Suamiku

Suamiku
Part 81


__ADS_3

Karena rapat selesai jam 1 siang lebih dari perkiraan akhir nya mereka memutuskan untuk makan bersama di depan Perusahaan Andriandawn , Disana terdapat sebuah Restoran mewah yang dapat menampung semua orang yang tadi ikut rapat saham .


Mereka semua duduk di meja bundar dan sisanya duduk disebelah dengan meja bundar yang sama besar nya .


Makan dengan suasana yang riuh canda tawa , saling menggoda Indri yang beruntung nya ditanggapi baik oleh Indri


Indra yang melihatnya tentu saja dibuat tak senang. dengan Indra , Indri bahkan bersikap cuek tapi dengan lingkungan seperti ini Indri bahkan bisa beradaptasi dengan cepat .


Setelah selesai makan siang , satu persatu dari mereka pulang . dimana hanya mengisahkan Indri , Indra , dan Refa . Sigit pamit terlebih dahulu karena ada pekerjaan yang harus ditangani langsung.


Indri menatap Refa dengan tatapan acuh, karena sedari tadi Indri tau jikalau Refa selalu memusatkan matanya melihat Indri .


" Saya kekamar mandi dulu pak " . Pamit Indri


Indra mengangguk , lalu tidak lama kemudian Refa ikut pamit ke toilet .


🌷🌷🌷🌷🌷


Refa menunggu Indri didepan toilet wanita , Indri keluar dari toilet tidak menyadari adanya Refa . Refa menggenggam erat lengan Indri .


" Apaansi . Lepasin gak! " . Bentak Indri


" Sebentar aja, aku mau ngomong . Tolong dengerin aku " . Ucap Refa

__ADS_1


" Mau apalagi . Aku masih ada urusan dan lagi aku sibuk, tolong lepas kerjaan aku banyak " . Ucap Indri masih berusaha lepas dari genggaman Refa


Refa menggeleng menarik Indri ke Taman yang berada di belakang Restoran , Mata nya sayu seperti memancarkan kerinduan . Indri yang melihat nya menjadi geli sendiri


" Tolong jangan tatap aku seperti itu, " Ucap Indri


" Kenapa? . Aku kangen kamu bih.. " . Ucap Refa menarik tangan Indri lebih dekat


Indri yang ditarik seperti itu tentu saja menghempaskan tangannya secara kasar .


" Kau menggelikan Refa! . Apa yang terjadi antara kau dan aku, lupakan saja . dan asal kau tau , kau bahkan tidak pernah ku anggap pernah hadir dalam hidupku " .


" Aku mohon. aku tau aku salah . Aku minta maaf biih ..... Aku nyesel udah sia siain kamu , selama ini aku mau menyelesaikan , tapi aku takut . Aku takut kamu akan membenci aku " .


Indra hendak ke toilet menyusul karena mereka berdua tidak kunjung datang , namun tidak disangka Indra mendengar perdebatan keduanya . Diam diam Indra menguping .


Refa mendekat ke Arah Indri . " Aku masih sayang banget sama kamu Bih, Aku kangen masa-masa sama kamu . Apa yang terjadi antara aku dan Salsa hanyalah sebuah kecelakaan . Itu kemauan Salsa untuk bersama aku . Dan kami sudah mengakhiri nya bih . Kumohon kembali lagi , kita mulai semuanya dari awal " ..


Indri tercengang menatap sengit laki laki didepan nya ini . sungguh menjijikkan . " Maaf , kesalahan pertamaku adalah kenal dengan mu . Kesalahan kedua ku adalah menaruh hati dan kepercayaan ku padamu . Tapi, Aku sangat berterima kasih karena perselingkuhan kalian, Karena berkat kalian aku sadar . Bahwa tidak akan pernah ada laki laki yang cukup dengan satu wanita . Dan Kalian berdua sangat cocok , sama sama pengkhianat . lalu mengapa berpisah. ku doakan bahagia selalu . " Ucap Indri ingin pergi


Indri bahkan tidak sakit hati , mungkin berkat kejadian dengan Refa mantan pertamanya , Indri jadi lebih sulit membuka hati dan membuat hatinya yang dingin menjadi beku .


Refa dengan cepat menarik lengan Indri kembali dengan secara kasar . " Jangan pergi . aku mohon " .

__ADS_1


Indri tertawa miring , menajamkan matanya . " Sekali kau berani mengganggu ku lagi , percaya atau tidak . aku tidak akan segan untuk menembak kepala mu yang tidak berisi itu ? " .


Bukannya takut Refa bahkan hendak mencium Indri,


Indra yang melihat dengan segera menghampiri melindungi Indri ke belakang dirinya lalu ....


Bughhhhh .... Bugghh....... Bughhh......


3x pukulan keras mendarat di pipi Refa hingga mengeluarkan darah segar .


" Kamu adalah laki laki tuan Refa, Kamu akan dipandang sebagai laki laki jika kamu dapat menghargai wanita . Tapi jika kelakuan mu seperti ini, Kamu hanya layak disebut dengan banci dan pecundang " .


Indra segera berbalik badan mengecek keadaan Indri .Refa hendak membalas pukulan Indra , saat Indra lengah . Namun Indri dengan segera menangkisnya dan menampar Rera dengan sangat keras .


" Larilah, selagi masih ku suruh lari karena sekali kau tertangkap, kau akan lebih memilih untuk mati secepatnya . kau tau aku bahkan tidak pernah iba dengan hubungan kita dimasalalu , dan oh bahkan aku tidak pernah menganggap nya . " Ucap Indri dingin


Refa yang mendengar itu tentu saja tertegun . Dirinya tidak percaya Indri akan bersikap seperti ini .


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2