Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Honeymoon


__ADS_3

Abay dan Mayra sudah sampai di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong sekitar pukul 08.35 WIT, Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal menuju Raja Ampat.



Raja Ampat yang keindahannya tidak kalah dengan Maldives.


Terletak di provinsi Papua Barat, Memiliki lanskap atau bentang alam yang begitu unik.



Pulau-pulau karang kecilnya bak perhiasan yang mampu menyihir tiap wisatawan, Apa lagi ditambah dengan perairan yang begitu jernih, Membuat Abay dan Mayra tidak merasa letih melihat keindahannya meskipun telah menempuh perjalanan berjam-jam.


Setelah menaiki kapal sekitar 2 jam, Mereka pun sampai di penginapan.



Penginapan unik yang di bangun di atas air membuat Abay dan Mayra merasakan pengalaman yang berbeda.


Apa lagi saat mereka masuk ke dalam dan melihat sambutan di atas tempat tidur, Membuat Abay dan Mayra saling memandang canggung.




Abay duduk di tepi ranjang dan mengambil bunga yang ada di atas tempat tidur itu, Kemudian memberikannya pada Mayra.


"Maukah kamu menikahiku lagi?" tanya Abay.


Mayra terseyum menggelengkan kepalanya.


"Kemarilah Mayra, Kenapa berdiri saja."


Perlahan Mayra melangkahkan kakinya dan duduk di sebelahnya.


Mayra benar-benar merasa gugup, Bahkan lebih gugup dari malam pertama kalinya Ia tidur bersama Abay.


"Kamu ingin makan?" tanya Abay.


"Tidak, Aku hanya merasa sangat lelah."

__ADS_1


"Kalau begitu berbaringlah."


"Hah!"


"Berbaringlah Mayra Aku akan memijat mu."


"Tidak-tidak."


"Kenapa Mayra, Kamu istriku, dan lagipula ini bukan yang pertama kalinya Aku menyentuh mu." goda Abay.


"Bukan begitu Abay, Kamu juga pasti merasa lelah kan, Jadi lebih baik kita sama-sama istirahat."


"Aku akan istirahat setelah memijat mu."


Abay langsung membaringkan tubuh Mayra dan menyingkirkan hiasan dua angsa yang dirasa mengganggu.


Kemudian Abay merayap turun dan membuka celana jeans yang Mayra kenakan.


"Abay..." Mayra mencoba menahannya namun Abay tidak membiarkannya.


"Ini biar lebih mudah," ucap Abay sambil mengambil handbody di tas Mayra untuk mengurut kakinya.


"Biarkan saja, Biar makin semangat pijitnya," ucap Abay tertawa.


"Abayyy..." mendengar hal itu membuat Mayra merona.


Abay yang terus mengelus-elus kaki mulus Mayra sembari melihat underwear dengan tali kecil di kanan kirinya membuat Abay ingin segera menikmatinya.


Dengan menelan salivanya Abay menaikan kaki Mayra di pundaknya, Kemudian menelusurinya dengan bibir dan lidahnya.


Mayra yang tidak pernah di perlakukan seperti itu meliak-liuk menahan geli dan nikmat menjadi satu.


setelah menciumi kakinya Abay membalik tubuh Mayra sampai Mayra tengkurap dan memperlihatkan tali kecil yang menyelip di bo'kong sintalnya.


Abay meremad bongkahan bo'kong itu dan memberinya gigitan kecil di sana.


"Akhhh." lirih Mayra yang mendapat gigitan tiba-tiba.


Desa'han itu membuat Abay semakin berga'irah dan menarik pinggul Mayra mendekat dirinya yang berdiri di tepi ranjang.

__ADS_1


Setelah itu Abai melucuti pakaiannya dan menarik ttali underwear yang menganggu dirinya untuk memasuki lupabang kenikmatannya.


Dengan menaikan bo'kong Mayra dan mensejahterakan dengan senjatanya Mayra membenamkan wajahnya di atas ranjang, Tangannya menggenggam erat seprei saat milik Abay semakin lama semakin melesap sempurna ke dalam miliknya.


"Arkhhhh..." lenguhan yang cukup panjang dan keras saat Abay menghentakkan miliknya.


Posisi yang berbeda dari sebelumnya membuat Mayra kembali merasa sakit namun lebih terasa nikmat dengan posisi demikian.


"Arrrgghhhh..." Begitupun dengan Abay yang merasa miliknya begitu teresap kuat di dalam sana.


"Oh... Mayraaa..."


"Abay...."


"Mayraaa..."


"Abay...."


Entah sudah berapa kali Mereka saling menyebut nama masing-masing seiring hentakan yang semakin lama semakin cepat.


Abay yang merasa tubuhnya akan meledak menarik rambut Mayra menahan kenikmatan yang terasa lebih nikmat dari hubungan badan yang pertama kali Mereka lakukan.


"Akhh... Akhhh... Akhhhhh..." Mayra semakin meracau tak karuan menikmati hentakan yang Abay berikan.


Tempat yang nyaman dan susunana yang sepi membuat keduanya bebas melenguh tanpa khawatir ada yang mendengar desa'han jahanam mereka.


"Mayra Sayang... Oughhh..." Abay menengadahkan kepalanya ke atas bebarengan dengan semburan air hangat yang Ia keluarkan di rahim Istrinya


Begitupun dengan Mayra yang merasa lututnya begitu lemas dengan apa yang baru saja Ia nikmati.


"Hohhh... Hoh..." Abay menjatuhkan diri di atas punggung Mayra yang sudah di penuhi oleh keringat kenikmatan.


"Terimakasih sayang." Abay menarik tubuh Mayra ke sisinya dan memeluk Mayra dari belakang.


Mereka pun memejamkan mata dan melalui hari pertama mereka dengan penuh gai'rah membara.


Bersambung...


šŸ“Œ KHUSUS UNTUK PENIKMAT 21+ šŸ„µšŸ”„

__ADS_1


UKHTI SHALIHAH DI LARANG MAMPIR ā€¼ļø


__ADS_2