Suamiku

Suamiku
Part 93


__ADS_3

Masuk kuliah sebenarnya jam9 , dikarenakan mereka merindukan suasna kampus makanya mereka datang 7 pagi.


Mang Ujang, Penjual Bakso Favorit Indri dikantin , menghampiri . Sedari tadi seluruh penjual dikantin ketawa dan terhibur karena adanya tiga gadis cantiik di kampus datang lagi .


Kehebohan yang biasanya sering terjadi sempat hilang karena tidak adanya mereka , Meskipun mereka terkenal dengan sombong bagi kaum wanita yang iri dan tidak mampu.


Berbeda dengan tanggapan para laki laki yang memuji ke ramahan mereka ,


" Neng Indri, baru liat lagi mamang, kumaha damang neng? " . Sapa Mang Ujang .


Indri tersenyum ," Alhamdulillah mang baik, "


" Ih mang Ujang mah, nanya kabar Indri doang . Gue juga kan pengen " . Ucap Dipta


Mang Ujang terkekeh, belum sempat dirinya balas gombalan demi gombalan terdengar dari sana sini meja yang berasal dari grombolan fuckboy fuckboy kampus.


" Jangan marah atuh Neng Dipta , Aa teh mau kok nanya kabar kamu. Jangan cemberut nya, nanti ilang cantiknya " . Gombal Laki laki


Dipta tersipu, meskipun sering mendengar gombalan tetap saja dirinya malu. beginilah jika menjadi wanita populer , ucapnya bangga -_-...


" Mang Bakso 3 " . Ucap Febri,

__ADS_1


" Minumnya naon neng? . Biar sekalian mang Ujang ambilin . "


" Es teh manis aja, es batu yang banyak " . Ucap Indri.


Kepergian mang Ujang, membuat keadaan kantin menjadi berisik kembali', Setiap gombalan dari laki laki disana akan ditanggapi balik oleh ketiganya.


Bastian, teman sekelas Indri datang dengan wajah khas baru bangun tidur . Bastian masih belum menyadari keberadaan tiga Primadona di kampus nya.


Dirinya menarik salah satu bangku kosong, dan memejamkan mata. Baru hendak tertidur pulas dirinya dibuat kesal dengan keributan di kantin . Bahkan ribut sekali.


Bastian berdecak sebal, " Lo semua pada bisa diem ga?! . Lo semua gaada yang liat apa gue mau tidur! ". Bentak Bastian .


" Kalo mau tidur mah dikasur ngapain dikantin " . Sindir Indri .


Bastian dengan mata yang masih sedikit sayu berbalik badan . " Die.... " . Bastian tertegun dengan 3 gadis dibelakang nya ,


Gadis cantik yang berada dipojokan, nampak menyilaukan, apalagi salah satu diantaranya. Mata bastian melotot sepenuhnya.


Menyubit lengannya dengan keras, Apakah ia bermimpi . bertemu dengan sang pujaan hati.


Dengan cepat Bastian menghampiri , menyerobot tempat duduk Indri yang berada dipojok, " Ayang, Kamu udah dateng ? " . Tanya Bastian

__ADS_1


" Ayang, Ayang, Ayan kali lo " . Ucap Dipta yang membuat Bastian memutar bola matanya jengah .


" gue engga ngomong sama lo gendut! " . Ucap Bastian


" Sialan banget lo ngatain gue gendut . Gue ini hanya sedikit montok ya. " Ucap Dipta tidak terima .


" Tumben dateng pagi, biasanya lo kalo dateng siang mulu. Lagian ini baru jam8. " Kata Indri


" Insting aku mengatakan ada kamu disini makanya aku cepat cepet datang " . Jawab Bastian


" Halah sepik mulu lo , mana ada insting yang baru nyampe langsung celentang tidur dikantin " . ucap Febri


" Lo berdua bisa ga sih, engga mengganggu ke romantisan gue sama Indri . Apa perlu nih lo berdua gue anterin buat jadi santapan buaya buaya darat di pojokan sono ? " . Ucap Bastian


" Gausah ngatain mereka buaya deh, lo nya aja sendiri Buaya Buntung " . Decak Diptaa kesal


Kedatangan Bastian kebetulan Bell masuknya para pria yang berada dikantin itu . Mereka menghela nafas kasar karena Bell masuk membuat semuanya terpaksa meninggalkan kantin .


Dan itu tentu saja membuat Bastian senang, kini hanya dirinya lah yang di krumunin para primadona kampus .


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2