Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Blingsatan


__ADS_3

Yaz termenung di kamar memikirkan sikap Misty yang kembali bersikap dingin padanya.


Kemudian Mamah Mirna masuk untuk memanggil Yaz makan malam bersama. Namun Yaz tidak mau meninggalkan ranjang empuknya.


"Apa kamu memikirkan gadis miskin itu sampai tidak mau makan?"


"Berhenti menyebutnya gadis miskin Mah!"


"Kenapa Yaz? Memang itu kenyataannya kan, Lihat saja dia ke sekolah hanya naik ojek sedangkan kamu?"


"Tidak seorangpun di dunia ini menginginkan hidup miskin, Tapi apa yang bisa mereka buat jika Tuhan tidak memberikannya pilihan?"


"Ada, Pilihan itu ada, Makanya jadi orang harus kerja keras biar kaya, nggak cuma cari uang untuk makan."


"Takaran rezeki orang berbeda-beda Mah, Jangan merendahkan orang lain karena harta yang Mamah miliki sekarang."


"Ada apa denganmu Yaz, Semakin hari Mamah semakin tidak melihat Yaz yang dulu, Mamah seperti melihat orang lain dalam dirimu, Apa ini karena gadis miskin itu?"


"Mah! Sudahlah, Aku tidak ingin berdebat lagi, Sekarang Mamah keluar dan biarkan Aku sendiri."


Mirna keluar dari kamar putranya dengan kesal.


"Putraku berani melawanku gara-gara gadis miskin itu, Aku harus melakukan sesuatu agar dia benar-benar menjauhi putraku" batin Mirna dengan penuh amarah.


•••


Mayra keluar dari kamar dan melihat Misty sedang duduk termenung.


Mayra meluangkan waktu sedikit untuk mendekati Adik iparnya tersebut.


"Misty apa yang sedang kamu pikirkan?"


"Aku hanya..." Misty merasa ragu untuk menceritakannya.


"Kamu bisa menceritakan semuanya pada Kakak."


"Aku sudah berdamai dengan keadaan seperti saran Kakak, Aku sudah berbaikan dengan Yaz tapi Ibunya Yaz datang dan memintaku untuk menjauhinya, Sekarang Apa yang harus ku lakukan?"


"Kenapa kamu mendengarkannya, Bukankah Yaz sendiri yang ingin memperbaiki kesalahannya?"


"Ya itu benar, Tapi Ibu Yaz mengancam akan mengeluarkan ku dari sekolah jika Aku tetap dekat dengan Yaz."


"Kamu tidak perlu khawatir, Mereka tidak bisa sembarangan mengeluarkan mu karena Ayah ku juga salah satu donatur di sekolah mu."

__ADS_1


"Tapi orang tua Yaz donatur terbesar."


"Memang apa bedanya Misty, Tetap saja keputusannya harus melalui persetujuan donatur lainya, Dia tidak bisa sembarangan mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya pada yang lain."


"Jadi apa yang harus ku lakukan?"


"Ikuti kata hati mu, Jangan siksa dirimu dan juga Yaz."


"Wah wah wah, Dua wanita kesayangan sedang membicarakan apa?"


Abay merangkul Misty dan Mayra dari belakang.


"Ini rahasia perempuan, Ayo kita berangkat sekarang."


"Ya baiklah, Jika tidak ingin memberitahu." Abay mengusap kepala Adiknya dan melangkah pergi.


•••


Sesaat kemudian Mayra sampai di gedung kursus memasak.


Mayra turun dan memberikan helmnya pada Abay.


"Baiklah Abay Aku masuk dulu."


"Sekalian kerjain tugas ku juga ya."


"Siap Bosss."


Mayra tertawa mendengarnya.


Kemudian Mayra melambaikan tangan dan masuk ke dalam gedung.


Perlahan Mayra membuka pintu dan melihat semua peserta sudah berkumpul dengan tiga Chef yang mendampinginya.


"Selamat malam Chef." lirih Mayra dengan sedikit rasa takut karena sudah terlambat datang.


"Oh, Masih ada pesertanya," ucap salah satu Chef dengan tinggi badan sekitar 178cm dengan bulu-bulu halus yang begitu rapi mengitari rahang dan dagunya.


"Siapa nama mu?" tanya nya dingin.


"Mayra Chef."


"Mayra?"

__ADS_1


"Ya, Mayra Anindia Rhys."


"Kamu terlambat 5 menit 36 detik."


"M-m-maaf kan Aku Chef."


"Baiklah kali ini ku maafkan, Tapi tidak lain kali."


Mayra menganggukkan kepala dengan menunduk takut.


"Bergabunglah dengan yang lain."


Mayra mengangguk dan bergabung dengan peserta kursus yang lain.


Abay yang sedang mengerjakan tugas kuliah tidak begitu fokus dan terus memikirkan Mayra, Apa lagi sebelum Mayra berangkat memberinya kenikmatan yang belum pernah di lakukan sebelumnya membuat yang berada di bawah sana kembali tegak.


"Oughhh... Kenapa waktu berjalan begitu lambat," Abay mengusap wajahnya dengan kasar.


Kemudian Abay mengambil ponselnya dan menghubungi Mayra,


Mayra yang sedang sibuk, Meninggalkan tugasnya dan mengangkat telpon dari Abay.


"Hallo Mayra." ucapnya bersemangat.


"Abay ini masih 1 jam lagi jangan ganggu Aku." Mayra langsung mematikan ponselnya.


Abay menghelai nafas kasar dan kembali mengerjakan tugas.


Namun tidak lama kemudian Abay kembali menelfon Mayra karena merasa tidak tahan lagi dengan keinginannya yang seakan ingin segera di salurkan.


Mayra kembali mengangkat telfon dari Abay, Chef mulai memperhatikan Mayra yang sudah beberapa kali terus sibuk dengan ponselnya. Dengan tatapan tajamnya Chef melangkah mendekatinya.


"Mayra Saya perhatikan dari tadi kamu terus sibuk dengan ponsel mu, Bagaimana dengan tugas yang ku berikan?


Mayra segera menutup ponselnya dan bingung karena belum selesai mengerjakan tugas yang di berikan.


"Sebenarnya kamu niat belajar atau tidak Mayra, Ini hari pertama mu tapi kamu malah sibuk dengan ponsel mu!"


"M-m... Maafkan Aku Chef, Aku akan menyelesaikan tugas ku."


"Selesaikan dalam 30 menit dari sekarang." dengan langkah tegas Chef meninggalkan Mayra.


"Abaaay... Kamu benar-benar membuatku dalam masalah."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2