Suamiku

Suamiku
Part 51


__ADS_3

Villa


Indri melirik jam di arjoli tangannya , ternyata masih jam10 . Dia menyuruh Reno dan yang lain untuk segera pulang saja ke Jakarta dan mencari tempat , Indri bilang karena esokpun ia akan kembali ke Jakarta.


Indri masuk ke dalam Vila disana sudah kumpul semua orang , kedatangan Indri membuat Dipta dan Febri bersungut sebal karena khawatir


" Dari mana ajalo?! " Tanya Dipta


" Jalan-jalan lah, tadi tuh gue liat bule bule cakep noy "


" Dimana? ".


" Disanalah, pokoknya bikin gue olahraga mata lah "


Dipta heboh sekali ketika mendengar cerita tentang laki laki tampan, sampai lupa niatnya untuk mencaci abis Indri yang telah membuat semua orang khawatir.


Andri mendekati Indri lalu dipeluknya Indri kedalam bekapannya . " Kamu enggaka kenapa kenapa kan Dek, Kita semua disini khawatir karena kamu sempat engga ada ".


" Engga kok bang, tadi aku abis jalan jalan aja sekalian lari pagi ".


" Bibir kamu kenapa? "


Indri refleks memegang bibirnya yang tadi kena tamparan Elizabeth , " Sial, Gue lupa " batin Indri


" Engga kok bang, tadi kan aku mau intip cowo ganteng eh bibirnya nyangkut di pohon ".

__ADS_1


" Emang bibir lo segitu gedenya ampe bisa nyangkut? " Decak Tyo


" Buruan gue udah laper nih , tenaga gue habis buat nyariin lo . pokoknya gue gamau tau lo harus ganti rugi dengan cara bayar kita semua sarapan " . Ucap Reza


" Yauda, kalian cari tempat makan aja dulu . gue mandi dulu bentaran ya, "


Mereka semua bergegas keluar untuk mencari lestoran meninggal Andri dan Indri di Vila .


" Abang ga ikut? emang ga laper ? . "


" Ada yang mau abang omongin dek "


" Yaudah , " ucap Indri mengajak Andri kekamarnya


Andri mengangguk lalu duduk di kursi malas, teras depan kamar Indri . Andri menyalakan sebatang rokok sambil menunggu


10 menit kemudian Indri sudah keluar , " Ngomong apa bang?"


Andri terlonjak dengan pertanyaan Indri karena dirinya sempat melamun . " Abang denger Paman Ronald Bulan depan akan berkunjung ke Indonesia "


Indri kaget mendengar perkataan Andri , belum sempat menjawab Andri melayangkan pertanyaan lagi . " Kamu masih jalanin Deadly Mafia Wolf? "


Indri membuang muka menarik nafasnya sebelum menjawab , " Masih "


" Abang tau tadi kamu cuma alasan aja kan? , Sekertaris abang bilang kamu tadi itu di culik seseorang dan kamu pun kembali diantar oleh orang . ada apa , tolong jangan ada yang disembunyikan lagi , apakah kamu masih belum percaya dengan abang?"

__ADS_1


Indri ikut duduk di samping Kursi malas yang diduduki Andri lalu menceritakan segala kejadian barusan .


Andri sungguh sangat geram mendengar cerita adiknya, Ia mengepal kan tangan kuat kuat . " Kenapa Keluarga Aliester itu hanya menaruh kekuasaan terhadap wanita! abang gamau dek kalo terjadi apa apa sama kamu, dengan identitas kamu sebagai ketua Deadly Mafia Wolf itu akan membahayakan keselamatan kamu . "


" Abang tenang aja, lagian kelima panglima aku udah siap siap di Jakarta. "


" Ohya, kamu serius? . Apa yang bisa abang bantu? "


" Abang bisa ga beli in aku satu komplek perumahan , itu akan aku jadikan markas , Bar , tempat pelatihan , dan Rumah Pribadi aku " .


Andri segera setuju dengan permintaan Indri , karena dia mengerti mengemban tanggung jawab sebagai bos mafia terbesar tentu saja harus mempunyai tempat tinggal yang cukup luas untuk mencakup segalanya ".


" Abang akan suruh sekertaris abang buat beliin kamu satu blok komplek rumah . Tapi kamu harus janji sama abang buat jaga kesalamatan kamu " .


" Abang terbaik deh, Mwh! " kecup Indri di pipi Andri


" Udah ayo, kita ke lestoran nanti keburu teman teman kamu itu berisik "


Indri terkekeh geli dengan ucapan Andri, lalu segera keluar dan menuju tempat teman temannya berada


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2