
Indri buru buru naik ke dalam kamar untuk segera mandi dan ganti baju, Indri sudah menelpon Indra mengajak nya untuk bertemu malam ini di kafe yang Indra ajukan
Dipta dan Febri mengernyit kan dahi mereka karena Indri datang dengan badan yang sudah basah kuyup akan keringat
" Mau kemana tuh lo be? " . Tanya Dipta ketika Indri sudah selesai mandi dan memakai baju rapih
" Ketemu Indra " jawab Indri.
" Ecie mau ketemu calon suamik " . Ledek Febri
Indri cuek lalu mengambil konci mobil pergi ke kafe
🌷🌷🌷
Indri masuk ke dalam ruangan pribadi di Kafe tersebut, Didalam ruangan itu sudah ada Indra yang duduk manis sambil menyesap wine
Indri duduk bersebrangan dengan Indra, Indri mengatur nafasnya yang masih memburu,
" Ada apa kamu sampai ngajak bertemu dengan tergesa-gesa ? " . Tanya Indra memulai pembicaraan
" Pak Indra, tutup point aja lah , Pak Indra udah tau kan tentang perjodohan ? " . Tanya Indri balik
__ADS_1
Indra tertegun ditempat, sialan dia lupa soal perjodohan ini, yang benar saja raut wajah indri tidak bersahabat bertanya tentang itu,
" Hem, saya juga baru tau 3 hari yang lalu, saya juga kaget tentang itu, Kamu tau sendiri bunda seperti apa dan tentang perjodohan itu udah diatur dari mendiang grandma kamu dan Bunda saya " .
" Bisa gak? hal seperti ini gausah ada, lagian perjodohan atas dasar maksa tidak ada cinta percuma, saya gabisa! " .
Indra menatap Indri dalam, " Sebenarnya kalau saya boleh jujur saya sudah jatuh cinta dengan kamu " . jujur Indra
Indri tertegun ditempat, " Tolong jangan main main tentang perasaan, "
Indra tersenyum, " saya memang jatuh cinta dengan kamu lebih dari apa yang kamu tau, "
" Saya selalu berharap dapat menikah dengan seseorang yang saya cintai, tanpa dasar perjodohan, dan pernikahan antara saya dan kamu ini atas dasar perjodohan grandma dan bunda lela yang kita pun tidak tau kebenaran nya , memang ada banyak sekali janji yang saya ucapkan dengan mendiang grandma dan grandpa tapi saya tidak tau jika ada janji tentang perjodohan ini, " .
Indri mengangguk sebenarnya Indri ingin meluruskan semuanya malam ini, Indra menelpon Bunda lela untuk segera datang ke Kafe,
20 menit kemudian Bunda lela datang bersama Ayah Leo , Rendra, Mama Papa dan Bang Andri, kini semuanya sudah lengkap di dalam Kafe.
" Apakabar sayang? " . Tanya Bunda Lela ,
" Aku baik Bunda, "
__ADS_1
Bunda Lela mengeluarkan sebuah kalung berbentuk kunci dan memberikan ke Indri,
Indri diam tidak mengerti apa yang dimaksud Bunda lela kali ini
" Bunda mau tanya, apakah dulu kamu pernah dikasih Grandma kamu sebuah kotak tanpa bisa dibuka? .
Indri baru ingat kotak itu yang selama ini ia simpan tanpa tau apa isi didalam kotak itu,
" Aku punya Bunda, tapi ada dirumah aku, "
" dirumah ada Dipta sama Febri kan? suruh mereka kesini dan bawa kotak itu " . Titah papah Rendriadi
Indri mengambil ponsel menyuruh Dipta untuk mengambil kotak yang ia taruh di dalam laci perhiasannya, lalu menyuruh mereka berdua untuk datang ke kafe
" Sebentar lagi mereka kesini " . Ucap Indri ketika selesai berbicara ditelepon.
" Baik ketika kotak itu ada , kamu akan tau tentang perjodohan ini " Ucap Bunda lela senang,
.
.
__ADS_1
.