
Abay sampai di rumah sakit dengan menggunakan taksi.
Ia langsung membopong tubuh Misty dan berteriak meminta tolong.
Perawat segera mendorong brankar ke arahnya dan meminta Abay membaringkan Misty.
"Dokter tangani Adikku,"
"Jangan khawatir." ucap Dokter yang langsung masuk ke ruang UGD.
Kemudian Abay menghubungi Ibunya untuk mengabarkan keadaan Misty.
•••
Tidak lama kemudian Ibu dan Rayyan sampai di rumah sakit,
Dengan perasaan yang sangat khawatir Ibu berlari tergopoh-gopoh mendejati Abay.
"Abay..."
"Ibu..."
"Apa yang terjadi, Bagaimana keadaan Misty?"
"Dokter belum selesai memeriksa Ibu."
Ceklekkk...!!!
Abay dan Ibu langsung mendekati Dokter yang baru keluar.
Kemudian Dokter mengajak Mereka ke ruangannya untuk membicarakan keadaan Misty.
"Jadi bagaimana keadaan anak saya Dok?" tanya Maysarah.
"Kami telah melakukan Visum dan hasilnya ada luka robek di bagian inti nya, Kemungkinan Dia baru saja mengalami kekerasan seksual."
"Apa!" Maysarah begitu shock mendengar penjelasan dari Dokter.
"Kami turut prihatin atas apa yang menimpa Putri Anda,"
"Apa sekarang kita boleh melihatnya?" tanya Abay
"Silahkan."
Merekapun keluar dari ruang Dokter dan menuju kamar Misty.
Ibu masuk kedalam dan melihat Misty belum sadarkan diri.
Ibu terus menangis melihat keadaan Putrinya yang terlihat begitu memprihatinkan.
Sedangkan Abay dan Rayyan melihat keadaan Misty dari kaca pintu Menunggu Misty tersadar.
__ADS_1
Sesaat kemudian Misty membuka mata dan melihat Ibunya yang terus menangisi keadaannya.
"Ibu..." lirih Misty.
"Misty..."
Abay yang di luar melihat lebih dekat ke kaca pintu.
"Ibu kenapa ini terjadi padaku, Apa dosaku Ibu?" tangis Misty.
Abay yang mendengar ucapan Misty terduduk lemas di lantai.
Ia mengingat pesan Misty yang mengatakan agar tidak menyakiti Mayra karena Ia memiliki Adik perempuan.
Kemudian Abay mengingat saat bermalam dengan Nandini dan terus menerus menyakiti Mayra, Abay mengingat semuanya dan menangisi dosa-dosanya.
"Kenapa harus Misty yang harus menanggung dosa-dosa ku, Kenapa?"
triak Abay sembari menjambak rambutnya menyesali segala perbuatannya.
"Apa yang Bang Bay katakan? Kenapa Bang Bay menyalahkan diri Abang?" tanya Rayyan.
"Ya, ini semua salah Abang, Abang selalu menyakiti Myara dan sekarang Misty yang harus menanggung dosa-dosa ku."
"Tenanglah Bang, Kita masuk dan temui Kak Misty."
"Aku tidak bisa menghadapinya, Aku tidak bisa melihat myisty seperti itu." Abay terus menangis menyesali perbuatannya dan merasa begitu bersalah kepada Misty.
Abay mengangguk dan masuk kedalam mengikuti Adik lelakinya.
"Misty...." Abay langsung berlari memeluk Misty.
"Maafkan Abang Misty, Maafkan Abang," ucapa Abay yang menahan tangisnya.
"Kenapa Abang minta maaf?"
Abay tak bisa berkata-kata dan terus menahan kesedihan di hatinya.
"Oh ya Misty, Abang belum sempat mendengar siapa yang melakukan ini padamu?"
Misty kembali menangis mengingat kejadian itu.
"Yazid, Hiks hiks hiks."
Abay kembali memeluk Misty dan mengeraskan rahangnya mendengar nama yang Misty sebutkan. Karena tidak bisa lagi menahan kekesalan dan kesedihannya, Abay segera keluar dari ruangan.
Ibu menyusul Abay keluar, Sementara Rayyan menemani Misty.
"Ibu, Kenapa Ibu mengijinkan Misty keluar malam-malam? Bukankah selama ini Dia tidak pernah keluar malam?"
"Ini memang salah Ibu, Hiks hiks hiks."
__ADS_1
Abay memeluk Ibunya dengan sedih.
"Maafkan Aku ibu, Bukan maksudku menyalahkan Ibu, Maksudku kemana malam-malam Misty pergi?"
"Misty bilang, akan menghadiri pesta ulang tahun Desi jadi Ibu mengizinkan." sesal Ibu.
"Lalu bagaimana bisa Misty di perkosa Yazid." batin Abay.
•••
Mayra masih termenung dikamarnya. Ia mengingat semua kenangan yang membuatnya bahagia saat bersama Abay, Mayra mengingat pertama kali Mereka bertemu, Pertama kali Abay menyentuh tangannya dan terakhir saat Mereka terjatuh bersama.
Mayra juga mengingat semua rasa sakit yang Abay berikan padanya dan membuatnya kembali menangis.
Kemudian Mayra berdiri dan berjalan ke ranjang yang biasa Abay tidur.
Ia mengusap ranjang itu dan memeluk bantalnya. Mayra terus menangis menciumi bantal Abay, Rasa cinta dan sakit hatinya Ia rasakan dalam waktu bersamaan.
Setelah puas menangis, Mayra menghapus sisa air matanya.
"Sudah cukup Mayra, Tidak lagi, Ini sudah berakhir, Sekarang Abay pasti sedang berbahagia dengan Nandini." ucapnya pada diri sendiri dan kembali menangis.
🍃 Pagi Hari 🌻
Abay sampai di sekolah Misty untuk mencari Desi dan Yazid yang bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Adiknya.
Abay bertanya pada murid-murid di sana dan bertemu dengan Suhana kawan baik Misty.
"Suhana Kamu melihat Desi atau Yazid?"
"Desi dan Yaz Hari ini Dia tidak masuk, Misty juga tidak masuk, Ada apa Bang, Apa terjadi sesuatu?"
"Tidak, Misty hanya kurang sehat."
Suhana menganggukkan kepalanya.
"Oh ya, Apa semalam Kamu juga ikut ke pesta ulang tahun Desi?"
"Pesta? Aku tidak mengetahuinya, Jika pun ada, Aku tidak di undang."
"Ini semakin mencurigakan." batin Abay.
"Apa ada Masalah Bang?"
"E-e Apa Kamu tau Alamat rumahnya?"
"Ya Aku tau."
Setelah mendapat alamat Yaz dari Suhana, Yaz langsung meninggalkan sekolah dan menuju ke rumah Yaz dengan kemarahan di hatinya.
Bersambung...
__ADS_1