Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Abay dan Mayra telah sampai Jakarta.


Setelah menyapa Ibu dan adik-adiknya, Mereka langsung beristirahat di kamar.


Mayra yang begitu kelelahan akibat perjalan jauh dan terus-menerus melayani keinginan suaminya selama Mereka berbulan madu membuat tubuhnya terasa sakit semua


Abay melihat Mayra yang langsung tertidur dengan posisi tengkurap.


Dengan penuh kelembutan Abay membelai rambutnya yang panjang. Kemudian mengecup kepalanya dengan penuh kasih sayang.


Lalu dengan begitu pengertiannya, Abay memijat kaki Mayra dengan mengurutnya naik turun.


Mayra membuka matanya karena sentuhan tangan suaminya. Namun rasa kantuk yang tak tertahankan membuatnya kembali tidur tanpa memperdulikan suaminya.


•••


Pagi Harinya 🌻


Misty turun dari ojek dan berjalan menuju gerbang sekolah. Namun tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depannya.


Misty melihat ke arah mobil dan melihat seorang wanita membuka kaca mobilnya. Wanita dengan kacamata hitam itu menoleh ke Misty. Kemudian Wanita itu turun dan mendekatinya.


Wanita itu membuka kaca mata hitamnya dengan penuh ke keangkuhan.


"Mulai hari ini menjauhlah dari putraku!" ucap wanita itu dengan nada penuh penekanan.


"Putra, Maksud Anda?"


"Yazid Haikal Wirayudha!" tegas wanita itu yang tak lain adalah Mirna, Mamanya Yaz.


Misty begitu terkejut mendengarnya. Namun belum sempat Misty menanyakan alasannya, Mirna kembali menghinanya.


"Gadis sepertimu tidak pantas berteman dengan putraku, Kamu bukan hanya miskin tapi kamu juga membawa pengaruh buruk pada Yaz.


Sejak Yaz dekat dengan mu, Dia jadi melakukan hal-hal bodoh yang sebelumnya tidak pernah Dia lakukan!"


Misty hanya bisa diam menundukkan kepalanya.


"Jika Aku masih melihatmu mendekati putraku, Maka Aku tidak akan segan-segan membuat mu di keluarkan dari sekolah ini!"


Tettttt...


Ancaman itu terhenti saat bel sekolah berbunyi.


Dengan kembali mengenakan kacamata hitamnya Mirna meninggalkan Misty yang masih terpaku di tempatnya.


•••

__ADS_1


Mayra membuka mata dan merasa tubuhnya lebih ringan.


Antara sadar dan mimpi Mayra mengingat jika Abay memijat kakinya.


"Apa Abay juga memijat badanku?" batin Mayra, Sambil menatap Abay yang masih tidur dengan posisi tengkurap.


Kemudian Mayra mengusap kepala Abay dan mengecup pipinya. Hal ini membuat Abay terusik dan mulai membuka matanya.


"Hey!" Abay meraih tangan Mayra dan mengecupnya.


"Good morning Sayang." sapa Mayra.


"Morning Sayang." Abay berbalik badan dan meraih pinggang Mayra dan membenamkan wajahnya di perut Mayra.


"Bangunlah Abay ini sudah siang."


"Bentar lagi."


Mayra terseyum mengusap-usap lengan Abay.


"Abay, Boleh Aku bicara?"


"Tidak."


Mayra terdiam dan tidak jadi bicara.


"Apa kalau Aku bilang tidak, Kamu benar-benar tidak akan jadi bicara?"


Mayra menggeleng pelan.


"Kenapa kamu begitu sangat penurut?" Abay mencubit pipi Mayra dengan gemas.


"Baiklah katakan."


Sambil memegangi pipinya, Mayra mengutarakan keinginannya untuk kursus memasak.


"Aku sudah memikirkan ini sebelum kita bulan madu, Aku berencana ikut kursus memasak, Bagaimana menurutmu?"


"Apa Kamu yakin?"


"Ya, Aku ingin menjadi istri yang bisa memasak untuk mu dan Anak-anak kita kelak."


"Kamu sudah memikirkan Anak-anak?" Abay menangkup wajah Mayra yang kini berada tepat di depan wajahnya.


"Aku hanya memikirkan masa depan."


"Baiklah, Lalu bagaimana kamu mengatur waktu dengan kuliah mu?"

__ADS_1


"Aku mengambil kelas malam dan hanya 2 jam."


"Jika malam hari, Itu akan mengurangi waktu kebersamaan kita."


"Ini hanya sementara, Aku mohon Abay."


"Mayra, Tanpa memasak pun Kamu sudah menjadi istri yang sangat baik untuk ku."


"Tapi Aku ingin menjadi wanita yang sempurna, Aku merasa diriku tak sempurna karena tidak bisa memasak."


"Ya, Baiklah."


Setelah tawar menawar pada Abay dan akhirnya di izinkan.


Abay nengantar sang istri untuk mendaftar kursus memasak di wilayah Jakarta Selatan.


Dengan di dampingi salah satu staf, Abay dan Mayra berkeliling gedung untuk melihat-lihat ruangan yang akan menjadi tempatnya belajar.


"Di tempat ini nantinya para calon koki akan diajarkan cara membuat masakan mulai dari tahapan paling mudah.


Bahkan, Pengenalan terhadap bahan-bahan juga dilakukan di awal kursus." jelas staf yang mendampingi Mereka.


Mayra mengangguk dengan antusias.


"Dan di tempat ini nantinya juga bisa belajar di kelas Original Cooking Course dengan Executive Chef yang telah berpengalaman, Jadi Anda akan lebih cepat belajar."


"Baiklah terimskasih untuk penjelasannya," ucap Mayra.


"Jadi kapan istriku mulai masuk?"


"Mulai besok malam."


"Baiklah, Kalau begitu terimakasih."


•••


Abay memakaikan helm untuk sang istri dan bersiap meninggalkan tempat kursus memasak. Karena sudah lama Mayra tidak bertemu Ayahnya, Mayra berfikir untuk pulang ke rumahnya.


"Abay bisakah kita pulang kerumah ku?"


"Apa kamu sudah tidak merasa nyaman di rumahku?"


"Bukan begitu Abay, Tapi mulai besok kita akan masuk kuliah dan mlam hari Aku harus mengikuti kelas memasak, jadi Kalau bukan sekarang kapan lagi?"


"Baiklah kita pergi kesana."


Mayra terseyum bahagia, Karena sejak rujuk Mayra belum pernah sekalipun pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2