Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Sikap Kasar Abay


__ADS_3

Abay masih menunggu Nandini di bawah terik matahari yang semakin meninggi hingga berada di atas kepalanya.


Rasa dahaga mulai Ia rasakan, Ingin rasanya mengakhiri penantiannya. Namun Ia tidak mau sia-sia setelah menunggunya berjam-jam lamanya.


Saat Ia sudah merasa tidak kuat lagi, Abay melihat Nandini pulang dengan mobilnya.


Abay segera turun dan bergegas mendekati mobil Nandini.


"Nandu..." Abay mengetuk-ngetuk pintu mobil Nandini agar mau membukanya.


"Kamu kemana saja, Dari pagi Aku menunggumu."


"Aku kerumah mu Abay dan sekarang Aku sudah tau jika Kamu telah menikah."


"Turunlah Nandu, Aku bisa menjelaskannya."


"Apapun penjelasannya kamu telah menikah dengan Mayra."


"Tapi Aku tidak mencintainya, Aku menikahinya hanya karena pendidikan ku, Agar Aku bisa memperbaiki ekonomi keluarga ku, Agar Aku bisa meminangmu sesuai keinginan Ayahmu."


"Lalu sekarang apa Abay?" Nandini menatap Abay dengan sedih.


"Beri Aku waktu sampai Aku menyelesaikan kuliah, Setelah kuliah ku selesai Aku akan meninggalkan Mayra dan Kita... Kita akan bersama-sama lagi Nandu."


Nandini hanya terdiam mendengar apa yang Abay katakan.


"Nandu... Kumohon mengertilah keadaan ku kali ini saja, Ini juga tidak mudah magiku, Aku tinggal bersama orang yg tidak kucintai, sementara Aku harus jauh dari orang yang sangat kucintai."


Nandini menatap Abay dengan tatapan sendu. Ia merasa begitu terharu mendengar ucapannya. Meskipun Ia tidak mau membantu ekonomi keluarga Abay karena memang Orang tuanya tidak sekaya kluarga Mayra, Namun Abay masih tetap mencintainya.


"Nandu kumohon tetaplah bersamaku, Percayalah padaku, Aku tidak pernah menyentuh Mayra sama sekali."


Nandini yang mendengar itu langsung terseyum dan turun dari mobilnya. Kemudian memeluk Abay dengan erat.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Abay..."


"Aku juga sangat mencintaimu." Abay membelai rambut Nandini dan mengecup keningnya.


•••


Mayra telah sampai di rumah dan langsung masuk ke kamarnya.


Suasana sepi tanpa kehadiran kedua orang tuanya, Bertambah sepi ketika Mayra masih tidak mendapati Abay di rumahnya.


Ia juga sudah menelfon Ibu Mertuanya untuk menanyakan keberadaan Abay. Namun Ibu mertuanya juga tidak mengetahui keberadaan Abay.


Untuk menghilangkan kepenatannya Mayra mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk merendam tubuhnya dengan air hangat.


Cukup lama Mayra berendam, Sampai Mayra tertidur beberapa menit hingga di kagetkan oleh suara pintu kamarnya.


Mayra pun bergegas turun dari Bathub dan membilas tubuhnya, Kemudian keluar dan melihat Abay sudah duduk di tepi ranjang.


"Hallo Sayang apa Kamu menungguku?"


"Kemarilah Sayang," ucap Abay menepuk-nepuk sisi ranjangnya.


Dengan perasaan yang masih tak percaya, Mayra berjalan mendekati Abay. Kemudian Abay langsung memutar tubuh Mayra dan memeluknya dari belakang. bermain-main di tengkuknya sembari menghirup aroma tubuh Mayra yang begitu segar menusuk hidungnya.


Hembusan hangat nafas Abay membuat Mayra meremang seketika, sentuhan yang tidak pernah di rasakan setelah Mereka menikah, Membuat Mayra terbuai hingga Ia tersentak oleh suara Abay yang berbisik di telinganya.


"Cepat ambilkan Aku makan!" dengan nada memerintah, Abay melepaskan pelukannya dengan sedikit dorongan.


Mayra menatap Abay dengan tatapan tak percaya, Mayra tak habis fikir kenapa sikap Abay semakin berubah di setiap harinya.


"Apa yang Kamu fikirkan? Apa Kamu fikir Aku akan menyentuhmu?" Abay menyeringai dengan tatapan mengejek.


"Jangan terus menatapku seperti itu, Cepat pergi dan ambil makanan untuk ku."

__ADS_1


Mayra pun melangkah keluar, Belum juga Ia sampai pintu, Abay kembali menghentikannya.


"Ingat! Aku mau Kamu yang ngambilin, Bukan pelayanmu!"


Mayra mkembali melangkah meninggalkan kamar.


Tidak sampai 15 menit, Mayra kembali dengan membawa nampan berisi satu piring makan dan buah-buahan.


"Ayo cepat Mayra, Kenapa jalanya lambat sekali."


Mayra meletakan makanannya di meja.


Abay beranjak dari ranjangnya dan duduk di sofa. Kemudian mulai makan dengan lahap sampai Ia tersedak.


"Uhuk... Uhuk.. Uhuk..." Abay menahan sakit karena tersedak.


"Minum Mayra Uhuk... Cepat ambilkan Aku minum, Uhuk.."


"Tunggu Abay, Aku lupa mengambil air."


Abay terus terbatuk menahan rasa sakit terdesaknya.


Tidak lama kemudian Mayra datang dan memberikan segelas air putih padanya.


Abay menenggak habis air putihnya hingga batuknya hilang.


"Mayra apa Kamu tidak pernah melakukan pekerjaan apapun,


Apa Aku harus mengatakan dengan detail untuk mengambilkan ku makan dan minum sekalian? Kenapa kamu tidak mengerti kalau kamu mengambil makan kamu juga harus membawa minum?"


"Abay maafkan Aku, Aku benar-benar lupa."


"Halah! Kamu memang tidak bisa melakukan apapun, Kamu hanya bisa merengek saja sama Ayahmu!"

__ADS_1


Mayra menundukkan kepalanya dengan sedih.


Bersambung...


__ADS_2