Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Semakin Jatuh Cinta


__ADS_3

Abay dan Mayra duduk di bangku masing-masing


Tidak seperti biasanya kini Abay mencuri-curi pandang pada Mayra, Abay seperti sedang meyakinkan diri jika Ia memang benar-benar telah jatuh cinta pada Istrinya.


"Dari dulu Aku tidak pernah merasa seperti ini jika di dekatnya, Tapi kenapa sejak semalam perasaan ku jadi begitu aneh." batinnya.


Seketika Abay langsung merasa gugup saat Mayra menoleh ke arahnya.


Dengan mengukir senyum basa basinya, Abay langsung mengalihkan pandangannya.


Mayra mengernyitkan keningnya melihat sikap Abay yang tak seperti biasanya.


Di rumahnya Misty sedang meditasi.


Misty benar-benar sudah merasa banyak kemajuan setelah di dampingi Psikolog dan Mayra yang selalu memberinya semangat untuk keluar dari rasa traumanya.


Kini Misty hanya perlu berlatih bertemu banyak orang untuk mengembalikan kepercayaan dirinya yang hilang karena peristiwa malam itu.


•••


Sore Hari.


Misty sedang bersiap di depan cermin bersiap untuk keluar bersama Mayra.


Ibu yang melihat Misty terseyum bahagia akhirnya putrinya mau keluar rumah. Kemudian Ibu mendekatinya dan memegang kedua pundaknya dari belakang.


"Ibu senamg melihatmu seperti ini Sayang."


"Ini semua berkat Kak Mayra Bu."


"Ya, Kita beruntung memiliki Mayra, Semoga Abang mu tidak menyia-nyiakannya lagi."


Misty terseyum menganggukkan kepalanya.


Tetttttt...!!!


Ibu dan Misty yang mendengar mobil Mayra segera keluar dari kamarnya.


Mayra turun dari mobil dan di sambut oleh Ibu dan Misty.


Mayra yang melihat Misty sudah bersiap dan terlihat lebih segar terseyum bahagia dan membentangkan kedua tangannya.


Misty terseyum memeluk Kakak Iparnya tersebut.


Abay yang baru keluar dari dalam terseyum bahagia melihat Mayra yang begitu menyayangi seluruh keluarganya.


"Kita pergi sekarang?" tanya Mayra.


Misty mengangguk penuh semangat.

__ADS_1


"Abay apa Kamu mau ikut?"


"Ya, Tentu," ucap Abay yang tidak kalah semangatnya.


"Baiklah, Kalau begitu Kami pergi dulu Ibu," ucap Mayra mencium tangan Ibu mertuanya.


"Hati-hati Sayang."


Mayra mengangguk kemudian mengajak Misty masuk ke mobil.


Abay duduk di samping Pak Sudhir, Sementara Mayra dan Misty duduk di belakang.


Sepanjang perjalanan Abay terus menatap Mayra dari spion dalam mobil, Melihat tawa ceria Mayra membuat dirinya ikut tersenyum dengan sendirinya.


Sesaat kemudian merekapun sampai di sebuah klinik kecantikan.


Pak Sudir membukakan pintu untuk Misty sementara Abay membukakan untuk Mayra.


Mayra tertegun melihat Abay mengulurkan tangan padanya.


Abay yang melihat Mayra belum juga meraih tangannya mengangkat sedikit dagunya dan menunjuk tangannya dengan menaikan kedua alisnya.


Mayra pun tersenyum dan mengulurkan tangannya di atas telapak tangan Abay yang sejak tadi menunggu uluran tangannya.


Abay terus memegangi tangan Mayra dan terus menatapnya lekat hingga membuat Mayra merasa canggung.


"Hmm."


"Ayo Kita jalan."


Abay masih terdiam menatap Mayra.


"Apa Bang Bay dan Kak Mayra mengajak ku ke sini untuk menyaksikan kalian bermesraan?" goda Misty.


"Hagh!" Abay langsung melepaskan tangan Mayra dan menggaruk-garuk kepalanya.


"Baiklah Kita masuk," ucap Mayra menahan tawanya.


Mereka pun masuk ke klinik kecantikan untuk melakukan berbagai perawatan untuk Misty.


Mayra ingin membuat Misty lebih percaya diri saat Ia masuk sekolah nanti.


"Misty, Kak Mayra ingin Kamu lebih percaya diri dari sebelumnya, Kakak akan membuat semua orang kagum padamu, Sampai Yaz merasa menyesal karna telah menyakitimu."


Misty terdiam menundukkan kepalanya.


"Misty, Kamu harus terbiasa mendengar namanya, Besok Kamu akan menghadapinya, Kamu akan bertemu dengannya setiap hari jadi Kamu harus kuat supaya Yaz menyesal dan mengakui kesalahannya sendiri di hadapan semua orang."


Misty yang mendengar nasehat Mayra mengangguk dan masuk kedalam.

__ADS_1


Sementara Mayra duduk di ruang tunggu.


Abay yang dari tadi melihatnya mendekati Mayra dan duduk di sebelahnya.


"Terimakasih untuk semua yang telah Kamu lakukan untuk ku dan keluargaku Mayra, Sampai kapan pun Aku tidak akan pernah bisa membalas kebaikan mu."


"Tidak masalah Abay." Mayra terseyum menatap Abay sekilas.


"Setiap hari Kamu sibuk mengurus Misty, Lalu kapan Kamu akan mengurus ku?"


Mayra yang mendengar pertanyaan Abay terseyum malu-malu dan menepuk lengan Abay.


Abay tertawa menggelengkan kepalanya. Rasanya sudah tidak sabar lagi untuk kembali tinggal serumah dengan sang Istri yang sebelumnya Ia sia-siakan.


Waktu terus berjalan namun Misty belum juga selesai melakukan perawatan. Abay yang merasa bosan beranjak dari duduknya berniat untuk jalan-jalan di sekitar. Namun kakinya membentur meja hingga membuatnya tersungkur ke lantai.


Mayra yang melihat hanya bisa menahan tawanya.


"Apa yang kamu lakukan Mayra? Aku selalu menolong mu setiap kali Kamu akan terjatuh, Tapi giliran Aku jatuh, Kamu menertawakan ku."


"I'm sorry Abay." Mayra kembali menahan tawanya.


Abay mengerucutkan bibirnya dan berusaha bangun.


Kemudian Mayra mendekat dan mengulurkan tangannya.


Ajaypun melirik uluran tangan Mayra dan melihat wajah Mayra.


Mayra menaikan kedua alisnya dan dagunya menunggu Abay meraih tangannya.


Abay terseyum dan meraih tangan Mayra kemudian menarik tangan Mayra sampai Mayra terjatuh menimpanya.


"Hah! Abay." Mayra mencoba bangun dari atas tubuh Abay tapi Abay terus memegang kedua tangan Mayra ke belakang tubuhnya.


"Apa yang Kamu lakukan Abay, Lepaskan Aku, Ini tempat umum."


"Kenapa Mayra? Kamu membiarkanku jatuh kan? Sekarang Aku juga membuat mu jatuh, Jadi Kita impas."


"Aku tidak sengaja melakukannya."


"Tapi Aku sengaja melakukannya."


Mayra terdiam menatap Abay.


"Aku sengaja melakukannya agar Aku bisa menatap wajah mu dari jarak yang sangat dekat seperti ini," ucap Abay yang mengusap pipi Mayra dan menyelipkan rambut yang terjuntai menghalangi sebagian wajah cantiknya.


Bersambung...


šŸ“Œ BUAT YANG TIDAK SUKA SCENE KESANDUNG, TABRAKAN, TINDIHAN, SKIP SAJA, SETIAP PENULIS PUNYA CIRI MASING-MASING UNTUK MEMBUAT BAPER PEMBACA šŸ˜€

__ADS_1


__ADS_2