Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Menikmati Malam


__ADS_3

Yaz telah sampai mengantar Misty ke rumahnya.


Tidak membiarkan Supir mendahuluinya, Yaz bergegas turun dan membukakan pintu untuk Misty.


Yash mengulurlan tangannya untuk membantunya turun.


Dengan tatapan ragu-ragu, Perlahan Misty memegang tangan yash dan melangkah turun.


"Cukup disini saja, Aku tidak ingin Ibu melihat ku datang dengan laki-laki."


"Ya, Baiklah."


Namun belum sempat Yaz masuk ke mobil, Ibu keluar dan berteriak memanggil namanya.


"Mistyyyy... Apa yang terjadi padamu? Kenapa kaki dan tanganmu?"


"Aku hanya terserempet motor Ibu, Tenanglah Aku akan segera sembuh."


"Dan Dia?"


"Dia yg menolongku."


"Terimakasih nak, Siapa namam?"


"Yazid Tante."


Ibu begitu terkejut mendengarnya.


"Misty, Apa Dia orang yang sama dengan yang telah merenggut kehormatan mu?"


Misty hanya bisa mengangguk pelan.


"Bisa-bisanya kamu membawa orang yang sudah menghancurkan mu ke rumah!"


"Ibu Aku bisa jelaskan."


"Dan Kau! Beraninya datang kesini setelah apa yang sudah kamu lakukan kepada putriku!" ibu langsung menarik kerah Yaz dengan kasar.


Yaz hanya bisa menundukkan kepalanya, Ia benar-benar merasa malu dengan apa yang sudah Ia lakukan.


"Ibu... Lepaskan Yaz."

__ADS_1


"Setelah apa yang Dia lakukan padamu Kamu meminta Ibu melepaskanya?"


"Ibu Aku sudah memafkannya."


Ibu melepaskan Yaz dan menatap putrinya.


"Dengan mudahnya kamu memaafkan Dia?"


Misty menganggukkan kepalanya.


"Apa yang kamu fikirkan Misty! Bahkan sebelumnya Dia tidak datang kesini untuk meminta maaf padamu maupun keluarga kita, Tapi dengan mudahnya kamu memaafkannya?"


"Itu benar Ibu, Yaz sudah benar-benar menyesali perbuatannya dan Dia sudah minta maaf padaku."


"Kamu terlalu baik Misty, Perbuatannya tidak akan terhapus dengan kata maaf Misty, Dia telah merenggut sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu!"


"Aku akan bertanggung jawab Tante."


Misty tercengang mendengar ucapan Yaz. Begitu pun dengan Ibu yang langsung menoleh menatapnya.


"Maaf Aku, Aku memang salah tidak datang kemari untuk meminta maaf pada kalian, Tapi percayalah padaku, Jika Aku benar-benar menyesali perbuatanku dan jika Misty mau menerima ku, Aku siap menikahinya."


Misty mengalihkan pandangannya Ia sendiri tidak tau apa yang tengah di rasakan hatinya saat Yaz mengatakan itu.


"Sekali lahi Aku meminta maaf Tante."


"Sudah cukup! Kali ini Tante memaafkanmu karena kamu telah menolong Misty, Jika tidak, Tante tidak akan memaafkanmu semudah ini."


"Jadi Tante memaafkan ku?" tanya Yaz memastikan.


"Jangan pernah lagi menyakiti Misty." tegas Ibu yang langsung menarik Misty kedalam.


Misty menoleh ke belakang menatap Yaz yang juga tidak melepaskan pandangannya.


•••


RAJA AMPAT.


Abay terseyum melihat Mayra cemberut.


Kemudian Abay beranjak dari duduknya dan berpindah duduk di depan Mayra.

__ADS_1


Abay meraih tangan Mayra dan menatap mata yang mulai berkaca-kaca karena ucapanya.


"Banyak hal yang ku pikirkan, Seperti bagaimana cara membuatmu bahagia, Bagaimana cara membalas semua kebaikan mu dan bagaimana cara untuk membalas cintamu yang begitu luar biasa untuk ku."


"Abay..." Mayra memeluk Abay dengan haru.


Abay membalas pelukan Mayra dan mengusap-usap punggungnya.


Kemudian menangkup wajahnya dan mendaratkan ciuman nya.


Mayra memejamkan mata menikmati luma'tan demi lum'atan Abay yang semakin menggai'rahkan.


Dengan tidak melepas lum'atan nya Abay mengangkat tubuh Mayra dan membaringkan tubuh sang istri di kursi panjang di ruang terbuka.



Mayra langsung tersentak dan mendorong tubuh Abay.


kemudian Ia melihat area sekitarnya.


"Abay, Ini ruang terbuka, Bagaimana kalau ada orang lihat?"


"Tidak ada siapapun, Ini bukan hari libur hanya ada kita."


"Tapi Abay..." Abay langsung membungkam mulut Mayra dengan kembali melu'mat bibirnya.


"Eummhhh Hhhh..."


Abay menurunkan kecupannya ke lehernya hingga ke dada. Kemudian Abay menyibak kedua kaki Mayra dan mengusap miliknya yang telah basah.


"Akhhh..." sentuhan itu membuat Mayra meliukkan pinggulnya dan merapatkan kembali kedua pa'hanya.


"Ayo buat malam ini menjadi malam yang tak terlupakan," bisikan Abay di telinga Mayra dengan setengah mende'sah membuat tubuh Mayra berdesir.


Abay kembali membuka kedua pahanya dan bersiap melesapkan miliknya. Dengan satu kaki ke lantai dan satu lutut ke kursi Abay menggesekkan miliknya di bagian sensitif yang tersembunyi di dalam milik Mayra.


Mayra memejamkan mata menikmati sensasi yang membuatnya Mayang menikmati benda keras itu. dengan meremad kedua bukit kenyalnya Abay melesapkan miliknya hingga begitu dalam.


"Akhhhhh..." erangan kenikmatan dari keduanya saling bersautan menikmati penyatuannya.


Setelah puas bermain di ruang terbuka, Dengan tidak melepaskan miliknya, Abay Mengangkat tubuh Mayra ke dalam dan kembali melanjutkan permainan panasnya.

__ADS_1


Bersambung....


šŸ“Œ Ini hanya novel Kuy, jadi kisah Yaz Misty di bawa santuy saja. Bahkan Dunia nyata juga banyak si korban dan si pelaku di nikahkan.


__ADS_2