
Perlahan Mayra membuka matanya, Ia melihat dirinya yang tidur di lengan Abay, Sedangkan tangan Abay mendekap pundaknya.
Mayra segera bangkit namun kembali terjatuh ke atas tubuh Abay yang menarik tangannya.
"A-a Abay..." Mayra menghentikan ucapannya melihat Abay yang masih terpejam.
Mayra akan kembali bangkit namun lagi-lagi Abay menarik Mayra keatas tubuhnya, Mereka terdiam dan saling menatap satu sama lain.
Abay menyingkap rambut yang menutupi sebagian wajah Mayra dan menangkup wajahnya, Menatap lekat sang istri yang selama ini tidak pernah Ia tatap.
"Mayra...."
"Mayra...."
"Hagh! Ibu," ucap Mayra yang tersentak dari pandangannya.
"Mayra... Sayang, Apa kamu belum bangun?"
Mayra turun dari atas tubuh Abay dan menjadi panik.
Abay beranjak duduk dan tertawa melihat kepanikan sang istri.
"Kenapa Kamu malah tertawa Abay, Bagaimana kalau Ibu tau?"
Abay terseyum dan menarik Mayra kesisinya.
"Memang kenapa kalau Ibu tau, Bukankah Aku masih suamimu?"
Mayra terenyuh mendengar ucapan Abay.
"Mayra, Bangun Sayang sudah siang."
Mayra yang kembali mendengar suara Ibu, Mendorong Abay menjauh darinya.
"Pergilah Abay, Aku belum siap menjelaskan masalah Kita ke Ibu."
"Baiklah Aku akan pergi, Tapi cepatlah jelaskan pada Ibu dan Ayahmu jika Kamu sudah memaafkan ku dan telah tidur di pelukanku," goda Abay.
__ADS_1
"Aku belum mengatakan jika Aku memaafkanmu."
"Kamu memang belum mengatakannya, Tapi dengan Kamu nengatakan I love u, Itu sudah cukup mengatakan segalanya."
Mayra tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya.
"Mayra apakah ada seseorang?" pekik Ibu.
"Ya Ibu... E-e.. Maksudku tidak ada bu, Aku akan segera membuka pintunya,"
Mayra segera mendorong Abay keluar dari pintu balkonnya dan Abay yang tidak bisa lagi membantah, Menuruti keinginan Mayra.
"Ya ampun Mayra kenapa lama sekali membuka pintunya, Apa yg sebenarnya sedang Kau lak..."
Ceklekkk...
"He..." Mayra menatap Ibu dengan gugup.
"Mayra, Apa yang sedang Kamu lakukan, Kenapa lama sekali membuka pintunya?" Ibu yang merasa aneh dengan sikap Mayra, Melihat-lihat ke dalam kamar.
"Apa Kamu menyembunyikan sesuatu?"
"Ya... E-e... Maksudku Aku tidak menyembunyikan apapun Ibu, Aku hanya baru bangun, Jadi Aku masih merasa bingung, He..."
Ibu mengernyitkan keningnya melihat sikap Aneh Mayra.
"Ada apa Ibu?"
"Cepatlah turun, Ayah sudah menunggumu."
Mayra menganggukkan kepalanya dan merasa lega.
Setelah Ibu meninggalkan kamarnya, Mayra kembali mengingat kebersamaannya dengan Abay, Ia benar-benar merasa bahagia karena untuk pertama kalinya, Abay tidur memeluknya.
β’β’β’
Abay telah sampai di rumahnya.
__ADS_1
Ia melihat Ibu yang tengah termenung di ruang tengah.
Dengan langkah ragu, Abay mendekati Ibunya.
"Ibu, Apa Ibu belum memaafkan ku?"
"Apa Mayra sudah memaafkan mu?"
"Ya, Dia sudah tidak marah padaku, Semalam Aku..." Abay menghentikan ucapannya.
"Kenapa diam, Apa yang Kamu lakukan semalam?"
"Ak-aku sudah menemui Mayra Ibu."
"Lalu Dia memaafkan mu?"
"Dia tidak mengucapkannya Ibu tapi..."
"Berarti Dia belum memaafkan mu," ucap Ibu yang langsung meninggalkan Abay.
"Ibu dengarkan Aku Ibu, Ibu..." Abay menyusul Ibunya ke kamar. Namun Ibu langsung menutup pintunya.
Abay menunduk sedih melihat sang Ibu yang masih belum juga memaafkannya.
π Pagi Hari π»
Mayra telah sampai di kampus.
Tidak seperti beberapa hari yang lalu, Hari ini Mayra terlihat begitu bahagia. Dengan langkah riang, Mayra masuk ke kelas mencari-cari Abay, Namun seketika Mayra mengerucutkan bibirnya karena tidak melihat Abay di kelasnya.
"Apa Kau mencariku?" bisik Abay yang telah berdiri di belakangnya.
Mayra terlonjak dan menjadi gugup menatap Abay. Kemudian Mayra berlari meninggalkan Abay yang terseyum dengan tatapan menggodanya.
Bersambung...
MAAF BARU UP DAN CUMA DIKIT, AUTHOR LAGI MUDIK NIH NENGOK IBU TERCINTA, JADI TENGAH MELUANGKAN WAKTU UNTUK IBU DAN KELUARGA DULU βΊοΈ
__ADS_1