
Salah satu laki laki yang Indri tebak adalah ketua dari komplotan ******** itu, meminta untuk dilepaskan terlebih dahulu agar dapat menghubungi Orang telah menyuruhnya.
" Jika kau menyebabkan kecurigaan , akan ku pastikan tenggorakan mu tidak akan berfungsi " . Ancam Indri.
" Halo , Bos . Sudah dimana? . " Tanya laki laki itu
" Apa katanya " . Tanya Indri,
" 5 menit lagi sampai ". Ucap nya
" Indri mengatur agar Reno dan yang lain merapihkan segala kekacauan dahulu, dan menggantikan anak buah mereka berpura pura sebagai komplotan,
" Sabarya be, gue bakalan balas semua yang telah terjadi sama lo ".
Dipta ditutup lagi matanya , seakan akan tidak terjadi sesuatu.
Indri bersembunyi di tembok, dengan tubuh mungilnya dirinya tidak akan ketauan.
Indri mendengar beberapa suara sepatu yang memasuki ruangan itu.
" Hahahaha ...... Bagus sekali, tidak sia sia kalian ku pekerjakan . " Ucap laki laki yang bernama Elvando.
" Dia wanita yang telah menghina adik ku ? ". Tanya Pria yang Indri tidak tau siapa .
" Ya, Dia salah satu wanita yang telah menghina adikmu, dan teman yang telah membunuh adik ku dengan kejam. Huh Mangsa yang sangat pas , Aku penasaran bagaimana reaksi wanita itu ketika melihat temannya mati ditangan kita " . Ucap Elvando menyungging senyum meremehkan.
" Haha aku tak menyangka, Wanita ini tidak memberi kan perlawanan, berbeda dengan temannya yang kau ceritakan sangat sadis ".
__ADS_1
" Dia hanyalah temannya, tentu saja tidak akan sama persis dengan wanita itu ". Jawab Elvando
Laki laki yang bersama Elvando tersenyum , " Kau cantik juga, Bagaimana jika bersenang-senang dahulu dengan ku, sebelum menemui ajal? " .
" Hey! Bukan itu yang kita lakukan, kita hanya perlu membunuh dia , dengan cara yang sama ketika temannya membunuh adik ku ". Tentang Elvando
" Ayolah Do, Kau tidak akan rugi jika bersenang-senang dengan wanita ini . Ku tebak ia masih perawan . Jika nantinya ku ceritakan kepada Sisil adik ku tentunya dia akan sangat senang ". Ucap laki laki itu,
Indri mengepalkan tangannya, Ternyata Dia adalah Kakak dari Sisil adik angkatan di kampusnya.
Tanpa kedua laki laki itu sadari, komplotan suruhannya sudah di habisi semua oleh Reno tanpa mengeluarkan suara.
Indri bertepuk tangan dan tertawa . " Hahaha, kau salah jika ingin bermain main dengan ku ". Ucap Indri
Kedua laki laki itu berangsur mundur , Jantung keduanya berdetak kencang. Tidak menyangka Jika mereka telah masuk dalam perangkap.
" Aku, wanita yang kau cari. Kau membangunkan macan tidur karena telah menyentuh sahabat ku. "
Elvando tertawa dengan segera Ia mengeluarkan Pistol dan mengarahkan ke Indri.
Indri tidak bergeming, dengan langkah tegas ia maju , dan membuat keduanya mundur.
Dor....
Pistol yang seharusnya mengenai Indri malah kena sasaran mengenai lengan Dipta.
" Brengse* " . Ucap Indri dengan segera Indri berlari , terbang menendang keduanya hingga jatuh tersungkur .
__ADS_1
2 lawan 1 tidak membuat Indri mundur, Reno dkk , ingin membantu tapi lebih dulu Indri larang,
" Bawa lah Dipta , biar ini keselesaikan sendiri " Titah Indri
Dipta meronta, dirinya enggan meninggalkan Indri seorang diri.
" Bee... " Rintih Dipta memegang luka bekas tembakan,
" Pergilah, jika masih ingin selamat . Gue janji bakalan nemuin lo " . Ucap Indri
Lalu segera berlari lagi untuk menghantam pukulan kepada kedua bajinga* yang telah melukai Dipta.
Meskipun mereka laki laki, mereka sangat kalah dengan tenaga dan kecepatan Indri ketika bertindak.
Keduanya jatuh tersungkur tidak berdaya, dan hanya sebelah mata saja yang masih dapat terbuka .
Indri memberi perintah kepada beberapa anggota yang masih tersisa untuk mengikat mereka berdua
Kini keduanya telah terikat, dengan tangan yang berada diudara dan kaki yang melayang.
" Kalian tau , kalian telah salah mencari masalah dengan ku. "
Mereka berdua , tertawa , seakan tidak takut dengan Indri.
.
.
__ADS_1
.