
Para Donatur sudah mulai berkumpul di ruang rapat,
Sedangkan Ravindra yang baru turun dari mobil menghentikan langkahnya melihat mobil lain parkir di sebelahnya.
Ravindra terseyum ramah melihat Tuan Haikal Wirayudha turun dari mobil tersebut. Begitupun dengan Tuan Haikal yang melangkah menghampiri Ravindra.
"Apa kabar Tuan Ravindra." sapa Tuan Haikal menjabat tangannya.
"Baik Tuan Haikal, Bagaimana kabar Anda?"
"Saya juga baik, Terimakasih."
"Oh ya kenapa di adakan rapat mendadak?"
"Putraku bilang ada seorang siswi yang dikeluarkan tanpa alasan oleh istriku."
"Benarkah?"
"Ya itu benar, Terkadang Aku juga tidak mengerti dengan pemikiran istri ku."
"Para wanita memang terkadang sulit di mengerti."
Mereka tertawa dan masuk melangkah bersama ke ruang rapat.
Tidak lama kemudian, Mirna juga datang dan langsung menuju ruang rapat tanpa permisi.
Semua Donatur yang hampir semua laki-laki tidak menghalangi Mirna untuk mengetahui apa yang akan mereka bahas.
"Oh, Nyonya Mirna juga datang?" tanya Ravindra.
"Saya adalah istri dari Donatur terbesar di sekolah ini, Jadi tidak ada yang bisa melarangku."
"Baiklah, Tidak masalah, Mari kita mulai."
Semua orang mengangguk setuju, Dan kepala sekolah menjelaskan kenapa Misty sampai di keluarkan tanpa menyebut nama Mirna.
"Tapi putraku sendiri yang mengatakan jika Siswi itu di keluarkan karena desakan Istriku?"
"Mas, Kamu tidak bisa menuduhku seperti itu di depan semua orang?"
"Ini bukan tuduhan, Tapi putramu sendiri yang mengatakan.
__ADS_1
Kamu tidak bisa berbuat seperti itu tanpa alasan yang jelas Mirna,
Dan kamu juga harus membicarakan ini semua pada donatur yang lain sebelum mengambil keputusan."
"Apanya yang tidak jelas, Semua kesalahan siswi itu sangat jelas, tanyakan saja pada guru dan semua murid yang satu kelas dengannya."
Sementara perdebatan terus berlanjut, Abay dan Mayra sampai di sekolah. Mereka langsung menuju ruang rapat setelah bertanya dengan salah satu siswa.
Setelah menemukannya, Mereka berdiri di depan pintu untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Jadi Anda bersikeras mengeluarkan siswi itu karena Dia tidak masuk sekolah selama dua minggu berbulan-bulan yang lalu?" tanya Ravindra.
"Jika sudah lama, Kenapa baru mempermasalahkan sekarang?" tanya donatur yang lain.
"Itu karena kelalaian dari guru yang mengabaikan siswinya tidak masuk selama itu, Tapi kita sebagai donatur harus mengambil tindakan tegas untuk tetap menjaga kualitas sekolah ini agar tetap menjadi sekolah terbaik di negri ini, Jadi baik lama ataupun baru peraturan harus di jalankan, Siswi itu sudah melanggar peraturan sekolah jadi Siswi itu pantas dikeluarkan!" tegas Mirna.
"Saya ingin bertanya pada guru Siswi itu," ucap Ravindra.
"Saya Tuan." wali kelas Misty berdiri menundukkan kepalanya.
"Apa alasan Siswi itu tidak masuk sekolah?"
"Itu hanya Alasan Dia saja,, Siapa yang tau alasan yang sebenarnya." cebik Mirna.
"Biar ku beri tau alasan yang sebenarnya kenapa Misty tidak masuk sekolah selama dua minggu."
Semua orang terkejut menoleh ke arah pintu melihat kedatangan Yaz.
Dengan penuh keberanian tanpa gemetar sedikitpun Yaz melangkah masuk dan berdiri di depan semua Donatur, Para guru dan kepala sekolah.
"Mamah ingin tau alasan yang sebenarnya kenapa Misty tidak masuk selama dua minggu? Sekarang dengarkan Aku baik-baik, Misty tidak masuk selama dua minggu itu karna diriku."
"Apa maksudmu Yaz, Jangan karena ingin membelanya lalu Kau menyalahkan diri mu sendiri."
"Itu benar Mah, Misty tidak masuk sekolah selama itu karna Aku telah melecehkannya."
Semua orang terjejut, Tak terkecuali Misty yang sejak tadi berdiri di depan pintu bersama Abay dan Mayra.
"Hentikan Yaz, Jangan menjatuhkan harga dirimu karna membela gadis kampung itu!"
"Cukup Mah, Ini lah kebenarannya, Aku telah menipu Misty agar mau datang kerumah, Setelah Misty datang kerumah, Aku..."
__ADS_1
PLAAKKKKK...!!!
Tamparan keras dari Tuan Haikal Wirayudha mendarat di pipi Yaz.
Semua orang berdiri tegang melihat Ayah menggampar putranya sendiri di depan semua orang.
Sedangkan Misty menangis di pelukan Mayra mengingat peristiwa malam itu."
"Kamu benar-benar telah mencoreng nama baik Papah yang selama ini Papah jaga."
"Apa yang kamu katakan, Yaz belum tentu bersalah, Mungkin saja Dia..."
"Dia sudah mengakuinya kamu bilang belum tentu bersalah?"
"Ya, Bisa saja Dia dalam tekanan orang lain, Jika itu benar kenapa mereka tidak melaporkan Yaz ke polisi, Kenapa mereka diam saja, Kenapa Dia malah semakin mendekati Yaz, Itu berarti gadis itu yang menggoda putra kita."
"Cukup Ibu! Cukup! Berhenti menyalahkan Misty. Aku bukan hanya melecehkannya tapi Aku sudah merenggut kesuciannya."
Semua orang kembali tercengang mendengarnya.
"Mereka tidak melaporkan ku karena tidak memiliki cukup bukti, Mereka juga tau tidak akan sanggup melawan keluarga kita.
Tapi sekarang Aku mengakui semua dosa-dosa ku di depan kalian semua, Jika diantara kalian ingin menghukum ku maka hukumlah Aku."
Yaz menangis dan bersimpuh menyesali perbuatannya.
Suasana pun menjadi hening, Semua orang tidak tau apa yang harus mereka lakukan karena melihat status YaZ yang seorang putra tunggal dari donatur terbesar di sekolah tersebut.
""Ibu selalu bilang padaku jika Misty tidak pantas untukku, Tapi kenyataannya adalah, Aku yang tidak pantas untuk Misty.
Setelah apa yang Aku lakukan padanya Dia masih memaafkan dan masih mau berteman dengan ku, Tapi apa yang Ibu kakukan padanya? Ibu terus mengancamnya hingga puncaknya hari ini, Ibu benar-benar mengeluarkan Misty dari sekolah ini."
Mirna terdiam tak bisa berkata-kata
Sedangkan Tuan Haikal melangkah ke hadapan Misty.
"Sudah ku putuskan Kamu tidak akan di keluarkan dari sekolah ini. Dan buat kesalahan Yaz, Aku serahkan padamu, Silahkan lakukan apapun untuk memberikan hukuman padanya!" dengan menyatukan kedua telapak tangannya sebagai permintaan maaf, Tuan Haikal pergi meninggalkan ruang rapat.
"Baiklah, Sepertinya rapat sudah selesai dan untuk masalah ini biar keluarga mereka yang menyelesaikan," ucap Ravindra mengakhiri rapat .
Bersambung...
__ADS_1