
Abay membenamkan dagunya di pundak Mayra dari belakang sambil terus memperhatikan Yaz dan Misty yang sama-sama canggung layaknya remaja yang sedang jatuh cinta.
"Mayra, Apa menurutmu Mereka akan saling jatuh cinta?"
"Ya, Tentu saja, Bahkan menurutku sekarangpun Yaz sudah mencintai Misty."
"Benarkah? Apa menurutmu Yaz orang yang baik untuk Misty?"
"Pada dasarnya semua orang baik, Tapi setiap orang pernah melakukan kesalahan, Dan Yaz telah menyadari kesalahannya, Dia sangat berusaha keras untuk memperbaiki diri."
"Ya kamu benar Mayra, Aku juga pernah melakukan kesalahan padamu."
Mayra berbalik badan menatap Abay. Kemudian mengusap wajahnya dengan senyum tipisnya.
"Sudahlah Abay, Aku sudah melupakannya."
"Apa Misty juga akan melupakan kesalahan Yaz seperti kamu melupakan kesalahan ku?"
"Ya tentu saja, Jika Yaz tulus mencintai Misty, Misty pasti akan luluh dan melupakan kesalahan Yaz selamanya."
"Seperti ketulusan cintamu yang membuat hatiku luluh padamu Mayra." Abay mendekati wajah Mayra Namun Mayra menghentikannya dengan meletakkan telapak tangannya di dada Abay.
"Sejak kapan kamu mencintaiku Abay?"
"Entahlah Mayra, Aku tidak tau kapan itu terjadi, Yang Aku tau saat ini Aku sangat mencintaimu, Aku selalu ingin bersamamu, Selamanya."
•••
Mirna tengah menyaksikan video bagaimana Yaz memaksa masuk ke rumah Misty dari supir yang di suruh ya untuk membuntuti Yaz.
__ADS_1
Mirna benar-benar merasa marah putra kebanggaannya yang selalu di ingatkan untuk bergaul dengan orang dari kalangannya malah terus mengejar Misty yang berasal dari kalangan menengah kebawah.
"Gadis kampung itu benar-benar sudah membuat putraky hilang akal, Dia sama sekali tidak takut dengan ancaman ku!" Mirna beranjak dari duduknya dan mengepalkan kedua tangannya.
"Gadis itu fikir Aku hanya menggertaknya saja, Heh! Lihat saja Aku akan membuat ancamanan ju jadi kenyataan." Mirna yang sedang asik bicara sendiri tersentak melihat Yaz pulang.
Yaz menghentikan langkahnya sejenak menatap Mamahnya yang menatapnya tajam. Kemudian tanpa bicara satu patah pun, Yaz berlalu pergi meninggalkan Mamahnya.
Mirna menatap punggung Yaz yang menaiki tangga satu persatu dengan kesal.
"Lihat saja apa yg akan Mamah lakukan besok!" batin Mirna.
•••
Abay dan Mayra sampai di tempat kursus.
Mayra yang merasa sudah terlambat langsung berlari masuk tanpa mengatakan apapun pada Abay.
Dengan langkah perlahan Mayra membuka pintu ruangan dan melihat semua peserta sudah sibuk dengan tugasnya.
Mayra membalikan badan dan melihat Chef Alan sudah berdiri menatapnya dengan tajam.
Mayra beringsut mundur dan merasa begitu takut akan kembali di marahi Chef Alan.
"Apa kamu melihat jam itu?"
Mayra mengangguk-anggukkan kepalanya dengan tegang.
"Ini ketiga kalinya kamu membuat kesalahan!"
__ADS_1
"M-m... Maafkan A-a-Aku Chef, Tadi...."
"Aku tidak ingin dengar alasan lagi Mayra! Aku paling tidak suka dengan orang yang tidak disiplin dan kamu orang yang sangat tidak di siplin, Sekarang keluar dari sini!"
"Tolong beri Aku kesempatan sekali lagi Chef, Aku janji tidak akan pernah membuat kesalahan lagi."
"Kamu terlambat 24 menit Mayra! itu bukan waktu yang sebentar!
Selama 3 hari ini Aku melihat kamu tidak bersungguh-sungguh ingin belajar, Kamu hanya membuang-buang waktu dan energi ku saja Mayra!" teriaknya.
"Aku ingin benar-benar belajar Chef, Tapi..."
"Tapi ada saja alasannya!"
"Kali ini Aku tidak beralasan Chef, Aku.. A-e.. maksudku tadi ada sedikit masalah dirumah, Kumohon Chef beri Aku kesempatan sekali lagi,
Aku janji Aku tidak akan membuat kesalahan." Mayra bersimpuh di kaki Chef Alan dengan wajah memelas.
Seketika Chef Alan merasa kasihan dan menarik keputusannya.
"Baiklah, Kali ini Aku maafkan, Tapi jika kamu membuat kesalahan lagi, Aku tidak ingin lagi melihat wajah mu berada di kelasku!"
"Terimakasih Chef, Terimakasih." Mayra menciumi tangan Chef Alan hingga membuatnya merasa canggung.
"M-m-maaf Chef, Aku terlalu bahagia."
"Sekang ikut dengan ku!"
Mayra mengangguk dan mengikuti arahan Chef Alan yang mulai mengajarinya memasak.
__ADS_1
Bersambung...