Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Kapok Mu Kapan?


__ADS_3

Nandini merasa kesal melihat Abay yang lebih mendengarkan Mayra, Dengan terpaksa akhirnya Nandini mengambil jaket Sudhir dan masuk ke mobilnya.


Mayra menatap Abay kesal dan masuk ke dalam.


Di ikuti oleh Abay yang berjalan di belakangnya.


"Kenapa Kamu melakukan ini Abay? Kenapa kamu tidak berfikir sebelum melakukan hal yang menjijikkan itu?"


"Aku tidak perduli dengan ini semua Mayra, Apa Kamu fikir setelah kejadian ini Aku akan meninggalkan Nandini dan mencintaimu?"


Mereka saling menatap tajam dengan kebencian di hati masing-masing.


"Tidak akan Mayra, Aku tidak menyesal dengan apa yang sudah terjadi malam ini dan Aku akan melakukannya lagi lagi dan lagi, Kau dengar itu!!!" dengan kesal Abay meninggalkan Mayra dan pergi ke kamarnya.


Mayra benar-benar merasa kesal dengan sikap Abay yang tidak menyesali perbuatannya.


Baru saja Mayra melangkah kakinya ke tangga, Mayra mendengar suara mobil datang, Mayra segera menuju pintu, Mayra begitu terkejut melihat Ayah dan Ibu sudah berdiri di depan pintu.


"Sayang, Kamu belum tidur?"


Mayra langsung memeluk Ibunya.


"Ada apa Sayang, Apa yang terjadi, Kemana Abay?"


"Aku hanya sangat merindukan Kalian, Tapi Abay malah tidur."


"Apa perlu Ayah menghajarnya?" tanya Ayah tertawa.


Mayra terseyum dalam tangisnya kemudian memeluk Ayahnya.


"Ayah juga sangat merindukanmu Sayang, Tapi ini sudah hampir pagi, Pergilah tidur."


"Bolehkah Aku tidur bersama kalian?"


Ayah dan Ibu tersenyum mendengarnya.


"Sepertinya Putri Ayah sangat merindukan Kita." Ayah mengusap air mata Mayra tanpa rasa curiga.


"Baiklah Sayang, Ayo pergi ke kamar."


Saat Mereka menaiki tangga, Mayra kembali mendengar suara mobil datang. Mayra pun menghentikan langkahnya.


"Ada apa Sayang, Apa km berubah pikiran?"


"Tidak, Ayah dan Ibu pergilah dulu, Aku akan menyusul."


"Baiklah Sayang." Ayah dan Ibu naik keatas, Sementara


Mayra membuka pintu, Mayra yang melihat Sudhir telah kembali segera berlari menghampirinya.


"Pak Sudhir, Ayah dan Ibu sudah pulang, Aku minta Pak Shudir tidak akan mengatakan apapun kepada Ayah dan Ibu soal kejadian tadi, Tolong katakan pada yang lain juga."

__ADS_1


"Tapi kenapa Nona?" Tuan dan Nyonya harus tau perbuatan Mas Abay."


"Patuhi perintahku, Tidak perlu banyak bertanya."


Pak Sudhir menundukkan kepalanya.


"Maafkan Pak Sudhir, Aku hanya tidak ingin Ayahku merasa bersalah karena Ayah yang meminta Kami menikah secepatnya, Aku juga tidak mau kehormatan dan nama baik Ayah tercoreng gara-gara masalah ini, jadi biarlah hanya Kita yang tau."


"Baik Non, Non Mayra yang sabar ya."


"Terimakasih." Mayra merasa lega dak kembali masuk ke dalam.


"Mas Abay benar-benar bodoh, Dia sudah dapat istri yang baik, Cantik, kaya raya malah di sia-siakan dan selingkuh dengan wanita murahan itu." batin Sudhir.


Mayra pun masuk ke kamar orang tuanya dan melihat Ayah dan ibu ternyata sudah tidur, Mayra tersnyum dan membenarkan selimut Mereka.


"Ayah dan Ibu pasti sangat kelelahan." Mayra mengurungkan niatnya untuk tidur bersama kedua orang tuanya dan kembali ke kamarnya.


šŸƒ Pagi hari 🌻


Abay menghampiri yang masih tidur di sofa.


Dan membangunkannya dengan kasar.


"Mayra, Mayra bangunlah," Abay mengguncang lengan Mayra dengan kasar.


"Bangunlah Mayra!" pekik Abay.


Perlahan Mayra membuka matanya, Kedua matanya masih terlihat bengkak karena menangis semalaman. Kemudian Mayra duduk sembari mengusap Matanya.


"Apa ini perlakuanmu kepada putriku selama Kami pergi?"


Mayra dan Abay terkejut melihat Ayah sudah di bibir pintu.


"Ayah." Mayra langsung berlari ke arah Ayah. Namun Ayah mengangkat ke lima jarinya pada Mayra agar tidak menghentikannya.


"Jadi seperti ini perlakuan mu kepada Putri ku?" triak Ravindra.


"A-a-Aku..."


"Aku Aku apa! Kenapa pertanyaan begitu saja tidak bisa menjawab?"


"Sebenarnya..."


"Sebenarnya Kami sedang bertengkar Ayah." sambung Mayra.


Secara bersamaan Abay dan Ayah melihat kearah Mayra.


Abay merasa panik karena takut Mayra akan mengatakan semua tentang perilakunya.


"Bertengkar? Apa yang membuat kalian bertengkar Sayang?"

__ADS_1


"E-e...e.. Sebenarnya... Aku.. E-e.. Maksudku.. Kita.. Kita sudah berencana nonton, Tapi karena Aku telat datang, Abay jadi marah padaku, Ya, Seperti itu, Iya kan Abay?"


"Hah, Ya, itu benar Ayah, Maafkan Aku." Abay menghelai nafas panjang dan merasa lega.


"Memang Kamu kemana Sayang, Kenapa bisa terlambat, Kenapa kalian tidak berangkat bersama?"


"E-e.. Sebenarnya Aku msh ada tugas di kampus dan Abay membeli tiket terlebih dahulu dan langsung menungguku disana, Setelah Aku selesai mengerjakan tugasku, Aku kesana tapi sudah terlambat, Jadi Abay ngambek deh."


Ayah yang mendengar penjelasan Mayra tertawa.


"Abay... Abay, Apa sekarang Kamu sudah benar-benar mencintai Mayra sampai hal sepele saja Kamu marah padanya?"


Abay memaksakan senyumnya.


"Baiklah sekarang kalian jangan marahan lagi, Ayo kita sarapan di bawah."


Setelah melihat Ayah pergi Abay dan Mayra saling melihat dengan kesal. Kemudian Mayra ke kamar mandi.


Sedangkan Abay mengambil ponselnya untuk menelfon Nandini.


"Hallo Nandu, Apa Kau baik-baik saja?


"Aku baik-baik saja Abay."


"Syukurlah Nandu, Aku benar-benar memnghawatirkanmu."


"Abay Aku pikir Kamu akan meninggalkanku setelah semalam Kau menuruti permintaan Mayra.


"Itu tidak akan terjadi Nandu, Semalam Aku hanya.." Abay menghentikan ucapannya melihat Mayra keluar dari kamar mandi.


"Apa Kamu masih belum jera dengan apa yang terjadi semalam?"


Abay terseyum smirk dan menutup ponselnya, Kemudian Ia berdiri mendekati Mayra.


"Tetaplah bermimpi Mayra, Karena Aku akan tetap mencintai Nandini dan tidak akan pernah mencintaimu. Lagi pula Ayahmu hanya menyuruhku menikahimu tidak menyuruhku menyentuhmu apa lagi memenuhi semua kewajiban seorang suami."


"Apa Kamu tidak bisa memahami makna ijab qobul?"


Abay terdiam mengalihkan pandangannya.


"Aku berusaha keras menutupi kesalahanmu dari Ayahku, Tapi..."


"Tapi apa? Hah! Aku tidak menyuruhmu melakukannya, Kenapa kamu melakukannya, Apa kamu begitu mencintaiku sehingga Kamu tidak bisa marah padaku?" ejek Abay.


"Aku melakukan ini bukan untuk mu, Tapi Aku melakukan ini untuk Ayahku, Untuk kehormatan dan nama baik Ayahku, Aku tidak ingin nama baiknya tercoreng oleh menantu yang tidak bermoral seperti mu,"


Abay menatap Mayra, Ia tak percaya Mayra akan mengatakan demikian pada dirinya.


"Tapi apa yang Kamu tau tentang kehormatan, Jika kehormatanmu telah Kau obral pada wanita yang tidak punya harga diri itu."


"Berrraninya Kau menghina Nandu ku." Abay mencengkram kedua pipi Mayra hingga tubuhnya terdorong ke dinding.

__ADS_1


Bersambung...


KISAH PENGGREBEKAN ANTARA SUAMI DAN KEKASIHNYA LALU DI ARAK KELILING KAMPUNG DAN GAK TOBAT INI ADA DI KISAH NYATA, JADI SABAR DULU YA, NIKMATI SAJA ALURNYA 🤣


__ADS_2