Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Pertemuan


__ADS_3

Abay mengusap air matanya saat ponselnya berdering.


Ia meraih ponselnya dan melihat nama Nandini tertulis di sana.


Ia menempelkan benda pipih itu di telinganya.


"Abay, Kenapa sejak malam itu Kamu tidak lagi menghubungi maupun menemuiku?"


Abay yang mengingat malam itu merasa kesal dan melempar ponselnya hingga hancur berkeping-keping. Abay kembali menangis menyesali perbuatannya. Seketika Ia begitu membenci Nandini yang telah membuat hidupnya jadi berantakan.


"Bang Bay, Ada apa, Suara apa tadi dan kenapa Bang Bay menangis?"


Abay meraih tangan Rayyan dan memeluknya dengan erat.


"Jadilah Anak yanh baik, Jangan seperti Bang Bay."


"Kenapa Bang Bay mengatakan itu, Bang Bay adalah Abang yang terbaik yang ku miliki."


"Tidak Rayyan, Bang Bay telah gagal memberi contoh yg baik pada kalian, Abang juga gagal menjaga Misty, Seharusnya Abang sebagai anak yang tertua, Sebagai pengganti Ayah, Abang bisa bertanggung jawab pada kalian, Tapi apa yang Abang lakukan..." Abay kembali menangis, kali ini Abay benar-benar menyesali perbuatannya.


"Lepaskan Aku, Lepaskan Aku..."


Jeritan Misty mengagetkan Abay dan Rayyan, Mereka segera berlari ke kamarnya.


"Jangan... Jangan... Lepaskan Aku." racau Misty.


"Misty..." Abay menangkup wajah Misty untuk membangunkan dari mimpi buruknya.


"Misty bangunlah Misty, Lihat ini Bang Bay."


"Lepaskan... Lepaskan..."


"Buka matamu, Lihat ini Bang Bay, Tidak akan ada sesuatu yang buruk terjadi padamu."


Misty membuka matanya dan melihat Abangnya. Nafasnya memburu seakan baru berlari dengan begitu kencangnya.


"Misty...."

__ADS_1


"Bang Bay..." Misty langsung memeluk Abay dengan erat.


Abay kembali meneteskan air matanya melihat keadaan Adiknya.


šŸƒ Pagi Hari 🌻


Yaz kembali ke sekolah seperti tak terjadi apa-apa.


Ia terdiam melihat bangku Misty yang kosong dan mengingat apa yang sudah Ia lakukan padanya.


"Selamat pagi anak-anak."


Sapaan dari Guru mengagetkan Yaz yang masih berdiri melamun.


"Kamu sudah masuk Yaz?"


Yaz hanya mengangguk dan duduk di bangkunya.


"Misty belum masuk juga?" tanya Bu guru.


"Sudah 4hari ini loh tidak masuk, Keluarganya juga tidak memberitahu alasan kenapa Misty tidak masuk, Apa kalian ada yang tau kenapa?"


Anak-anak menggelengkan kepalanya.


"Suhana bukankah Kamu teman dekatnya Misty, Apa kamu tau kenapa Misty tidak masuk?"


"Empat hari lalu Abangnya Misty datang ke sekolah dan mengatakan Misty kurang sehat."


"Benarkah? Tapi Dia tidak menemui Ibu."


"E-e... Sebenarnya Dia kesini mencari..." Suhana menghentikan ucapannya karena melihat Yaz terus menatapnya dengan tajam.


"Mencari siapa Suhana?"


Suhana kembali menatap Yaz dan melihat Yaz memberi isyarat memenggal leher dengan pulpennya.


"Suhana, Kenapa kamu tidak melihat Ibu saat sedang berbicara?"

__ADS_1


"E-e... S-s... Sebenarnya Abangnya Misty kemari, Hanya ingin menyampaikan jika Misty kurang sehat, Tapi Aku lupa menyampaikannya pada Ibu."


Yaz menghelai nafas lega mendengar jawaban Suhana.


•••


Setelah empat hari tidak masuk kuliah, Akhirnya Mayra memutuskan untuk kembali ke kampus. Ia turun dari mobilnya dan menarik nafas dalam-dalam, Hatinya begitu merasa resah membayangkan bagaimana perasaannya nanti saat bertatap muka dengan Abay.


Dengan langkah pelan, Mayra memasuki kelasnya.


Mayra sedikit merasa lega melihat bangku Abay yang masih kosong.


Kemudian Ia duduk di bangkunya.


"Woyyyy..!!!" Vicky mengejutkan Mayra, Yang langsung di sambut tawa teman-temannya karena Mayra terlonjak kaget.


"Kemana kalian berdua, Kenapa 4 hari ini kalian tidak masuk?"


"Jadi sejak malam itu, Abay juga tidak masuk?" batin Mayra.


"Ya elah malah bengong lagi."


Mayra yang kembali tersadar dari lamunannya hanya tersenyum tipis.


"Katakan padaku, Apa kalian habis berbulan madu?"


"Nah itu Abay." ucap yang lain sambil menunjuk Abay yang sudah berdiri di bibir pintu.


"Nah, Ini Dia mempelai Prianya datang, Kemarilah Pangeran Athariz Bayhaqi." Vicky merangkul Abay dan membuatnya duduk di sebelah Mayra.


Abay dan Mayra hanya saling melirik dengan kegundahan hatinya masing-masing.


"Sekarang ceritakan kepada Kami kemana bulan madu kalian dan bagaimana bulan madunya, Kuat berapa ronde, Hahaha?" Vicky terus nyerocos di iringi tawa teman-temannya. Namun tidak ada jawaban maupun reaksi dari keduanya.


Mayra dan Abay kembali saling memandang satu sama lain, Hingga keduanya larut dalam pandangan dan tidak mendengar lagi apa yang Vicky tanyakan kepada Mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2