Suamiku

Suamiku
Part 122


__ADS_3

Hari ini Indri Dipta dan Febri sudah kembali lagi magang dikantor nya Indra,


" Selamat pagi pak " . Sapa Indri ,


Indra terkejut karena Indri sudah ada didalam ruangan. Padahal Indra sengaja berangkat lebih pagian, " Iya pagi " .


" Saya kerjain apa pak? " . Tanya Indri


Indra garuk garuk kepala memikirkan apa yang akan Indri kerjakan, " Tolong kamu perbaiki semua kontrak kerja yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi , "


Indri mengernyitkan dahinya , " Loh. bukannya itu sudah dikerjakan oleh pengganti saya? " .


Indra menggosok pangkal hidung nya yang sedikit gatal akibat Flu , " Mencegah akan terjadinya kesalahan , "


Indri mengangguk, " Oh baik, saya akan segera memeriksa . Bapak mau kopi, teh, atau susu? " .


" Buatkan saya teh anget saja, "


Indri segera berlalu pergi membuatkan pesanan Indra , seperti inilah pekerjaan nya sebelum memulia bekerja ,


Indri memperhatikan Indra yang sedikit kurang enak badan, oleh sebab itu dirinya membuat teh dengan sedikit madu dan tidak lupa membawa obat ,


" Ini pak , tolong minum obatnya sekalian, "


Indra tertegun, ternyata Indri menyadari jika dirinya kurang Vit, diam diam Indra tersenyum, lalu berdehem . " makasih, silahkan lanjut bekerja " .

__ADS_1


sebelum kembali ke bangkunya, Indra mengatakan sesuatu yang membuat Indri terhenti


" Ndri, Bunda tadi pesen sama aku . katanya mau ajak kamu jalan jalan ke mall dan main dirumah kamu. " Ucap Indra saat baru masuk ke dalam ruangannya .


Indri bersemangat, " Wah, ada apa , tumben "


" Iya, Ayah kembali ke Inggris tadi pagi, makanya Bunda ingin main ketempat kamu, bosan dan rindu ucap nya tadi " .


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sudah memasuki jam pulang kantor , Dan benar saja ketika Indri. Dipta dan febri keluar Bunda sudah menunggu mereka di lobby


" Bundaa...... " pekik Dipta senang berlalu memeluk Bunda Lela yang merentangkan tangannya ,


" Apa kabar sayang " . Tanya Bunda, memeluk satu satu wanita tersayang nya .


" Mm. Itu Bunda mau ajak kita jalan jalan " . Jawab Indri


Dipta dan Febri tentu saja sangat bahagia, Jika Bunda mengajak ke Mall sudah dipastikan mereka akan membeli semua brand terkenal yang mereka incar.


Dengan semangat mereka menggandeng Bunda ke parkiran , tapi langkah mereka terhenti ketika melihat Indra menghampiri.


" Bunda, Tolong jangan habisi semua tabungan Abang ".


Bunda berdecih, bersidekap dada " Sama orang tuapun kamu perhitungan. Huh , Apakamu tidak ingat selama ini siapa yang telah membesarkan kamu , hah? " . Ucap Bunda berlagak marah,

__ADS_1


Indra menggaruk tengkuknya, Bundanya ini sungguh bisa sekali menyentill perasaan Indra . " Baiklah, baiklah apapun yang ingin bunda lakukan abang pasrah " .


Indra melenggang pergi , dimana membuat semua wanita itu tertawa , " Bunda the best deh, bisa bikin pak Indra bertekuk lutut " . Ucap Dipta


" Iya dong, kalo engga gitu, kita mana bisa ngabisin duit yang dia cari, kalo bisa kita habisin uangnya 3M hari ini ". Kata Bunda


Indri, Febri Dipta terbelalak mendengar ucapan Bunda, Mereka bertiga memang gila shopping, tapi tidak pernah sampai menghamburkan uang sebanyak itu .


" Udah ayokkkk!!! Bundaa udah engga sabar ngeborong Mall , "


Indri, Febri dan Dipta selalu heran karena setiap kali mereka memasuki Mall, semua karyawan disana tunduk hormat sekali,


" Bunda ngerasa aneh gak si? " . Tanya Febri


Bunda menghentikan langkah nya, " Aneh gimana? ".


" Orang orang disini, kok segitu hormatnya sama kita " .


Bunda terkekeh, " Kalian emang gatau ya? , Hampir seluruh Mall di Jakarta itu milik Indra dan Rendra, "


Mereka bertiga terbatuk batuk mendengar nya, sekaligus merinding . Pantas saja meskipun mereka saat ini menenteng banyak sekali barang, Bunda masih belum pernah merasa puas , dan tentunya jika ini semua bukan Bunda , sudah dipastikan Indra akan Murka ,


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2