Suamiku

Suamiku
Part 107


__ADS_3

Indri bolak balik diruang tamu, menunggu kedatangan Dipta . Karena jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, tapi sahabat nya itu tak kunjung pulang.


Indri mengambil Hp di dalam kamarnya , menelpon Mama Dipta adalah solusi terakhir yang ia pikirkan.


" Assalamualaikum mah, Dipta ada? " . Tanya Indri


" Oh, makasih ya mah" .


" Gimana? , ada ga si gendut disana? " . Tanya Febri yang tak kalah khawatir .


" Udah pulang katanya dari jam8 , tapi gue heran kok suara Mama pelan banget ya . "


" Maksudnya gimana si? "


" Kaya takut takut gitu, gue jadi khawatir tuh anak kenapa kenapa " .


Mereka semua masih duduk diruang tamu sampai tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi


" Ih gapulang pulang tuh anak, gue khawatir be " . Ucap Febri


" Yauda lo mending ke kamar , istirahat duluan . Kita hari ini gausah ngampus dulu. Kalo ada kabar gue kasih tau, ".


Febri menurut , dia segera pergi kekamar . Sungguh dirinya khawatir dan juga ngantuk.


Indri keluar , menuju markas anggota anggota nya . kebetulan Reno sedang berolahraga pagi itu.


" No, gue mau kasih lo tugas . Tolong lo cari keberadaan Dipta, gue kasih waktu 1 Jam. Inget gue gamau ada jawaban engga tau! "


Reno segera mengangguk, Dirinya berfikir tugas pertama untuk sekian lama . Dirinya tidak boleh gagal .


Indri segera menelpon Andri .

__ADS_1


" Halo? " Jawab seseorang dari seberang


" Bang, Gue minta bantuan ".


Andri mengernyit , lalu memastikan siapa yang menelpon. Dirinya berdecak sebal . Kurang aja sekali adiknya ini


" Apaan gue ". Jawab Andri dingin


Indri tidak mempedulikan lagi, yang saat ini penting adalah keberadaan sahabatnya . " Dipta ilang, gue minta bantuan buat lo cek semua CCTV dijalan arah rumah Dipta sampai Rumah gue. "


Andri berdecak sebal . " Masih jam5 loh dek, Abang ngantuk, nanti aja ya jam7 "


" Gila lo ya! . Kalo sampe lo tidur lagi, ataupun ga berhasil cari apa yang gue mau . Jangan harap lo ketemu gue " . Ucap Indri keras.


Mata Andri yang semula sayup kini terbuka lebar, " Iyasih, maennya ngancem. Inget Abang ini, Abang kamu loh dek ".


" Seterah lo . " Indri mematikan telepon sepihak, Dirinya kesal abang nya ini disaat genting malah memikirkan kantuk.


Andri segera membasuh mukanya agar lebih segar, ancaman adiknya bagaikan Hukuman mati .


Dirinya segera menelpon orang kepercayaan yang berada diIndonesia , untuk menyabotase rekamana CCTV, Tidak perduli jika nantinya akan ada sanksi jika tidak meminta ijin terlebih dahulu.


" Halo , gue ada kabar . Mobil yang dipake Sahabat adek lo, sekarang posisinya ada di Jalan X. dan dia di todong oleh beberapa komplotan , lalu pergi menuju kota lain " . Ucap seseorang kepercayaan Andri.


" Oke makasih " .


Andri segera menelpon Reno, untuk sebagian anggota Mencari Dipta sesuai petunjuk.


🌷🌷🌷🌷


Ditempat lain

__ADS_1


Dipta bangun, sedikit pusing dikepalanya sangat mengganggu , pelan pelan ia membuka mata, namun yang terlihat hanya kegelapan.


matanya sudah tertutup kain tebal, dengan tangan yang diikat di tembok dan kaki yang di rantai.


" Hahahaha " . Tawa beberapa orang yang Dipta dengar, dirinya di liputi rasa takut . Jantung nya sudah berdegup kencang


" Siapa disana " . Tanya Dipta


" Oh, Sudah bangun manis? " . Tanya Pria bersuara Barito , berjalan mendekat, dan menarik dagu Dipta secara kasar.


" Siapa kalian " . Ulang Dipta


" Lo ga perlu tau siapa kita, yang harus lo tau . Temen lo udah nyinggung orang, dan sebagai gantinya nyawa lo ada ditangan kita " . Ucap laki laki itu menghempas kan kasar dagu Dipta


" Lo gila ya, " Hardik Dipta


Laki laki itu geram , menarik rambut Dipta sampai ia meringis, dan menampar mulutnya hingga berdarah .


" Nangis dong, masa lo ga nangis si udah gue gampar . Padahal pas tadi gue ketemu lo . Muka lo udah bengkak karena nangis, kenapa? . Lo diusir sama temen lo ? " . Tanya Pria itu meremehkan,


Dipta diam saja, dia takut jika menjawab akan mendapatkan pukulan lain, bekas tamparan Bebeh tirinya nya saja masih terasa, kini sudah ditambah lagi oleh orang lain.


" Jawab B***** . Tadi mulut lo berguna ngatain gue gila! . Giliran gue tanya lo diem. apa perlu mulut lo gue kasih besi panas biar tembus ke perut? . Hahahahahhaa " . Ucap laki laki itu


Dipta sudah gemetaran, Dia pasrah jikalau nyawanya akan berakhir, lagi pula orang tuanya sudah menanggap ia mati.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2