Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Aksi Mirna


__ADS_3

šŸƒ Pagi Hari 🌻


Dengan lembut Abay mengusap kepala Mayra untuk membangunkannya.


Namun Mayra masih belum terusik dengan sentuhan suaminya.


Kemudian Abay mengecup keningnya dan berbisik di telinganya.


"Bangunlah Sayang, Kita harus kuliah."


Mendengar suara lembut suaminya perlahan Mayra membuka matanya.


Abay terseyum sambil mencubit lembut pipi sang istri.


Mayra pun tersenyum dan meraih tangan Abay untuk di jadikan bantal di pipinya.


"Selamat pagi Sayang." Abay kembali mengecup kening Mayra dengan penuh kasih sayang.


"Apa Aku kesiangan?"


"Tidak, Ini masih banyak waktu untuk mandi dan sarapan."


"Baiklah, kalau begitu Aku mandi dulu."


Abay mengangguk dan pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat seperti biasanya.


Tiga puluh menit kemudian Mayra keluar dari kamar mandi dan masuk ke kamar dengan rambut basahnya.


Abay yang melihat langsung bersiul menggodanya.


Kemudian Abay beranjak dari duduknya dan memeluk Mayra dari belakang, Mayra terseyum memegang tangan Abay yang melingkar di perutnya. Kemudian saling berpandangan dari pantulan cermin di depan mereka.


Abay yang sejak tadi membenamkan dagu di pundak Mayra, Mulai merambah ke tengkuk lehernya. Aroma tubuh dari wanginya sabun yang Mayra gunakan membuat Abay terus menghirup segarnya tubuh sang istri yang masih di basahi oleh tetesan rambutnya.


Mayra menggeliat geli dengan gerakan memutar tangannya.


Namun Abay kembali merapatkan tubuhnya dan menciumi bawah telinganya.


"Kenapa kamu membuatku begitu mabuk Mayra, Sihir apa yang kamu lakukan padaku?"


Mayra yang mendengarnya terseyum dan berbalik badan menatap Abay.


"Jika Aku bisa sihir Aku akan menyihirmu sejak pertama Aku jatuh cinta pada mu, Jadi Aku tidak perlu melewati banyak rintangan untuk bisa mendapatkan cintamu."


"Hmm benar juga, Aku jadi menyesal karena Aku terlambat mencintaimu."


Mayra tersenyum mendengarnya.


"Sudahlah Abay, Sekarang Aku sudah mendapatkan mu dan Aku sangat bahagia."


Abay terseyum dan menarik tubuh Mayra ke pelukannya.


•••


"Pokoknya Saya tidak mau tau, Misty harus dikeluarkan dari sekolah ini!" hardik Mirna mendesak kepala sekolah untuk mengikuti perintahnya.

__ADS_1


"Tapi kita tidak bisa mengeluarkan murid begitu saja, Apa lagi jika murid itu tidak memiliki kesalahan apapun."


"Maka dari itu cari kesalahannya dan keluarkan dia dari sekolah ini!"


Kepala sekolah terdiam menggelengkan kepala.


"Pasti Misty mempunyai kesalahan meskipun hanya sedikit, Ayo di ingat-ingat lagi. Karena jika Anda tidak mengeluarkan Misty maka Saya akan menarik diri sebagai donatur di sekolah ini."


"Jagan begitu Nyonya, Anda donatur terbesar disekolahan ini, bagaimana kami akan mengelola sekolah ini jika Anda menarik diri?"


"Maka dari itu turuti perintah ku!"


Kepala sekolah mengangguk dan mulai mengingat-ingat apa yang bisa membuat Misty di keluarkan.


Setelah terdiam beberapa menit kepala sekolah menemukan celah untuk mengeluarkan Misty.


"Aku mengingat sesuatu."


"Apa itu?" tanya Mirna antusias.


"Misty pernah tidak masuk sekolah selama 2 minggu, Awalnya Dia tidak izin sama sekali dan keluarganya baru mengkonfirmasi setelah beberapa hari Dia tidak nasuk sekolah..."


"Tepat sekali, Itu bisa Anda jadikan alasan untuk m engeluarkannya dari sekolah ini."


"Tapi itu kejadian sudah lama Nyonya, Saat Misty kelas dua, Sekarang Misty sudah kelas tiga, Bagaimana Saya menyampaikan pada Misty dan murid-murid lainnya?"


"Itu bukan urusan ku, Karena Aku hanya ingin Misty di keluarkan dari sekolah ini, Bagaimana pun caranya!"


Kenapa sekolah hanya mengangguk menundukkan kepala seiring kepergian Nyonya Mirna.


Setelah melihat Yaz masuk kelas, Mirna cepat-cepat keluar meninggalkan sekolah. Namun di luar gerbang Mirna berpapasan dengan Misty.


Mirna tersenyum jahat pada Misty dan berlalu pergi tanpa mengatakan apapun.


Misty melihat kepergian Mirna dengan perasaan aneh "Apa yang di lakukan Mamahnya Yaz di sini," batin Misty.


Misty menarik nafas dalam-dalam dan masuk ke kelasnya, Yaz yang melihat Misty masuk langsung berdiri dengan senyum penuh semangat.


Misty pun tersenyum tipis padanya.


Kemudian Misty duduk di bangkunya.


Beberapa menit kemudian guru datang dan mengatakan pada Misty jika kepala sekolahnya memanggilnya.


Misty merasa tegang, Apa kesalahannya sampai kepala sekolah memanggilnya.


"Misty cepatlah, Jangan membuat kepala sekolah menunggu terlalu lama."


Misty pun mengangguk dan pergi meninggalkan kelas.


"Apa yang membuat kepala sekolah memanggil Misty," batin Yaz khawatir.


Tok... Tok... Tok...


"Masuklah Misty."

__ADS_1


Dengan perasaan cemas Misty masuk menghadap kepala sekolah.


Tanpa mengatakan apapun, Kepala sekolah memberikan surat pada selembar kertas pada Misty.


"Apa ini?" tanya Misty bingung.


"Surat di keluarkan ya jamu dari sekolah ini."


"Apa! Tapi apa salah ku, Kenapa Aku dikeluarkan dari sekolah ini?"


"Saya baru mengetahui jika kamu pernah tidak masuk sekolah selama dua minggu tanpa izin, Jika Saya tau dari dulu pasti Saya sudah mengeluarkan mu sejak dulu, Tapi sayangnya Saya baru mengetahui sekarang, Jadi terpaksa Saya mengeluarkanmu hari ini."


"Tapi Bu, Kenapa tidak ad peringatan terlebih dahulu, Kenapa Aku langsung di keluarkan?"


"Saya kepala sekolah disini dan Saya berhak memutuskan apapun yang menurut Saya benar!"


"Tolong berikan kelonggaran setidaknya sampai Aku mengikuti ujian."


"Maaf Misty, Saya tidak bisa melakukannya. Sekarang pergi dan tinggalkan sekolah ini!"


Myaty berlari meninggalkan ruang kepala sekolah dan kembali ke kelasnya.


Dengan mengusap air matanya Misty mengemasi buku-bukunya.


"Misty apa yang terjadi kenapa kepala sekolah memanggil mu?"


Misty tidak menjawab pertanyaan Yaz dan berlari meninggalkan kelas.


"Mistyyyy..." Yaz berlari meninggalkan kelas tanpa mempedulikan pelajarannya yang sedang berlangsung.


"Yaz mau kemana, Kerjaka, tugas mu!" pekik Bu Guru yang tidak di hiraukan lagi oleh Yaz.


"Misty katakan padaku apa yang terjadi?"


"Berhenti mengikuti ku Yaz!"


"Tidak Misty, Aku akan terus mengikuti mu sampai kamu mengatakan apa yang terjadi "


"Kamu bilang tidak akan membiarkan ku di keluarkan dari sekolah, Tapi apa nyatanya Yaz, Hari ini Aku di keluarkan dari sekolah."


Yaz tercengang mendengarnya.


Kemudian dengan kesal Misty kembali berlari.


Yaz mengejarnya dan menarik tangan Misty ke sisinya.


"Aku akan melakukan sesuatu, Ikut dengan ku!"


"Tidak ada yang bisa kamu lakukan Yaz, Ini keputusan kepala sekolah."


Misty menghempaskan tangan Yaz dan menghentikan taksi yang kebetulan lewat di depannya.


"Aku yakin ini pasti perbuatan Mamah." Yaz mengepalkan kedua tangannya dan meninggalkan sekolah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2