Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Ketulusan Hati Istri


__ADS_3

Abay memegangi tangannya yang terasa semakin sakit Ia rasakan,


Bukan hanya tangannya, Bahkan seluruh tubuhnya juga terasa remuk karena perkelahiannya dengan Yaz dan terjatuhnya dari motor. Namun demi mengejar maaf dari sang Istri yang sudah berkali-kali Ia sakiti, Abay mengabaikan rasa sakitnya dan terus berusaha meyakinkan Istrinya jika Ia benar-benar menyesali perbuatannya.


"Kamu boleh memukul sepuas hatimu jika itu bisa menebus dosa-dosa ku padamu Mayra, Tapi satu hal yang harus kamu percaya, Aku belum melakukan itu dengannya."


"Kamu tidak melakukannya karena keburu ke grebeg warga kan, Kalau tidak, Pasti kamu sudah melakukan itu."


"Ya mungkin saja, Tapi Aku bersyukur karena Warga menghentikan ku sebelum Aku melakukannya, Jika tidak, Aku tidak akan sanggup menatap wajahmu Mayra."


Mayra terdiam mendengar ucapan Abay.


"Aku sangat menyesal karena menyia-nyiakan Wanita sebaik dirimu, Jika cinta mu masih ada untuk ku, Tolong berikan kesempatan untuk ku memperbaiki diri, Memperbaiki pernikahan kita."


"Aku tidak percaya kata-kata mu Abay, Kau sangat membenciku, Tidak mungkin tiba-tiba Kau berubah."


Abay kembali merapatkan tubuhnya dan berbicara dengan lebih lembut lagi pada Mayra.


"Kamu ingat saat Aku memaksa menciumu?" ucap Abay yang sembari membelai wajah Mayra dan menyelipkan rambut ke belakang telinganya.


Mayra menatap wajah Abay yang penuh dengan lebam lama maupun baru.


"Sejak Itu perasaan ku menjadi sangat aneh, Bahkan saat Aku menemui Nandini, Perasaan ku terhadapnya tidak lagi seperti dulu, Aku tidak menyukainya saat Dia menyentuhku, Ntah kenapa ada perasaan bersalah kepada mu Mayra." Abay menjeda ucapanya.


"Dan pada puncaknya, Aku melihatmu menangis, Hatiku benar-benar terasa nyeri Mayra, Aku merasa sedih melihatmu menangis, Sebab itu Aku meninggalkannya dan berlari mengejar mu, Tapi Aku tidak lagi menemukanmu..." Abay menghentikan ucapannya mengingat malam itu, Malam Ia menyadari ada perasaan yang berbeda pada Mayra bertepatan dengan malam terburuk untuk Adik perempuannya.


"Abay..." Mayra melihat Abay meneteskan air mata dan menyembunyikan dengan membelakanginya.


Mayra yang masih begitu sangat mencintai suaminya mendengar semua penjelasan yang terucap dari mulutnya membuat hatinya melunak, Apa lagi melihat kondisi Abay yang cukup parah, Mayra tidak mungkin membiarkannya begitu saja.


"Duduklah." titah Mayra.

__ADS_1


Abay dapat bernafas sedikit lega melihat kemarahan sang Istri yang mulai mereda.


Setelah mengambil kotak obat, Mayra duduk di depan Abay dan mulai membersihkan lukanya. Namun Ia menghentikan pengobatannya saat kesulitan karena kemeja panjang yang Abay kenakan.


Abay yang melihat keraguan Mayra segera membuka kemejanya. Namun karena luka di tangannya membuat Ia kesulitan.


"Mayra kenapa kamu diam saja, Bantu Aku membukanya Aww..." ringis Abay menahan sakit.


"Mayra cepatlah, Ini sakit sekali."


Dengan gugup Mayra pun membantu Abay membuka kemejanya.


"Aawww, Pelan-pelan Mayra."


"Ini sudah sangat pelan Abay, Tahan sebentar," Mayra terus menundukan pandangannya dan tidak berani menatap Abay, Karena selama hampir dua tahun Mereka menikah, Mayra belum pernah membantu suaminya membuka pakaiannya.


"Apa Kau merasa malu?" goda Abay.


Abay mengulurkan tangannya dan terus menatap wajah istrinya yang tengah serius mengobati luka di tangannya.


"Apa Kau sudah memaafkanku?"


Mayra hanya melirik Abay sekilas dan kembali mengobatinya.


"Mayra apa Kamu memaafkanku?" Abay mengulangi pertanyaannya.


"Sudah selesai Abay." Mayra beranjak dari duduknya. Namun Abay kembali menarik tangan Mayra sampai wajah Mereka menjadi sangat dekat. Mereka terdiam dan saling menatap satu sama lain untuk waktu yang cukup lama.


Abay memegang pipi Mayra untuk pertama kalinya dengan sentuhan penuh perasaan.


Mayra memejamkan mata merasakan sentuhan tangannya yang selama ini tidak Abay lakukan kepadanya.

__ADS_1


Kemudian Abay mendekatkan wajahnya dan berusaha mencium bibirnya. Namun Mayra mengalihkan wajahnya dan beranjak dari duduknya. Namun lagi-lagi Abay kembali menariknya dan langsung membuatnya berbaring.


Mayra semakin berdebar-debar saat kaki Abay menindih kedua kakinya dan terus menatapnya dengan lekat.


Mayra kembali mengalihkan pandangannya dan mencoba bangkit. Namun Abay kembali mendorongnya dan setengah badannya menindih tubuh Mayra.


Dengan penuh kelembutan, Abay mengisi Jari-jemari Mayra dengan jarinya.


Merekapun bergenggaman tangan dengan erat dan merasakan debaran jantung masing-masing.


Kemudian Abay mengecup kening Mayra dengan penuh kelembutan.


"Abayyyy..." lirih Mayra dengan nafas yang naik turun.


Kemudian Abay menurunkan kecupannya ke dua mata Mayra, Lalu ke dua pipi dan belum sempat Abay mendaratkan ciumannya ke bibir, Mayra berbalik badan


Abay tersenyum dan menyingkab rambut Mayra yang menutupi lehernya, Kemudian mencium telinganya dan menyapu tengkuknya.


Mayra meremang dan kembali membalikkan badan.


Kemudian Mayra langsung melingkarkan kedua tangannya ke leher Abay hingga membuat wajah Abay terbenam di ceruk lehernya.


"I love u Abay, I love u, Aku sangat mencintaimu," ucap Mayra dengan memejamkan matanya.


Abay terseyum dan kembali mencium kening Mayra, Kemudian Abay membalikkan tubuhnya dan membuat Mayra tertidur di lengannya.


Bersambung...


PANDANGAN ORANG YANG MELIHAT DENGAN PANDANGAN ORANG YANG MENCINTAI SETULUS HATI PASTI BEDA, MUNGKIN MENURUT ORANG YANG MEMANDANG MAYRA ITU BODOH, TAPI ITULAH CINTA, TERKADANG CINTA MENGALAHKAN SEGALANYA MESKIPUN SERINGKALI MEMBUATNYA TERLUKA.


SO BUAT YANG MASIH SUKA ALURNYA, TERUS IKUTI, JIKA TIDAK AUTHOR TIDAK MEMAKSA šŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2