Suamiku

Suamiku
Part 105


__ADS_3

Lagu masih belum selesai


Febri mulai menyanyi mengikuti alur , tapi entah mengapa terasa aneh dan menyimpang


ku ingin tau siapa namamu , dan kuingin tau dimana rumah walau sampai akhir ayat ini. oooooooo.


Nyanyi Febriiii, semua orang sontak tertawa


Dan dengan Cepat Dipta menyambar Lagu bait terakhir .


Pacar ku ilang diambil orang apa kah wajah ku kurang cantik sayang...


memang susah mencari pacar perhatian


nyanyi Dipta seakan menghayati, Dan tentu saja mendapat geplakan dari semua temannya karena bait terakhir, bukan lah bait yang sebenarnya.


" KDRT lo semua sama gue " . Imbuh Dipta , dengan menonok muka memelasnya


" Lagian, ngaco lagu bukan gitu lo ganti ganti. " . Marah Indri ,


" Eh tapi seru tau ". Jawab Dipta


Tanpa mereka sadari Mic masih menyala, tentu saja mengundang gelak tawa dari seluruh orang.


Tepuk tangan meriah sekali , tidak mengira acara hari pertama sangat menyenangkan. dan tentu saja membuat mereka semua menantikan acara acara selanjutnya untuk 4 hari kedepan .


" Bidadari gue suaranya bagus banget "


" Pangeran gue pada Coll semua sih diatas panggung " .

__ADS_1


Semua orang memuji mereka, selain tampan dan cantik mereka mempunyai suara yang tidak ancur ancur amat .


Raka tersenyum senang begitupun dosen yang lain, mereka berterima kasih untuk penutupan acara.


Mereka berenam turun panggung, dan tentu saja mereka juga merasakan kesenangan. satu satu murid disana sudah pada pulang, hanya menyisahkan beberapa dari Mahasiswa tingkat akhir .


Indri Febri dan Dipta yang tadinya tidak bersemangat karena acara dari awal mereka lihat , tidak ada yang membuat mereka semangat yang ada hanya mengantuk, oleh sebab itu mereka selalu saling mengejek untuk menutupi ke bosanan .


" Yuk pulang " . Ajak Bastian


" Iya mau istirahat gue juga capek " . Jawab Febri


" Sayang, mau maen ke Club dong " . Pinta Alfin ke Dipta


" Maen aja sono . Ngapa ngomong sama gue, emang gue emak lo " . Jawab Dipta


Alfin mencibirkan bibir nya, " Jahatnya kamu.


Indri Febri dan Dipta sudah sampai dirumah, mereka meregangkan otot ototnya di Sofa keluarga.


" Non, makanan nya udah siap . Mau makan sekarang? " . Tanya Asisten


" Bang Andri udah pulang mba? " . Tanya Indri


" Tuan, katanya engga pulang non . Dia mau nginap dirumah nyonya ".


" Atulah, sedih akunya ditinggal yayang Andri ". ucap Dipta


" Dih geli gue " . Jawab Febri,

__ADS_1


Mereka makan malam bersama, bercanda dan mengobrol, meskipun setiap saat mereka bertemu namun obrolan tidak pernah garing


Drttttt...... Drttttt........


" Hp lo bunyi tuh noy " . Ucap Febri


Dipta segera mengangkat telepon yang masuk. Ternyata telepon dari Babeh nya ( Bapak ) . Dipta segera pergi meninggalkan kedua sahabatnya, menjauh untuk segera mengangkat telepon.


" Kenapa muka lo , Udah kaya nahan B**** " . Tanya Febri,


" Bokap gue kenapasih gejelas banget, telepon gue marah marah " . Jawab Dipta berusaha tegar


" Kok bisa? " . Tanya Indri,


" Enggatau ,pusing gue . Selalu aja salah apa yang gue lakuin di mata bokap gue " . Mata Dipta sudah hendak menangis,


Indri dan Febri segera memeluk Dipta, menyalurkan kasih sayang dan kekuatan.


" Udah mending lo pulang dulu, cari tau apa penyebab nya. " Suruh Indri lembut,


Dipta menghela nafanya, didalam pelukan kedua sahabatnya Dipta tidak mampu menahan air mata . Ia sungguh malas jika pulang, bisa dipastikan akan terjadi pertengkaran.


Dipta menangis sesenggukan, Beban yang selama ini sudah ia tahan dan hidup dalam kekangan membuat Dipta tidak sanggup untuk hidup lebih lama.


Namun berkat kedua sahabatnya ia bersyukur dapat sedikit menghilangkan pikiran dan beban. Kedua sahabatnya senantiasa memeluk dan memberi kekuatan. Ia sangat bersyukur setidaknya ada alasan untuk ia tetap semangat menjalani hidup.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2