Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Izin Selingkuh


__ADS_3

šŸƒ Pagi Hari 🌻


Perlahan Mayra membuka matanya, Mayra melihat Abay sedang berlutut di sisi sofa dan tersenyum menatapnya.


Mayra segera duduk dan menatap Abay dengan bahagia.


"Abay..."


"Maafkan Aku Mayra, Maaf karena sudah marah-marah padamu, Maaf juga atas kesalahanku selama ini, Aku tidak bisa melihat ketulusan cintamu kepadaku."


Mayra yang mendengarnya menangis haru.


Abay mengusap air mata Mayra sembari menggelengkan kepalanya.


"Air mata ini akan jadi air mata terakhir untukmu, Setelah ini Aku tidak akan membiarkan air mata terjatuh lagi dari mata indahmu."


Mayra menjadi sangat emosional, Ia tidak kuasa menahan rasa haru yang luar biasa. Abay pun memeluknya dengan erat, Kemudian menggendong Mayra dan membaringkannya di ranjang.


Abay duduk mencondongkan tubuhnya di atas Mayra dan mendekatkan wajahnya, Mereka menjadi begitu sangat dekat hingga membuat jantung Mayra berdegup dengan sangat kencang.


Kemudian Abay membelai rambutnya, Lalu turun ke wajahnya hingga membuat Mayra menjadi malu dan menutupi wajahnya.


Abay tersenyum dan memegang kedua tangan Mayra agar tangannya tidak menutupi wajah cantiknya.


Mayra menurunkan tangannya dan menatap Abay yang tersenyum sangat manis padanya. Semakin lama Abay semakin mendekatkan bibirnya dan bersiap menciumnya, Dengan gugup Mayra memejamkan mata sembari menggengam erat kerah kemeja Abay.


"Mayra..."


"Hmm..." dalam mata terpejam Mayra mengukir senyumnya.


"Mayra"


"Mayra"


"Mayra cepat bangun!" triak Abay.

__ADS_1


Mayra terlonjak kaget menatap Abay yang berdiri di depannya.


"Apa Kamu memimpikan ku?" Abay menyeringai sembari menggelengkan kepalanya


Mayra memegangi kepalanya yang terasa sakit karena Abay membangunkannya dengan berteriak mengagetkannya.


"Teruslah bermimpi Mayra, Karena seumur hidup Kamu hanya akan memiliki ku dalam mimpimu saja."


Mayra memijit pelipisnya untuk meredakan rasa pening kepalanya.


"Oh ya ngomong-ngomong kemana Ayah kesayangan mu yang seperti tukang pukul itu? Dari kemarin Aku tidak melihatnya."


Dengan kesal Mayra beranjak dari duduknya dan meninggalkan Abay.


Namun Abay kembali menarik lengan Mayra kesisinya dengan Kasar.


"Awww." ringis Mayra kesakitan.


"Kalau di tanya itu jawab!"


Abay masih mencengkram lengan Mayra tak memperdulikan keluhan Mayra.


"Jawab dulu atau Aku akan semakin memperkuat cengkraman ku!"


"Ayah dan Ibu sedang berlibur di Bali, Sekarang lepaskan Aku Aww."


Abay menyeringai sembari melepaskan cengkramannya.


"Itu bagus, Jadi sekarang hanya tinggal Kita berdua." Abay mendekatkan hidupnya dan menghirup rambut Mayra dengan ekspresi mesumnya. Mayra beringsut mundur dan pergi menghindarinya.


"Kenapa Kamu menghindariku Sayang, Kemarilah mendekat padaku, Bukankah Kamu begitu menginginkanku?" dengan rasa bangga Abay memperlihatkan dadanya yang bidang.


"Sebenarnya apa yang Kamu inginkan Abay?"


Abay terseyum dan mendekati Mayra.

__ADS_1


"Pertanyaan bagus, Baiklah akan Ku katakan apa yang ku inginkan." Abay menjeda ucapanya.


"Kamu tau Aku tidak mencintaimu dan Kamu juga sudah mendengarnya berulang-ulang kali, Tapi Kamu tetap memaksaku untuk menikahimu, Jadi kalau sampai sekarang Aku tidak mencintaimu maka jangan salahkan diriku."


"Langsung saja ke intinya." tegas Mayra tanpa mau menatap wajah tampan suaminya yang kini terlihat bengis.


"Baiklah jika memang Kamu sudah tidak sabar mendengarnya,"


Dengan lembut Abay menyelipkan rambut Mayra ke belakang telinganya, Kemudian melanjutkan ucapannya.


"Sekarang dengarkan Aku baik-baik, Kamu tetap akan menjadi istriku di mata masyarakat, Tapi dengan satu syarat."


"Apa?" tanya Mayra dengan tatapan tajamnya.


"Biarkan Aku tetap bersama Nandini."


Mayra begitu shock mendengar syarat yang Abay ajukan,


Hatinya bagai teriris seribu belati, Air matanya nyaris tumpah,


Seluruh tubuhnya terasa lemas tak bertenaga, Kakinya terasa tak lagi berpijak ke bumi.


"Mayraaa......" Abay menahan tubuh Mayra yang nyaris terjatuh.


Mayra melepaskan diri dari dekapan Abay dengan tatapan kosongnya.


Dengan langkah gontai, Mayra masuk ke kamar mandi dan menumpahkan tangisnya dengan sekuat-kuatnya.


"Aaaaaaaaaaaaa.... Hiks hiks hiks hiks...."


Dengan menyalakan semua air keran, Mayra menangis terduduk memeluk Bathub.


Bersambung...


MASIH HARUS BANYAK BERSABAR YA PARA READERS INI UJIAN 😭

__ADS_1


__ADS_2