Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Di Grebek


__ADS_3

šŸƒ Pagi Hari 🌻


Mayra beranjak dari ranjangnya dan melihat Abay yang masih tidur pulas di sofa. Mayra tersenyum mengingat perlakuan Abay semalam.


Kemudian Mayra pergi ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Mayra keluar dari kamar mandi dengan mengenakan bathrobe sebatas lutut, Ia dikejutkan oleh Abay yang sudah berdiri di belakangnya bersandar di pintu.


"Kamu sudah selesai?"


"E-e ya." ucap Mayra yang sedikit gugup.


"Baiklah, Gilirannku."


Alia menganggukan kepalanya dan mengganti pakaiannya.


Kemudian pergi ke dapur untuk mengambil sarap untuk Abay.


Sejak Orang tua Mayra pergi ke Bali, Abay hanya mau makan di kamar dan di layani oleh Mayra, Jadi meskipun Mayra tidak bisa masak, Mayra lah yang selalu membawa sarapan ke kamar untuk Abay.


Beberapa saat kemudian Abay keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan boxernya. Mayra memberikan pakaian yang sudah Ia siapkan.


Setelah selesai mengenakan pakaiannya, Abay duduk dan bersiap menyantap sarapannya. Abay yang melihat Mayra hanya berdiri melihatnya menyuruhnya duduk bersama.


"Duduklah Mayra, Kita sarapan bersama."


Mayra terseyum bahagia dan duduk bersama.


•••


Misty telah sampai di sekolahnya dan langsung menuju kelasnya.


Yaz yang tiba-tiba keluar dari kelasnya hampir menabrak Misty.


Namun Ia berhasil menjaga keseimbangannya sehingga mereka hanya saling berhadapan dengan sangat dekat.


Misty menatap Yaz penuh kebencian. Sedangkan Yaz tidak berani menatap matanya.


Tanpa mengatakan apapun Misty melewati Yaz dengan sedikit menabrakkan lengannya.


"Misty, Bisa kita bicara?"


"Tidak!"


"Kali ini saja Misty."


"Aku tidak sudi bicara pada Pria sombong dan tidak punya hati sepertimu."


Kata-kata Misty sungguh menusuk hatinya. Yaz benar-benar merasa terhina karena baru kali ini ada yang berani bicara seperti itu padanya.


Dia adalah Putra tunggal dari donatur terbesar di sekolah Mereka tapi seorang Misty yang hanya Anak tukang sayur keliling berani melawannya tanpa rasa takut.


•••

__ADS_1


Seperti biasa, Pada malam hari Abay menemui Nandini.


Bahkan kali ini Mereka sengaja bertemu di rumah Nandini yang tengah di tinggal oleh kedua orang tuanya yang tengah pergi ke luar kota.


Dengan bahagia Nandini berlari menyambut kedatangan Abay, Ia langsung berlari memeluk kekasihnya seperti sudah lama tak bertemu.


Abay hanya tersenyum dan membalas pelukannya.


"Masuklah Sayang."


"Jadi Kamu hanya sendiri di rumah?"


"Ya, Orang tuaku ada pekerjaan di luar kota dan asisten rumah tangga Aku berikan cuti, Jadi Kita bisa menikmati waktu bersama sepanjang malam."


"Dasar gadis nakal," Abay mencubit hidung Nandini dengan gemas.


Nandini tertawa manja bergelayut di pundaknya.


"Oh ya, Apa Kamu bilang pada Istri status mu kalau kamu akan kesini?"


"Tentu."


"Dan Dia mengizinkannya?"


"Siapa yang bisa menolak keinginan ku?"


"Bagaimana caramu melakukannya?"


"Dengan sedikit kelembutan, Sedikit senyuman Dia pasti akan melupakan semua kesalahanku."


"Ya bisa dibilang begitu," Mereka tertawa jahat dan saling berpelukan dengan setengah berbaring di sofa.


Sementara di lain tempat, Mayra tidur cepat karena sudah tau jika Suaminya akan pulang terlambat untuk berkencan dengan kekasihnya.


Kini Abay dan Nandini sedang makan malam romantis di kamar pribadinya. Dengan taburan mawar merah dan cahaya lilin membuat keduanya larut dalam suasana sunyinya malam.


Tetangga yang sejak kedatangan Abay memgawasi dari luar rumah mulai menaruh curiga karena sudah berjam-jam Abay tidak juga keluar.


Tidak mau gegabah mengambil keputusan, Ia pun memanggil warga yang lain. Mereka berkumpul mengawasi dan menunggu beberapa jam lagi barangkali Abay akan segera meninggalkan rumah gadis yang tengah sendirian itu. Namun sampai jam menunjukan pukul 02.00 dini hari, Abay tidak juga keluar dari rumah Nandini dan membuat warga tidak bisa lagi menahan diri untuk menggebrak Mereka.


Mereka segera menerobos masuk dengan mendobrak pintu.


Para warga mulai mencari di setiap kamar dan rumah satu lantai yang cukup besar itu. Dan akhirnya para warga nenemukan kamar yang di isi oleh Mereka berdua.


GUBRAAAAAKKKK...!!!


Abay dan Nandini terlonjak kaget melihat banyak warga yang sudah masuk ke kamarnya.


"Dasar bejatttt." triak salah seorang warga yang melihat keduanya sudah setengah telanjang di atas ranjang.


Nandini meraih selimut dan menutupi tubuh yang hampir polos.


Sementara Abay hanya mengenakan boxernya.

__ADS_1


"Ternyata benar dugaan Kita, Kalian berbuat maksiat di lingkungan Kami."


Nandini menyembunyikan wajahnya di belakang Abay dengan memegangi tangan kekasihnya.


"Tunggu! Sepertinya Aku pernah mengenalmu," ucap salah seorang warga mengangkat wajah Abay yang tertunduk.


"Ya... Sekarang Aku ingat, Kamu kan Athariz Bayhaqi menantu dari Tuan Ravindra Rhys." ucapnya yakin.


"Apa! jadi Dia sudah punya istri?" saut yang lainnya.


"Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan, Tuan Ravindra harus mengetahui kelakuan bejat menantunya."


"Ayo bawa Mereka, Mereka harus dihukum dengan cara yang tidak akan mereka lupakan seumur hidupnya."


"Ayo... Ayo..." seru warga sembari menyeret Abay dan Nandini.


"Berhenti!" triak Abay.


"Setidaknya kalian nemberi waktu kepada Nandini untuk memakai pakaiannya." tawar Abay.


"Kenapa? Apa kalian merasa malu? Kemana rasa malu Kalian saat melakukan hal menjijikkan ini?"


Abay hanya menundukkan kepalanya. Sementara Nandini menaikan tali lingerie untuk menutupi dadanya yang terbuka.


"Ayo, jangan buang waktu lagi, Seret Mereka dan arak keliling komplek sampai ke kediaman Tuan Ravindra."


Tanpa mempedulikan Nandini yang hanya memakai lingerie dan Abay yang memakai boxer, Warga mengarak Mereka keliling komplek hingga menarik perhatian warga lain untuk menyaksikannya.


Setelah mempermalukan Mereka sampai ujung kompleks.


Warga meminta Abay dan Nandini masuk ke mobil untuk di bawa ke kediaman Ravindra.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari satu jam, Mereka pun sampai di kediaman Ravindra.


Warga segera menyeret Mereka keluar dan meneriakkan nama Tuan Ravindra hingga mengagetkan satpam yang sedang berjaga.


Satpam segera membuka gerbang dan langsung di terobos oleh warga yang menyeret Abay dan Nandini.


"Tuan Ravindra... Tuan Ravindra..."


"Mereka tidak ada di rumah Pak." ucap Satpam kemudian menatap Abay dengan tatapan penuh tanda tanya.


Abay masih merasa tenang karena tau mertuanya tidak ada di rumah.


"Siapa yang ada di rumah?"


Sayup-sayup Mayra mendengar keributan di luar rumahnya.


Suara keributan itu semakin terdengar dengan jelas saat Mayra membuka matanya, Mayra segera bangun dan melangkah ke balkon untuk melihat keributan apa yang terjadi.


Mayra yang melihat begitu banyak warg di pelataran rumahnya bergegas turun kebawah.


"Ada apa ini?" Mayra membelalakkan matanya begitu melihat Abay yang berdiri di tengah-tengah warga dengan hanya mengenakan boxernya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2