Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Mendapat Tekanan


__ADS_3

Kali ini Mayra menahan tawa melihat Abay kembali memegangi hidungnya.


"Apa kamu merasa senang sekarang?"


Mayra terdiam menggelengkan kepalanya.


"Kemarilah Mayra." Abay memegang kedua lengan Mayra dan menghadapkan ke arahnya.


"Malam ini sepertinya Aku tidak bisa mencium mu."


Mayra tertawa mendengar celoteh suaminya.


"Mayra kamu jangan tertawa saja, Ini sangat sakit dan bukan hidungku saja yang sakit, Ini jg terasa sakit." Abay mengarahkan tangan Mayra ke dadanya.


"Kenapa, Bukankah Pria itu hanya menonjok wajah mu?"


"Ya itu benar, Tapi ini juga sakit kalau jauh darimu."


"Iiih gombal." Mayra melepaskan tangan Abay dan tersipu malu.


"Aku serius Mayra, Aku sakit jika kamu marah padaku, Aku sakit jika sehari saja tidak mencium mu."


Mayra kembali tertawa menggelengkan kepalanya.


Meskipun Mayra tau Abay hanya merayunya, Tapi membuat hatinya berbunga.


"Mayra, Maafkan Aku."


"Aku juga minta maaf Abay kamu jadi seperti ini karena kemarahan ku."


"Dan kemarahan mu karena ku."


Mayra terseyum dan mencium pipi kedua pipi Abay.


"Tidurlah Abay ini sudah larut malam." titah Mayra membaringkan tubuh Abay. Kemudian Abay menarik tangan Mayra ke sisinya.


Mayra tersenyum dan mengecup kening Abay.


"Selamat malam Sayang, Malam ini kamu selamat dariku."


Mayra terseyum dan berbaring dengan berbantal pundak Abay. Kemudian Mayra memeluk tubuh Abay dan memejamkan matanya.

__ADS_1


šŸƒ Pagi Hari 🌻


Mayra yang baru dari kamar mandi masuk ke kamar dengan rambut basahnya.


Abay yang sedang melihat layar ponselnya langsung meletakkannya dan bersiul menggoda istrinya.


Kemudian Abay beranjak dari duduknya dan memeluk Mayra dari belakang.


Abay menghirup aroma tubuh Mayra yang begitu segar menusuk hidungnya.


"Mayraaaa, Kenapa Aku begitu mabuk padamu, Sihir apa yang sudah kamu lakukan padaku?"


Mayra berbalik badan menatap Abay.


"Hmm... Jika Aku bisa sihir Aku akan menyihirmu sejak Aku jatuh cinta padamu, Jadi Aku tidak perlu melewati banyak rintangan untuk bisa mendapatkan cintamu," ucap Mayra mengalungkan Kedua tangannya ke bahu Abay.


"Ya kamu benar, Aku benar-benar menyesal karena Aku terlambat mencintaimu."


"Tidak masalah Abay, Sekarang Aku sudah mendapatkan mu dan sekarang Aku sangat bahagia."


"Akan kupastikan, Aku hanya akan mencintaimu hingga ujung usiaku."


•••


Tidak seperti biasanya, Kali ini Yaz berangkat ke sekolah lebih awal.


Ia ingin bicara pada Misty sebelum Anak-anaknya lain datang.


Di sekolah yang masih sepi, Yaz menunggu kedatangan Misty di depan gerbang.


Mirna yang sedari tadi membuntuti putranya mengawasinya dari kejauhan.


"Sudah ku duga, Pasti Yaz ingin menemui gadis kampung itu,


Hem baiklah Yaz, Ibu akan membuatmu menemuinya untuk yang terakhir kalinya." Mirna terseyum jahat seperti sedang merencanakan sesuatu.


Tawanya terhenti saat Mirna melihat Misty turun dari ojek. Kemudian Mirna melihat Yaz yang sedang sibuk menatap layar ponselnya


Mirna buru-biru turun mendekati Misty


"Hey Anak kampung!" Mirna mencengkeram lengan Misty dengan kuat.

__ADS_1


Misty terkejut melihat Mirna yang tiba-tiba datang menyerangnya.


"Saya sudah memperingatkan mu agar tidak mendekati putra ku, Tapi sepertinya kamu sama sekali tidak peduli dengan pendidikan mu, Kamu terus berhubungan dengan putraku dan membuat Yaz semakin mengejar mu!"


Misty hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kamu lihat itu!" Mirna menunjuk Yaz yang sedang berdiri di depan gerbang.


Misty melihat ke arah Yaz.


"Yaz berdiri seperti orang bodoh hanya menunggu gadis seperti mu!"


"Itu keinginannya, Tidak ada hubungannya dengan ku." ucap Misty memberanikan diri.


"Kau berrrani padaku?!"


Misty menundukkan kepalanya.


"Saya ingatkan lagi padamu, Bicara pada Yaz jika kamu membencinya dan tidak ingin berteman dengannya, Jika tidak maka akan ku pastikan Kamu tidak bisa mengikuti ujianmu, Kamu mengerti?" dengan keangkuhannya Mirna meninggalkan Misty tanpa di ketahui oleh Yaz.


Dengan sedih Misty melangkah menuju gerbang.


Yaz yang melihat Misty datang segera memasukkan ponselnya ke saku dan berlari menyambut dengan senyum bahagianya.


"Misty, Kamu sudah datang, Bisa kita bicara sekarang?"


"Aju tidak mau bicara denganmu Yaz."


"Ada apa dengan mu Misty, Bicaralah padaku apa kesalahan ku? Apa kamu marah karena Aku mengatakan siap menikahi mu di depan Ibu mu, Atau ada kesalahan ku yang lain, Katakan Misty."


"Kesakahan mu yang telah kamu lakukan padaku tidak akan bisa ku maafkan Yaz."


Yash terkejut mendengarnya.


"Bukankah sebelumnya kamu sudah memaafkan ku? Kenapa kamu meralatnya Misty?"


"Karena Aku membenci mu Yaz, Aku sangat membencimu jadi mulai sekarang jangan pernah mendekati ku, Apa lagi bicara pada ku!"


Yaz yang begitu tercengang mendengar ucapan Misty seketika mematung melihat Misty yang pergi meninggalkannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2