Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Kekecewaan


__ADS_3

Ravindra keluar dan melihat Mayra berada di luar bersama Abay dan Misty berdiri di depan pintu.


Mayra yang sudah lama tidak bertemu dengan Ayahnya langsung menyambut dengan pelukan hangatnya.


"Ayah sangat merindukan mu sayang."


"Mayra juga Ayah."


"Kapan kamu main ke rumah, Kami sangat kesepian tidak ada dirimu."


"Aku akan datang jika ada waktu luang Ayah."


"Biklah sayang Ayah kembali ke kantor dulu." Ravindra mengecup kening Mayra dengan penuh kasih sayang.


"Abay jaga putriku."


"Jangan khawatir Ayah."


Ravindra mengangguk dan meninggalkan sekolah.


Yaz berjalan kearah Misty dan dengan terpaksa Mirna mengikuti putranya.


Dengan diapit oleh Abay dan Mayra Misty menatap Yaz yang telah berdiri di depannya.


"Misty maafkan Aku, Jika Aku mengatakannya di depan semua orang,


Tapi itu harus ku lakukan Misty, karena memang ini semua akibat kesalahan ku, Bukan kesalahan mu."


"Aku tidak tau harus senang dengan pengakuan mu atau harus sedih karna pengakuan mu yang membuat orang-orang jadi tau keadaan ku, Aku juga tidak tau setelah ini Aku bisa menatap Mereka atau tidak."


"Maafkan Aku Misty ini semua karna kesalahan ku, Tapi Aku janji padamu Misty, Apapun masalah yang akan kamu hadapi nanti akan menjadi masalahku juga."


Mayra yang mendengarnya ikut meleleh di buatnya.


Kemudian Yaz menghadap ke depan Abay dan kembali meminta maaf padanya.


"Bang Bay maafkan atas perbuatan ku padamu dan juga Misty, Itu kesalahan terbesar dalam hidupku, Aku benar-benar menyesalinya Bang."


Abay meraih pundak Yaz dan memeluknya.


"Aku bangga padamu Yaz, Kamu menunjukan jika kamu memang benar-benar pria sejati, Kamu berani mengakui kesalahanmu di depan semua orang, Tidak semua orang bisa melakukan apa yang kamu lakukan Yaz." dengan bangga Abay menepuk-nepuk punggung Yaz.


Mirna yang sejak tadi berdiri di belakang putranya hanya bisa menahan kekesalannya.


"Seharusnya ini Aku lakukan dari dulu Bang, Maafkan Aku karena membutuhkan waktu yang begitu lama untuk melakukan ini."

__ADS_1


"Semua orang membutuhkan proses untuk menjadi yang lebih baik, Yang terpenting sekarang kamu sudah melakukannya."


"Bisa kita pulang sekarang?" tanya Mirna dengan sinis.


Yaz melesapkan pelukannya dan menoleh melihat Mamahnya.


"Baiklah Bang, Aku pulang dulu."


Abay menganggukkan kepalanya.


Begitupun dengan Yaz yang menganggukkan kepalanya pada Mayra dan Misty.


Tak mau berlama-lama lagi, Mirna langsung menarik lengan Yaz untuk segera meninggalkan mereka.


•••


Haikal sedang duduk di ruang tamu dengan kesal mengingat pengakuan putranya yang telah mencoreng nama baiknya di depan semua orang. Ia tidak pernah menyangka putra kebanggaannya sanggup melakukan itu di usianya yang masih terbilang muda.


"Apa yang salah dengan didikan ku." sesalnya.


Tak lama kemudian Haikal yang mendengar suara mobil datang langsung mengangkat kepalanya yang dari tadi tertunduk lesu.


Ia berdiri menyambut kedatangan putranya yang di titah masuk oleh sang istri.


"Ayah benar-bebar tidak menyangka kamu bisa melakukan hal sehina itu Yaz! Apa yang ada diotak sampai kamu melakukan hal sekeji itu di usiamu yang masih sangat muda! Apa kamu tidak memikirkan bagaimana nasib gadis itu, dan apa kamu juga tidak memikirkan nama baik Papah? Apa yang salah dengan didikan Papah sampai kamu bisa melakukan di luar nalar Papah?"


"Maafkan Aku Pah, Aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi, Aku akan terus berusaha memperbaiki diri, dan Aku akan bertanggung jawab pada gadis itu." Yaz bersimpuh di kaki Papahnya dengan penyesalan di hatinya.


"Sudahlah Mas, Yaz kan sudah minta..."


Haikal memberi isyarat agar Mirna tidak mengatakan apapun.


Kemudian Haikal menatap Istrinya dengan kesal.


"Ini juga semua gara-gara kamu Mirna, Jika kamu tidak membuat ulah dengan mengeluarkan gadis itu, Tentu masalah tidak akan seperti sekarang. Aku tidak tau bagaimana Aku menatap wajah mereka setelah peristiwa ini." Haikal pergi ke kamar dengan penuh kekecewaan pada anak dan istrinya.


•••


Mayra, Misty dan Abay sampai rumah.


Mereka yang sudah merasa begitu lelah dengan peristiwa yang sudah terjadi langsung masuk ke kamar masing-masing.


Abay langsung membaringkan tubuhnya yang terasa begitu lelah.


begitupun dengan Mayra yang berbaring di sebelahnya dengan berbantal lengan suaminya.

__ADS_1


"Abay.."


"Hmm.."


"Apa yang Yaz lakukan demi Misty itu sangat mengharukan bukan?"


"Ya kamu benar, Tidak semua orang bisa melakukannya, Apa lagi di usia Yaz yang masih sangat muda."


"Ya, Dia benar-benar terlihat seperti pria sejati."


Abay langsung berbalik badan menindih Mayra.


"Apa Aku tidak terlihat seperti pria sejati, Hem?" Abay menatap Mayra dengan tajam.


"A-a-Abay..." Mayra menjadi gugup di buatnya.


Abay mendekati wajah Mayra dan mencium belakang telinganya hingga membuat Mayra meremang geli.


"Aku sangat merindukanmu Mayra."


Mayra mengalungkan kedua tangannya ke leher Abay dan membuat Abay kembali menyusuri tengkuk lehernya.


Kemudian Abay menatap Mayra dengan penuh cinta sembari membelai mesra rambutnya.


Mayra menangkup wajah Abay dan mencium mesra kedua pipinya.


Abay tersenyum dan membalas ciuman Mayra.


Mayra terseyum sembari memalingkan wajahnya, Tanpa sengaja Netranya melihat jam sudah menunjukan pukul 19.00 Wib


Mayra pun langsung mendorong Abay dan beranjak duduk.


"Abay Aku akan terlambat." Mayra turun dari ranjangnya namun Abay kembali menarik tangannya.


"Mayra... Aku tidak suka kamu meninggalkan ku saat situasi seperti ini."


"Ayolah Abay, Ini hanya sementara, lagi pula besok kita kan libur kuliah,


Jadi kita bisa menghabiskan waktu bersama."


"Ya baiklah kamu boleh pergi sekarang, Tapi kamu harus janji besok harus bersama ku sepanjang hari dan Aku tidak ingin ada gangguan apapun lagi."


"Tentu Sayang." Mayra mencium Abay dan pergi ke untuk mandi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2