
" Bunda mau pesan apa? " . Tanya Febri
" Hm, yang enak disini apa? ".
" Ayam bakar sambal nya enak banget Bun, dijamin deh" . Ucap Dipta yang sudah membayangkan akan makan itu
" Kamu pesan apa Ndri? " . Tanya Bunda
" Akumah emang kalo makan disini , pesennya ayam bakar itu Bunda ,"
" Yauda Bunda itu juga , mau rasain . "
Febri memanggil pelayan, untuk memesan makanan yang akan mereka makan
Sambil menunggu mereka semua masih berbincang, entahlah wanita ketika berkumpul apa saja dapat mereka bicarakan dari A-Z .
10 menit kemudian pesanan mereka telah dihidangkan.
" Iya, enak ya . kayanga nanti Bunda bakalan sering kesini deh, abisnya enak banget " . Ucap Bunda lela ketika sudah selesai makan
Mereka menurunkan nasi yang baru saja dimakan sekitar 5 menit, lalu lanjut masuk kedalam Supermarket yang berada didalam Mall
Mereka membawa masing masing troli dan berkeliling untuk mencari makanan ringan dan stok yang akan diperlukan
Berbelanja sekitar 1 jam, akhirnya mereka pulang ke rumah Indri
Bunda masuk kedalam perkarangan perumahan Indri kagun dengan desain dan Interior yang ada, tidak terlalu besar namun mewah.
" Yang diseberang ini apa ya? kok kayanya lebih luas dan banyak penjaga? " Tanya Bunda
" Oh, itu Club milik Indri Bunda " . Jelas Febri
" Kamu punya Club sendiri Ndri? . Hebat "
" Ah, sebenernya ga bisa dibilang itu punya aku, karena yang bangun semua nya itu Bang Andri Bunda bukan aku . Aku mah cuma disuruh jalanin , "
__ADS_1
" Ck.. jalanin apaan kalau semua nya atas nama lo " . Ucap Dipta
Indri tidak menjawab, Indri mempersilahkan Bunda Lela masuk dan menyuruh asisten nya untuk membawa semua belanjaan ke dalam kamar dan dapur .
" Bunda mau istirahat dulu engga? sekalian aku juga mau mandi . " Ucap Indri
Bunda Lela memang benar benar sangat lelah sebenarnya, namun lelahnya itu dibayar tuntas dengan apa yang dia lakukan hari ini
" Boleh, Bunda juga mau numpang mandi . Gaenak banget nih, lengket " .
Dipta mengantar Bunda lela ke kamar tamu, lalu mereka bertiga kekamar untuk segera membersihkan diri sebelum nantinya akan menonton
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Jam 20.30 Wib
Bunda Lela, Febri, Indri dan Dipta sudah siap untuk menonton Film Titanic yang sudah mereka ingin tonton
Mereka duduk di ruang keluarga dengan menatap Tv yang berukuran 55 inch . dengan disuguhkan beberapa cemilan dan minuman . mereka semua tampak anteng dalam menikmati Film yang berdurasi 3 jam 30 menit .
Dipta tampak mengehela nafasnya kasar . Yang dimana membuat semua orang menoleh
" Gue heran deh sama nih Film . Aneh banget udah nonton berulang kali tetep aja nabraknya gunung es . emangnya dia gepernah belajar dari kesalahan ya" . 🥴
Dengan Gemas Indri melempar Bantal yang sedari tadi Ia taro di atas pahanya .
Dipta dan Febri sedang adu argumen , dan kedatangan seseorang Membuat keduanya berhenti .
" Abang sama ayah ngapain disini? " Tanya Bunda
" Jemput Bunda lah, gaenak udah malam gini masih dirumah orang . " Jelas Ayah,
Bunda menggaruk lehernya yang tidak gatal, padahal Bunda Lela masih betah berada dikediaman Indri .
" Bunda, Abang boleh ngomong ga? " Tanya Indra
__ADS_1
" Ya ngomong aja " . Jawab Bunda cuek masih asik nonton Film yang durasinya tinggal 5 menit lagi itu .
Indra mengambil nafasnya dalam, seperti mengeluarkan emosi yang terpendam" Bunda beli apa ajasi. sampe ngabisin uang 2 Milyar gitu? . " Tanya Indra dengan suara senetral mungkin
Febri Dipta dan Indri tersentak kaget dengan Pertanyaan Indra .
" Belanja lah bang, Kan Bunda udah bilang " . Jawab Bunda cuek masih menatap Tv yang berada di depannya,
" Ya tapi, masa sampai sebanyak itu si Bun . "
Bunda mengalihkan tatapannya menghadap Indra, lalu bersidekap dada . " Ya orang Bunda belanjanya rame rame jelas banyak lah, itu aja kalo ga mereka bertiga minta pulang Bunda masih belanja tuh . "
Indri menghela nafasnya kasar . Hendak menjawab tapi ia urungkan ketika mendapat ketipan dari sang Ayah .
Ayah Leo harus menghentikan perdebatan ini, jika dilanjutkan akan terus berjalan. Sang Istri yang memang gila belanja dan sang Anak yang cukup benci kalau menghamburkan Uang dengan hal yang ga penting.
Ayah menepuk bahu Indra pelan, " Yauda seterah Bunda, Asal Bunda seneng ayah gapapa ko " .
" Apasih, Iya ayah gapapa, kan yang tekor abang " .
" Baru ngeluarin duit 2 Milyar aja kamu ngomel, bagaimana dengan Bunda yang membesar kan kamu . merawat kamu , memberi semua fasilitas lengkap . Bunda gapernah tuh mengeluh , " Ucap Bunda lela Marah sambil berdiri dengan tangannya yang berada di pinggang
Indra mengusap wajahnya kasar . memang benar wanita itu sulit sekali mengakui kesalahannya dan wanita akan selalu benar .
" Yauda, Abang minta maaf Bun, " Ucap Indra mengalah . kali ini dirinya harus meminta maaf agar sang Bunda tidak ngomel lebih panjang lagi di rumah orang.
Indri Febri dan Dipta diam diam tertawa geli melihat wajah Indra yang habis diomelin oleh Bunda Lela
" Yaudah, ayo Bunda kita pulang udah malem gaenak jam segini kita masih namu . " Ajak Ayah
Akhirnya Bunda mengalah , meminta maaf dengan kejadian barusan .
Lalu keluarga Dinata pamit pulang .
.
__ADS_1
.
.