mencintai Nandini seumur hidupku, Tapi apa yang terjadi, Aku jatuh cinta padamu Mayra, dan sekarang Aku sangat mencintaimu, Jadi Aku tidak ingin apa yang terjadi padaku, Terjadi juga padamu dan chef itu!"


"Aku hanya akan mencintaimu Abay, Sejak pertama Aku melihat mu hingga detik ini, Perasaan ku tidak pernah berubah dan tidak akan berubah, Selamanya."


Abay menarik Mayra kepelukannya dan memeluknya dengan erat.


Ia tidak merasa marah pada Mayra, Hanya saja ia begitu khawatir akan kehilangan sang istri yang sejak dulu memperjuangkan dirinya.

__ADS_1


"Sekarang boleh Aku berangkat?" tawar Mayra.


"Ya baiklah." Akhirnya Abay mengalah dan membiarkan sang istri melanjutkan kursusnya.


》》》》》


Sesaat kemudian Mereka sampai di tempat kursus.


Chef Alan yang sudah menunggu kedatangan Mayra terlihat sangat bersemangat begitu melihat Mayra datang, Gestur tubuhnya seolah-olah ingin langsung berlari memeluk memeluk Mayra. Hal itu dilihat oleh Abay yang terlihat semakin curiga kepadanya.


"Kamu lihat itu Mayra, Dia begitu bahagia melihat kedatangan mu."


"Sudahlah Abay jangan pernah menilai seseorang hanya dari penglihatan kita saja."


"Terserah kamu saja Mayra." kemudian dengan sengaja Abay melu'mat bibir Mayra hingga membuat Chef Alan mengalihkan pandangannya.


"Abay, Eumm!" Mayra menepuk-nepuk pundak Abay untuk melepaskannya.


Abay melepaskan pelukannya dan menyeringai dengan puas karena berhasil membuat Chef Alan masuk ke dalam gedung.


"Bye Sayang, Cepatlah pintar agar kamu bisa berpisah dari Chef aneh itu."


"Pulanglah sana," usir Mayra tertawa.


"Ya baiklah, Selesaikan tugas mu tepat waktu karena malam ini Aku ingin meminta jatah ku."


"Dasar mesum."

__ADS_1


Abay tertawa dan meninggalkan tempat kursus.


Bersambung...


__ADS_2