Suamiku

Suamiku
Part 125


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Ayah Leo sudah tiba di Indonesia karena Bunda Lela mendesak ayah supaya cepat kembali,


Ayah tiba di kediaman keluarga Dinata, mencari sosok wanita tercinta nya yang saat itu Bunda tengah berkebun ditemani oleh anak bungsu mereka Rendra,


" Helooo epribadeh, Ayah pulang " .


Bunda yang mendengar suara ayah segera berhambur, menyeret tangan ayah agar duduk di kursi yang berada di kebun,


" Apakah segitu rindunya dengan ayah Bun? " . Canda Ayah,


" Ayah, Bunda lagi seneng banget tau akhir akhir ini , Aku jadi merinding ". Ucap Rendra


Ayah terheran heran, " bagus dong, kalau suasana hati Bunda baik, kan bagus juga untuk kesehatan " .


Bunda menatap tajam Rendra, " Kamu itu loh ya, Bunda mu ini bahagia malah jadi bahan gibahan ".


Ayah dan Rendra tertawa , meskipun tidaklah lagi muda Bunda nya ini selalu saja bersemangat ,


" Ada apasih Bunda, kok ngedesak ayah pulang terus ? ". Tanya Ayah, membantu Bunda melepaskan sarung tangan yang Bunda kenakan ketika berkebun,


" Ayah, Bunda ketemu Royani, anak dari Claudia, Sahabat Bunda dulu ".


Ayah mencerna mengingat ngingat . " Oh, lalu? , Bukan kah dia sudah mempunyai suami dan anak? "


Bunda mengangguk , " Yap, Dan Bunda meminta dia untuk melanjutkan perjodohan yang dulu sempat bunda lakukan bersama Claudia , "


Ayah tertegun, dan Rendra hanya menyimak obrolan kedua orang tuanya sambil meresap secangkir teh hangat ,

__ADS_1


" Maksud bunda akan menikahkan anak kita dengan royani? , yang benar saja Bunda, dia itu sudah punya suami . Apa Bunda tega membuat anak kita menjadi perebut istri orang, Oh tidak , ayah tidan akan setuju ".


Bunda berdecak, " Enggak lah ayah, Kita akan menjodohkan nya dengan anaknya Royani, Dan apakah Ayah tau, anaknya itu ternyata sekarang dekat sekali dengan Kita, dan ayah sendiri pun sangat menyukai anak itu " .


" Siapa? " . Tanya Ayah


Bunda tersenyum memegang tangan Ayah, " Indri yah " .


Rendra menyembur kan teh yang baru saja ia tenggak , " Hah? "


Ayah dan Rendra sama sama meminta penjelasan dari Bunda,


Bunda menceritakan segalanya dengan semangat,


" Oh tuhan, akhirnya Bunda bisa memenuhi janji bersama sahabat Bunda, "


" Yah abang mu lah, masa kamu melangkahi abang mu " .


Rendra terduduk lemas, padahal ia sangat berharap yang menerima perjodohan ini dirinya ,


" Alhamdulillah, ada aja ya Bun cara kita buat jadiin Indri mantu, Ayah seneng banget. "


" Emang Indri udah setuju? " . Tanya Rendra


" Tenang aja nanti pasti bunda bujuk dia , apalagi dia sayang banget sama Grandma nya ,"


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Malam Hari


Indra pulang dari kantor segera ditarik Bunda,


" Abang, Bunda mau ngomong serius banget sama kamu, "


" Apa Bunda? "


" Abang udah punya pacar belum? "


Indri mengernyitkan sebelah alisnya , " Belum , Bunda mau ngomong apasih, langsung pada intinya aja jangan bertele tele, Abang udah ngerti banget arah tujuan omongan Bunda ini " .


" Hehe ,, Abang emang paling bener deh ngerti banget maksud dari omongan Bunda , Beginiloh bangg, Bunda dulu pernah buat perjanjian sama sahabat Bunda, untuk melakukan perjodohan . Abang mau kan nikah sama keturunan sahabat bunda itu, oh dan lagi Bunda ga terima penolakan " .


Indra berdecak sebal, " Gimanasih, tadi bunda nanya terus bilang lagi gapake penolakan . Gajelas banget, Ini tuh Hidup abang, abang bisa kali cariin bunda menantu. "


Bunda memasang mimik wajah sedih, matanya sudah berkaca kaca bikin Indra yang melihat jengah sendiri, Bunda nya ini selalu saja memasang tampang menyebalkan seperti itu,


Indra mengusap wajahnya kasar, " Terus aku harus gimana ? , Emang nya orang yang mau bunda jodohin sama abang, dianya mau? "


" Kamu tinggal duduk manis aja, biar bunda yang atur itu semua . kalo semuanya sudah terkendali, kalian tinggal bertemu "


Indra bangkit dari duduknya, kepalanya sakit sekali jika sudah menyangkut pernikahan , " Terserah " . Putus Indra


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2