
Indri bolak balik diruang tamu, menunggu kedatangan Dipta . Karena jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, tapi sahabat nya itu tak kunjung pulang.
Indri mengambil Hp di dalam kamarnya , menelpon Mama Dipta adalah solusi terakhir yang ia pikirkan.
" Assalamualaikum mah, Dipta ada? " . Tanya Indri
" Oh, makasih ya mah" .
" Gimana? , ada ga si gendut disana? " . Tanya Febri yang tak kalah khawatir .
" Udah pulang katanya dari jam8 , tapi gue heran kok suara Mama pelan banget ya . "
" Maksudnya gimana si? "
" Kaya takut takut gitu, gue jadi khawatir tuh anak kenapa kenapa " .
Mereka semua masih duduk diruang tamu sampai tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi
" Ih gapulang pulang tuh anak, gue khawatir be " . Ucap Febri
" Yauda lo mending ke kamar , istirahat duluan . Kita hari ini gausah ngampus dulu. Kalo ada kabar gue kasih tau, ".
Febri menurut , dia segera pergi kekamar . Sungguh dirinya khawatir dan juga ngantuk.
Indri keluar , menuju markas anggota anggota nya . kebetulan Reno sedang berolahraga pagi itu.
" No, gue mau kasih lo tugas . Tolong lo cari keberadaan Dipta, gue kasih waktu 1 Jam. Inget gue gamau ada jawaban engga tau! "
Reno segera mengangguk, Dirinya berfikir tugas pertama untuk sekian lama . Dirinya tidak boleh gagal .
Indri segera menelpon Andri .
__ADS_1
" Halo? " Jawab seseorang dari seberang
" Bang, Gue minta bantuan ".
Andri mengernyit , lalu memastikan siapa yang menelpon. Dirinya berdecak sebal . Kurang aja sekali adiknya ini
" Apaan gue ". Jawab Andri dingin
Indri tidak mempedulikan lagi, yang saat ini penting adalah keberadaan sahabatnya . " Dipta ilang, gue minta bantuan buat lo cek semua CCTV dijalan arah rumah Dipta sampai Rumah gue. "
Andri berdecak sebal . " Masih jam5 loh dek, Abang ngantuk, nanti aja ya jam7 "
" Gila lo ya! . Kalo sampe lo tidur lagi, ataupun ga berhasil cari apa yang gue mau . Jangan harap lo ketemu gue " . Ucap Indri keras.
Mata Andri yang semula sayup kini terbuka lebar, " Iyasih, maennya ngancem. Inget Abang ini, Abang kamu loh dek ".
" Seterah lo . " Indri mematikan telepon sepihak, Dirinya kesal abang nya ini disaat genting malah memikirkan kantuk.
Andri segera membasuh mukanya agar lebih segar, ancaman adiknya bagaikan Hukuman mati .
Dirinya segera menelpon orang kepercayaan yang berada diIndonesia , untuk menyabotase rekamana CCTV, Tidak perduli jika nantinya akan ada sanksi jika tidak meminta ijin terlebih dahulu.
" Halo , gue ada kabar . Mobil yang dipake Sahabat adek lo, sekarang posisinya ada di Jalan X. dan dia di todong oleh beberapa komplotan , lalu pergi menuju kota lain " . Ucap seseorang kepercayaan Andri.
" Oke makasih " .
Andri segera menelpon Reno, untuk sebagian anggota Mencari Dipta sesuai petunjuk.
🌷🌷🌷🌷
Ditempat lain
__ADS_1
Dipta bangun, sedikit pusing dikepalanya sangat mengganggu , pelan pelan ia membuka mata, namun yang terlihat hanya kegelapan.
matanya sudah tertutup kain tebal, dengan tangan yang diikat di tembok dan kaki yang di rantai.
" Hahahaha " . Tawa beberapa orang yang Dipta dengar, dirinya di liputi rasa takut . Jantung nya sudah berdegup kencang
" Siapa disana " . Tanya Dipta
" Oh, Sudah bangun manis? " . Tanya Pria bersuara Barito , berjalan mendekat, dan menarik dagu Dipta secara kasar.
" Siapa kalian " . Ulang Dipta
" Lo ga perlu tau siapa kita, yang harus lo tau . Temen lo udah nyinggung orang, dan sebagai gantinya nyawa lo ada ditangan kita " . Ucap laki laki itu menghempas kan kasar dagu Dipta
" Lo gila ya, " Hardik Dipta
Laki laki itu geram , menarik rambut Dipta sampai ia meringis, dan menampar mulutnya hingga berdarah .
" Nangis dong, masa lo ga nangis si udah gue gampar . Padahal pas tadi gue ketemu lo . Muka lo udah bengkak karena nangis, kenapa? . Lo diusir sama temen lo ? " . Tanya Pria itu meremehkan,
Dipta diam saja, dia takut jika menjawab akan mendapatkan pukulan lain, bekas tamparan Bebeh tirinya nya saja masih terasa, kini sudah ditambah lagi oleh orang lain.
" Jawab B***** . Tadi mulut lo berguna ngatain gue gila! . Giliran gue tanya lo diem. apa perlu mulut lo gue kasih besi panas biar tembus ke perut? . Hahahahahhaa " . Ucap laki laki itu
Dipta sudah gemetaran, Dia pasrah jikalau nyawanya akan berakhir, lagi pula orang tuanya sudah menanggap ia mati.
.
.
.
__ADS_1