Suamiku

Suamiku
Part 68


__ADS_3

" Apa kabar nak? " .


Indri melirik ke arah suara, dan terkejut ternyata yang datang adalah kedua orangtua Indra . " Alhamdulillah baik bunda , ayah . Kalian gimana? Sehat? ". Tanya Indri sambil menaruh satu satu minuman di atas meja .


" Udah kek pembantu gue " . Gumam Indri dalam hati


" Sini sayang duduk samping bunda, " . Pinta Bunda, Indri menurut . Sebelum duduk Indri menyempatkan diri menyalimi punggung tangan Ayah dan Bunda lalu duduk di samping Bunda Lela .


Indra diam diam tersenyum dengan prilaku sopan Indri terhadap kedua orangtuanya .


" Bunda ada keperluan apa kemari? . "


" Bunda kangen aja sama kamu, makanya maksa ayah dateng kesini buat ketemu kamu . abisnya bunda engga tau rumah kamu dimana, jadi ya Bunda kesini aja. Ohiya dimana teman teman kamu yang lain? "


" Mereka beda ruangan Bunda . " Jelas Indra


" Kalau kamu ruangannya dimana Ndri ? " Tanya Ayah Leo


Indri melirik ke arah Indra, " Aku ruangannya disini Ayah, Bunda . Pak Indra meminta aku untuk gantiin posisi sekertaris nya yang lagi dinas . "


Bunda dan Ayah tersenyum senang, anak sulungnya ini bisa saja menggunakan alasan clasik semacam itu hanya untuk dekat dengan Indri.


Mereka berbincang-bincang banyak sekali topik . Dan tidak menyadari jam sudah menunjukkan waktu makan siang .


Handphone Indri terus saja bergetar, Bunda yang merasakann adanya getaran dari Handphone yang Indri punya, menyuruh nya untuk segera mengangkat. Takut telepon penting .Lalu Indri pamit sebentar .


" Hm.. Maaf Bunda, ayah seperti nya aku ijin duluan untuk makan siang, teman teman ku sudah menunggu di depan Lift ". Ucap Indri sambil menggaruk Leher nya yang tidak gatal .


" Ah, Keasikan ngobrol sama kamu bunda sampe lupa waktu, yaudah yuk kita sekalian aja makan bersama . Lagian Bunda juga kangen sama teman teman kamu itu . " Ajak Bunda seraya berdiri


Ayah dan Indra saling tatap . Lalu mereka keduanya mengedikan bahu . yang pertanda menyetujui ajakan sang kanjeng mami .


Indri agak canggung sebenarnya, bagaimana nantinya tanggapan oranglain tentang anak magang seperti dia bisa makan bersama dengan pemilik perusahaan ini. Indri menghela nafasnya kasar . Lalu berjalan berdampingan bersama Bunda , Indra dan Ayah jalan terlebih dahulu memimpin Jalan


Sampainya di Lift , Sudah ada Dipta dan Febri yang menunggu . Mereka berdua melihat kedatangan Indra serta ayah langsung menunduk hormat

__ADS_1


" Selamat siang pak Indra , Ayah Leo . " Ucap Febri dan Dipta


Indra hanya mengangguk an kepalanya saja sebagai tanggapan . sedang kan ayah menyapa balik kedua wanita cantik itu .


Tidak lama mereka jalan, Indri muncul dengan bunda . Membuat Febri maupun Dipta terkejut. " Bunda.. Apa kabar? " . Sapa Dipta menghampiri Bunda , Lalu mereka berdua menyalimi Bunda secara bergatian


" Alhamdulillah baik, kalian bagaimana? "


" Seperti yang bunda lihat, kami baik baik saja " . Jawab Febri


Mereka berenam , memasuki Lift, Tidak lupa Dipta dan Febri menyalimi ayah sebagai bentuk menghormati .


Ayah dan Bunda tersenyum, Mereka bertiga adalah wanita cantik yang sangat sopan dimata Bunda dan Ayah .


Indra memimpin jalan untuk makan di Kantin khusus atasan yang diikuti oleh yang lain.


Semua mata atasan disana menatap iri dengan Indri Febri dan Dipta, Dimana anak magang seperti mereka bisa makan siang bersama dengan pemilik perusahaan . Apalagi kedatangan Orangtua Indra yang sangat akrab dengan mereka semua . tidak banyak yang berbisik tentang kedekatan mereka . Menatap Iri dan dengki .


Indri , Dipta dan Febri yang ditatap seperti itu tentu saja hanya cuek, toh mereka tau tatapan seperti itu , hanya dikeluarkan pada manusia yang tidak mampu.


" Bang, Rendra mana? " Tanya Bunda Lela yang tidak melihat putra bungsunya sedari tadi .


Belum sempat menjawab, Rendra sudah menghampiri Bunda, Ayah


" Bunda tumben mau kesini? " . Tanya Rendra .


" Emang kenapa kalo Bunda kesini, Gaboleh? " Ucap Bunda, sambil bersidekap Dada


Rendra meringis lalu tertawa . " Yagapapa si, "


" kamu udah pesen makanan belum Ren? " . Tanya Ayah


" Udah kok Yah, "


Makanan yang mereka pesan sudah siap, mereka segera makan . Dan ngobrol hangat serta canda kecil

__ADS_1


" Be gue mau tanya nih samalo . " Tanya Dipta ke Indri disela sela kegiatan makan mereka


Indri melirik kearah Dipta mengehentikan sejenak suapan yang akan dimasukan kedalam mulutnya .


" Apa? " Tanya Indri lalu memasukan suapan yang sempat tertunda ,


" Emang bener ya, Kalo kita nabung di celengan ****, terus duit kita jadi haram? ". Tanya Dipta


Indri tersedak makanannya , dengan sigap Bunda memberikan Indri minuman dan memberi tepukan pelan dipunggungnya.


" Terus, Apa perlu tuh celengan harus jadi Ward** biar halal buat lo? " . Tanya Indri balik


Dipta cengengesan dengan pertanyaan balik Indri . " Ya, ga gitu juga Tonah " .


sedangkan yang lain hanya terkekeh geli dengan pertanyaan balik Savage Indri .


" Lagi ngapasi lo, harus nyelengin di celengan ****? . Emangnya lo ga punya ATM apa? . Tanya Febri yang gemas dengan pertanyaan Dipta


" Ya iseng aja , siapa tau nanti kalo butuh uang banget buat beli gorengan, gue tinggal nyongkel celengan aja, gausa perlu ke Bank . "


Mereka semua menepuk jidatnya masing masing . Ada saja ucapan konyol Dipta yang bisa menghibur


" Sampai saat ini gue masih takjub dengan Karya tuhan, yang telah nyiptain manusia model lo " . Ucap Febri


" kenapa emang? lo takjub kan Karena gue cantik , imut, dan pintar? " Tanya Dipta


" Bukan, Itu karena lo beg** . Tuhan menciptakan kita dengan otak dan akal sehat untuk digunakan , sedangkan lo menggunakan nya dengan akal sakit jiwa . " Ucap Indri


Bunda tertawa, Inilah alasannya ingin bertemu dengan Ketiga wanita cantik di hadapannya. Adanya mereka bertiga sungguh membuat Bunda sangat bahagia, Meskipun sering berdebat . Tapi mereka bertiga sangat saling menyayangi .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2