Suami Yang Ku Beli

Suami Yang Ku Beli
Di Hajar


__ADS_3

Abay dan Nandini tengah makan malam bersama, Sesekali Abay menyuapi Nandini, Begitu juga sebaliknya. Abay begitu sangat bahagia setelah hampir satu bulan tidak bertemu. Bahkan saking bahagianya Abay sampai tidak ingat sama sekali dengan janji yang Ia buat sendiri pada Mayra.


•••


Ravindra sampai di rumah Abay.


Ia langsung menggedor-gedor pintu dengan kuat hingga mengagetkan Maysarah Ibunya Abay.


Dengan mata yang masih ngantuk, Maysarah keluar membukakan pintu.


"Dimana Anak kurang Ajar itu?" triak Ravindra begitu pintu terbuka.


"Tuan.. Bukankah Abay pergi dengan Non Mayra?"


"Jangan berpura-pura di hadapanku." Ravindra langsung menerobos masuk mencari keberadaan Abay.


"Abay pergi sejak jam 19.00 WIB, Dia sendiri yang mengatakan akan menemui Non Mayra."


"Tapi Dia tidak datang menemui Putriku!" teriaknya lagi.


Maysarah menundukkan kepalanya melihat kemarahan Ravindra yang terlihat begitu menakutkan.


"Jangan mentang-mentang Putriku baik pada kalian, Lalu kalian memanfaatkan kebaikannya untuk kepentingan kalian."


"Itu tidak benar Tuan, Saya tidak tau apapun apa yang sedang terjadi, Saya juga tidak bermaksud memanfaatkan Non Mayra."


"Baiklah, Jika memang Anak kurang ajar itu tidak ada di rumah, Aku akan menunggunya sampai Dia pulang." Ravindra duduk di kursi dan menaikan kedua kakinya di atas meja.


Maysarah hanya bisa membiarkan Ravindra berbuat demikian dan duduk cukup jauh dari Ravindra duduk.


•••


Sementara Abay baru sampai di rumah Nandini untuk mengantarnya pulang, Senyum di bibir keduanya terus mengembang setelah melewati malam yang panjang bersama.


"Terimakasih Abay, Malam ini Aku sangat bahagia."


"Aku juga sangat bahagia, Terimakasih sudah kembali padaku."

__ADS_1


"Baiklah, Aku masuk sekarang."


"Sampai jumpa."


Abay terus menatap punggung Nandini hingga memasuki rumahnya.


Nandini terseyum menatap Abay yang masih diam menatap dirinya.


kemudian melambaikan tangannya dan menutup rapat pintunya.


Abay terseyum dan memakai helmnya kemudian meninggalkan rumah Nandini.


•••


Maysarah masih duduk terdiam melihat Ravindra yang masih menunggu kepulangan Putranya.


Tak lama kemudian Maysarah mendengar suara motor Putranya datang.


Maysarah pun merasa tegang dan beranjak bangun ingin membukakan pintu. Namun Ravindra melarangnya.


Maysarah pun kembali melangkah mundur dan hanya pasrah dengan keadaan.


Ravindra masih tetap duduk santai dengan menggoyangkan kakinya di atas meja, Menunggu calon menantunya masuk.


Abay membuka helmnya dan melihat mobil Mayra ada di depan rumahnya.


"Mayra." lirih Abay yang mengingat janjinya pada Mayra.


"Ohh Astaga, Aku melupakannya lagi." gumam Abay bergegas masuk dan mengira Mayra yang ada di dalam.


Ceklekkk...


"Selamat datang Tuan Athariz Bayhaqi." ucap Ravindra yang masih duduk menghadap arah berlawanan.


"O-o-o... Om..." lirih Abay dengan tegang.


Ravindra bangkit dari duduknya dan memutar tubuhnya menatap tajam calon mertuanya.

__ADS_1


Susah payah Abay menelan ludahnya, Keringat dingin mulai bercucuran dari dahi dah tengkuknya.


"Kenapa, Apa Kamu terkejut? Atau Kamu takut?"


Bibir Abay bergetar tanpa bisa menjawab pertanyaan calon Ayah mertuanya.


"Berraninya Kau menyakiti Putrrri ku lagi! BHUUKKK!!!


Apa pukulan Ku yang kemarin masih belum cukup sehingga Kau berani menyakitinya lagi?" triak Ravindra sambil terus menghajar Abay.


"Abayyyy..." jerit Maysarah mencoba menghentikan Ravindra yang terus memukuli Putranya.


"Tuan kumohon lepaskan Abay, Ampunilah Putra ku." tangis Maysarah sambil berlutut memegang kaki Ravindra.


Abay merasa begitu sangat kesakitan, Darah segar keluar dari hidung dan ujung bibirnya, Wajahnya pun penuh lebam serta perutnya yang begitu terasa sakit akibat tonjokan dari calon Ayah mertuanya.


Rayyan dan Misty terbangun mendengar keributan yang terjadi,


Mereka keluar kamar dan melihat keadaan Abangnya yang terduduk di lantai menahan sakit.


Rayyan berlari ke Abay dan Misty berlari memeluk Ibunya.


Ravindra sedikit meredam amarahnya melihat kedua Adik Abay.


"Apa yang terjadi Bang, Kenapa Tuan itu memukuli Abang?"


"Tidak apa-apa Rayyan, ini hanya salah faham, Masuklah kembali ke kamar mu." ucap Abay.


"Apa yang terjadi Ibu?" Misty terus memeluk Ibunya yang masih menangis.


Maysarah hanya menggelengkan kepalanya dan memeluk Misty.


Ravindra melangkah mendekati Abay dan menarik kerah kemejanya hingga Abay berdiri.


"Ini peringatan terakhir untuk mu. Jika Kau masih berrrani menyakiti Putriku, Aku akan membuatmu menyesal karena telah di lahirkan ke dunia ini." tegas Ravindra dengan melesapkan cengkramannya dengan kasar kemudian meninggalkan rumah Mereka.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2