Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Canggung


__ADS_3

Seluruh keluarga berkumpul di meja makan untuk menikmati makan malam, Di sela-sela makan malamnya Abay membuka pembicaraan tentang paket bulan madu yang Ibu mertua berikan padanya.


"Jadi kalian pergi besok?" tanya Ibu.


"Ya, Besok sore." saut Ibu.


"Baiklah, Ibu hanya berdoa semoga kalian selalu bahagia."


"Terimakasih Ibu." Abay tersenyum dan menggenggam tangan Mayra.


"Oh ya Misty, Bagaimana Kamu di sekolah?"


"A-e... Aku, Semakin baik kak."


"Yaz masih membuatmu takut?" sambung Abay


"T-t... Tidak, Baiklah Aku sudah selesai, Selamat malam." Misty langsung beranjak meninggalkan meja makan.


"Apa pertanyaan ku salah?" tanya Abay bingung.


"Mungkin saja, Kenapa kamu menyebut namanya?"


"Aku tidak tau."


"Sudahlah, Mungkin Misty hanya ingin istirahat lebih cepat." sambung Ibu.


"Kalau begitu kami juga mau istirahat Ibu, Ayo Mayra." Abay mengulurkan tangannya pada Mayra.


"Baiklah."


Abay mengacak-acak rambut Rayyan sebelum meninggalkan meja makan.


"Iiih Bang Bay..." protes Rayyan yang hanya di tanggapi tertawa oleh Abay.

__ADS_1


Ceklekkk...


Abay dan Mayra kembali ke kamar dan mulai mempersiapkan perlengkapan yang akan Mereka bawa untuk bulan madu.


Sambil menatap dengan senyum Mereka bahu membahu melipat baju dan memasukkannya ke dalam koper.


"Beresss." ucap Abay menutup kopernya. Kemudian langsung membopong tubuh istrinya yang masih duduk di lantai.


"Abay..."


Abay membaringkan tubuh Mayra di ranjang dan menatap lekat wajah cantiknya.


Tanpa mengucap satu katapun, Abay melu'mat bibir istrinya.


Mayra mencengkeram lengan Abay hingga menggoreskan beberapa garis merah karena kuku-kukunya.


"Aww... Kamu mencakar ku lagi?"


"Mayra kenapa kamu masih saja tegang, Aku hanya mencium mu?"


"Aku takut kamu minta lebih, Punya ku masih sangat sakit." ucapnya ragu.


"Baiklah Aku tidak akan memaksamu," Abay menarik selimut dan menutupi tubuh istrinya.


"Beristirahatlah dan pulihkan tenagamu, Karena saat bulan madu nanti, Aku akan terus menghajar mu." Abay menyeringai dan membaringkan tubuhnya di sebelah Mayra.


Mayra menatap Abay dan susah payah menelan salivanya.


mendengar perkataan Abay membuat dirinya merasakan desiran aneh mengalir dalam tubuhnya.


•••


Misty yang sudah sampai di sekolah sejak beberapa menit yang lalu melihat kedatangan Yaz dari kejauhan.

__ADS_1


Seketika hatinya menjadi gugup, Misty memutar tubuhnya dan melangkah pergi menghindari pertemuan itu. Namun baru beberapa langkah Misty tersentak saat Yaz memanggil namanya dari jarak yang sangat dekat.


"Misty."


Misty hanya berdiri mematung dan tak memiliki keberanian untuk menoleh ke belakang.


Yaz tidak tinggal diam dan berinisiatif melangkah maju ke hadapan Misty. Namun Misty langsung memutar tubuhnya dan kembali membelakangi Yaz.


Yaz memahami kegugupan Misty dan tidak lagi memaksa menatap wajahnya.


"Misty, Terimakasih sudah memaafkan ku, Aku akan sabar menunggu sampai kamu siap bicara dengan ku." Yaz pergi meninggalkan Misty.


Perlahan Misty menoleh ke belakang dan melihat punggung Yaz yang masuk ke kelasnya.


"Mistyyy..."


Misty menoleh ke arah suara dan melihat Suhana berlari ke arahnya.


"Misty apa Kamu sudah memaafkan Yaz?"


"Ya, Tapi Aku tidak tau harus mulai dari mana berteman dengan nya."


"Pelan-pelan saja Misty, Dengan itu Kamu juga bisa melihat seberapa besarnya Dia menyesali perbuatannya."


Misty mengangguk dan melangkah masuk ke kelasnya.


Melihat Yaz yang sudah duduk di bangku mya, Misty menundukkan kepalanya dan duduk di sebelahnya.


Yaz melirik Misty sesaat dan kembali fokus dengan coretan pulpen di bukunya.


Bersambung...


Maaf dikit, Bagi-bagi waktu sama novel lain šŸ˜€

__ADS_1


__ADS_2