Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Pesta


__ADS_3

Malam Hari 🌙


Abay dan Mayra tengah bersiap untuk menghadiri pesta yang teman-temannya adakan.


Setelah bersiap Abay menatap Mayra dengan penuh kekesalan.


"Apa kamu bahagia?" tanyanya kesal.


"Apa maksudmu?"


"Ini kan yang Kamu inginkan, Berpesta dan menunjukan pada teman-teman jika Kita telah menikah?"


"Apa yang kamu katakan Abay?" Mayra tetap berusaha tenang.


"Sudahlah Mayra, Aku tau semua ini rencanamu, Kamu pasti yang meminta teman-teman untuk mengadakan penyambutan Kita di kampus dan mengadakan pesta ini, Iya kan?"


"Berhenti menuduhku untuk segala sesuatunya Abay, Jika kamu tidak ingin pesta ini kenapa Kamu tidak menolaknya? Kenapa Kamu baru mempermasalahkan ini dan menuduh ku?"


Abay terdiam dengan jawaban yang Mayra berikan.


"Kamu akan terus berdiri disini apa akan berangkat denganku?" dengan kesal Mayra meninggalkan Abay.


Dengan menghelai nafas kasar Abay pun mengikuti Mayra


•••


Tidak sampai satu jam Mereka sampai di Resto yang teman-temannya adakan. Mereka terdiam melihat susunan dan nuansa detail dekorasinya yang membuat semua sudutnya begitu cantik. Di area indoor kesan mewah nan elegan, Sementara di area outdoor terasa lebih santai, fresh dan menyatu dengan alam berkat pepohonan rimbun yang ada di sekelilingnya. Kolam renang yang cantik dengan konsep infinity pool juga memberi tambahan kesegaran dan relaksasi untuk yang ingin melepas penat.

__ADS_1


Teman-temannya benar-benar telah menyiapkan tempat terbaik untuk merayakan pernikah Abay dan Mayra.


Teman-teman yang sudah menunggu kehadiran Mereka segera menyambut kedatangan Abay dan Mayra.


"Akhirnyaaa... Kalian datang juga." ucap Vicky mendekati Mereka.


"Kemarilah-kemarilah, Mereka mempersilahkan Abay dan Mayra duduk kemudian memulai Pesta.


Abay dan Mayra hanya duduk terdiam melihat teman-temannya mulai menari di iringi musik disco.


Vicky yang melihat mereka hanya duduk diam menghampiri Mereka.


"Kenapa kalian hanya duduk diam, Ayolah Kita menari, Ini kan pesta kalian?"


"Tidak, Kau saja," ucap Abay.


"Ayolah Abay, Ayolah Mayra." Vicky menarik tangan Mereka dengan paksa, Akhirnya Abay dan Mayra pun terpaksa menurutinya.


Abay dan Mayra tersentak dan menoleh ke arah teman-temannya. Kemudian Abay menarik tubuh Mayra agar berdiri dengan benar.


"Kalian memang benar-benar pasangan romantis." pekik Vicky.


"E-e Aku mau ke toilet dulu." ucap Abay langsung meninggalkan Mayra dan teman-temannya.


Saat menuju Toilet, Abay tak sengaja bertabrakan dengan seorang Wanita.


"Abay..."

__ADS_1


Abay yang masih tertunduk mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Wanita yang Ia tabrak.


"Nandini Kau..."


"Abay Kamu kemana saja, Kenapa selama satu minggu ini Kamu tidak bisa di hubungi?" tanya Nandini yang langsung memeluk Abay.


Mayra yang juga ingin ke toilet terkejut melihat Abay dan Nandini berpelukan. Begitupun dengan Abay yang langsung melepaskan pelukan Nandini.


"E-e.. Maaf kan Aku, Aku tidak tau kalau Kamu sedang menemuinya." ucap Mayra yang menyadari posisinya.


Abay hanya terdiam menatap Mayra. Sedangkan Nandini menatap Mayra dengan penuh selidik hingga Nandini melihat cincin yang Ia tau milik Abay telah melingkar di jari telunjuknya.


"Abay, Bukankah itu cincinmu? Kenapa ada pada Mayra?" selidik Nandini.


"Nandu Aku dan Mayra..." Belum sempat Abay menjawab teman-teman datang mengajak Mereka kembali ke pesta.


"Oh rupanya kalian disini, Ayolah Abay, Ayaolah Mayra, Kita lanjutkan pestanya."


Mayra terus menoleh kebelakang sembari menuruti teman-teman mengajaknya pergi dari sana.


Kemudian Vicky merangkul Abay dan membawanya kembali ke pesta.


Abay menoleh ke belakang menatap Nandini dan meninggalkannya tanpa menjelaskan apapun.


Nandini merasa sesak dengan apa yang ada di pikirannya.


Kemudian Ia berjalan mengikuti Mereka. Nandini melihat Abay dan Mayra yang di suruh memotong kue pernikahan dan saling menyuapi satu sama lain, Dengan confetti warna warni yang bertaburan di atas Mereka, Teriakan selamat dari teman-temannya mengakhiri Pesta yang Mereka adakakan.

__ADS_1


Nandini merasa shock dengan apa yang Ia saksikan, Sampai Ia hampir kehilangan keseimbangannya.


Bersambung...


__ADS_2