
"Abay lepaskan Aku."
Abay tidak mempedulikan usaha Mayra untuk melepaskan diri darinya.
Mayra yang melihat Abay terus menatapnya dengan lekat mulai mendekatkan wajahnya.
"Mayra...." Abay yang melihat bibir Mereka semakin dekat, Memejamkan mata dan mengerucutkan bibirnya.
Mayra tertawa dan langsung bangun dari atas tubuh Abay.
"Mayra Kau.." Abay beranjak duduk dan melihat Mayra menertawakannya.
"Jadi Kau sengaja melakukannya?"
"Jika tidak begitu Kau tidak akan melepaskan ku." Mayra kembali menertawakan Abay yang terlihat kesal.
"Baiklah, Sekarang Kamu bisa lolos dariku, Tapi lihat saja nanti, Aku tidak akan pernah melepaskan mu." Abay menarik pinggang Mayra merapat ke tubuhnya.
"Bang Bay, Kak Mayra."
Abay langsung melepaskan Mayra dan begitu terperangah melihat perubahan Misty.
"Misty... Benarkah ini Kamu?" tanya Abay mencubut pipi Misty.
"Aww sakit tau.." ucap Misty memegangi pipinya.
"Kamu benar-benar terlihat sangat cantik Sayang, Semua orang pasti akan merasa kagum padamu."
"Ini semua berkat Kak Mayra."
Mayra terseyum mengusap kepala Misty kemudian masuk ke dalam untuk melakukan pembayaran.
Abay terseyum memeluk Adik perempuannya yang terlihat semakin bisa menjalani hari-harinya dengan normal.
Sesaat kemudian Mayra keluar dan terseyum melihat Abay yang terlihat begitu menyayangi Adiknya.
"Misty..."
Misty menoleh kearah Mayra dan mengurai pelukannya.
"Besok Kamu akan mulai sekolah, Jadi Kakak ingin Kamu berlatih bertemu dengan banyak orang."
"Jadi maksudmu Kita harus pergi ke keramaian?" tanya Abay.
__ADS_1
"Ya."
Misty meremad-remad jari jemarinya membayangkan bagaimana nanti jika dirinya bertemu dengan banyak orang.
"Tidak ada yang perlu Kamu takutkan Misty, Tidak ada siapapun yang tau apa yang telah menimpa mu, Kamu hanya perlu melawan dirimu sendiri, Anggaplah bahwa apa yang terjadi itu hanyanyalah mimpi buruk dan mimpi itu hanya sesaat, Jadi Kamu harus bangun untuk meninggalkan mimpi itu dan melanjutkan hidup di dunia nyatamu."
Misty yang mendengar ucapan Mayra menganggukkan kepalanya.
Mayra terseyum dan merangkul Misty masuk ke mobil.
Kemudian melanjutkan perjalanan ke pusat perbelanjaan yang sedang ramai di pengunjung.
Mereka mulai melangkah masuk, Dengan jalan yang beriringan, Misty merasa begitu gugup dan terus menundukkan kepalanya.
"Misty angkat kepalamu, Jangan pernah menunduk." Tegas Mayra.
"Angkat sedikit dagumu, Kamu harus percaya diri." lanjut Mayra.
Misty mengangguk dan mencoba sekuat hati melakukan Apa yang Mayra katakan.
"Sekarang masuklah, Kita akan menunggumu disini."
"Apa Aku harus masuk kedalam sendiri?"
Misty menarik nafas dalam-dalam dan memberanikan diri memasuki pusat perbelanjaan.
Mayra dan Abay memantau dari luar.
Misty terus berjalan dan melihat kasana kemari melihat orang-orang disekitarnya. Melihat tidak ada yang memperhatikan dirinya.
Misty menghelai nafas panjang dan mengangkat sedikit dagunya sesuai yang Mayra ajarkan.
Perlahan Misty mulai melangkah dengan penuh percaya diri.
"Ya, Kak Mayra benar, Tidak ada siapapun yang tau apa yang telah terjadi kepadaku, Perasaan takut hanya ada dalam diriku saja, Jadi Aku akan menghilangkannya.
Mayra yang melihat Misty dari luar berjingkrak bahagia.
Seakan baru tersadar ketulusan hati Mayra pada keluarganya,
Abay terus menatap Mayra dengan penuh kekaguman.
"Kamu bukan hanya cantik secara fisik Mayra, Tapi hatimu juga begitu baik." batin Abay.
__ADS_1
Mayra menoleh ke arah Abay dan menundukkan kepalanya karena merasa malu melihat bagaimana Abay menatapnya.
Dalam kecanggungan Mereka tiba-tiba ada Anak kecil berlari menabrak Mayra hingga Mayra terdorong menabrak Abay.
Sontak Abay langsung melingkarkan kedua tangannya ke tubuh Mayra dan membuat wajah keduanya menjadi begitu sangat dekat.
"Maafkan anak Saya Nona." ucap Ibu dari Anak tersebut.
Abay dan Mayra mengurai pelukannya dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak masalah Nyonya," ucap Mayra terseyum.
Ibu dan Anak itu pergi meninggalkan Mereka dan membuat Abay dan Mayra kembali terdiam melirik satu sama lain.
"Kamu tidak papa?" tanya Abay memegang kedua lengan Mayra.
Mayra menggelengkan kepala dengan senyum tipisnya.
Tidak lama kemudian Misty keluar dengan senyum cerianya.
"Bang Bay, Kak Mayra." pekik Misty.
Abay dan Mayra menoleh ke arah Misty secara bersamaan.
Misty langsung berlari memeluk Mayra.
Mayra terseyum bahagia dan membalas pelukannya.
"Apa yang Kak Mayra bilang, Semuanya benar, Aku hanya perlu melawan rasa takutku saja."
"Jadi besok Kamu sudah siap untuk kesekolah?"
"Ya, Aku sudah siap."
Abay terseyum mendekati Mereka, Kemudian Misty berpindah memeluk Abangnya.
"Baiklah, Hari ini sudah cukup, Kita pulang sekarang?" tanya Mayra.
Misty dan Abay mengangguk dan melangkah meninggalkan pusat perbelanjaan.
Bersambung...
š JANGAN BILANG DIKIT BANGET DONG, AUTHOR SIBUK JUGA UDAH SEMPET-SEMPETIN NULIS, JADI MESKIPUN TIDAK SAMPAI 1000 KATA, SETIDAKNYA AUTHOR TIDAK LIBUR UP š
__ADS_1