
Indri dan yang lain kini sudah berada di kantin . Bagian pojok tempat nya biasa duduk, tidak ada satupun yang berani menempati tempat itu kalau dirinya ada .
Siapa yang hendak membangun kan macan tidur , mereka malas jika berdebat dengan Indri dan kawan-kawan. Apalagi jika sudah ada Bastian, Alfin, dan Husen sudah dipastikan mereka sendiri yang akan malu.
" Minum apa? " . Tanya Husen
" Es jeruk aja gue bertiga biar seger " . Jawab Dipta mewakili teman teman nya.
" Kan kalian bisa liat wajah tampan gue yang nyegerin " . Imbuh Bastian, yang mendapatkan toyoran di keningnya sama ketiga wanita cantik .
" Lo mau pada apa Tian, Fin , biar sekalian gue pesenin " .
" Kopi aja gue, " Jawab Bastian
" Sama gue juga, biar ga ngantuk entar pas lagi nyusun acara " . Jawab Alfin menimpali
Husen berjalan ke arah tempat penjual minuman , memesankan apa yang teman temannya inginkan .
Setelah selesai Husen tidak sengaja menabrak wanita cantik, adik angkatan yang baru ia lihat. Dan menyebabkan sedikit perhatian dari penghuni kantin.
" Aw ". Ringis wanita itu.
" Ah, Sorry , Ada yang sakit? " . Tanya Husen memastikan.
__ADS_1
" jalan tuh make mata? ". Ucap gadis itu dengan emosi.
Husen sedikit terhenyak ditempat, karena mendapatkan makian.
Indri yang melihat kegaduhan dengan segera bangkit dan menghampiri Husen, yang sedikit kelimpungan.
" Jalan itu pake kaki bukan pake mata mbaknya " . Jawab Indri sengaja menyenggol Gadis yang bernama Sisil yang membuat sisil mundur 3 langkah.
Sisil berdecak sebal . " Temen lo yang jalan gak liat liat, udah nabrak bukannya bersalah malah diem . " Jawab Sisil dengan berani
" Temen gue udah minta maap, dan nanyain keadaan lo. Kok lo nya sengak banget " . Jawab Indri dengan intonasi tinggi yang membuat keadaan hening, dan para wanita mulai berbisik bisik.
" Lo ga usah ikut campur " . Kata Sisil dengan Intonasi tinggi juga.
Indri maju berhadapan dengan Sisil sampai tidak memberikan jarak . Indri malas jika main tangan duluan, dirinya sengaja membuat Wanita yang baru ia lihat ini kesal sendiri dengan melihat wajah Songong Indri.
Indri menaikan alisnya, bersidekap dada . " Mbaknya, mending pergi dari pada bikin malu kan kasian " .
Husen dengan segera menarik Indri sedikit lebih keras, memisahkan Dua Wanita yang mungkin akan berkelahi . apalagi dirinya tau betul Jika Indri kini sedang sangat emosi.
" Udah Ndri biarin , Cewek kaya gitu mah ga selevel kalo lo ladenin. " . Tegur Husen
Indri melirik Husen, lalu menoleh dengan wanita bernama sisil itu . Indri tersenyum miring mengejek .
__ADS_1
Dan itu membuat Sisil naik pitam, Baru kali ini dirinya ditantang dengan wajah seperti itu . Biasanya Sisil yang selalu berprilaku seperti Indri. Namun kini dirinya lah yang kena Bully.
" Gausah sok kecantikan Mbaknya " . Ledek Sisil.
" Lah, Emang gue cantik. Dan itu Fakta. Engga kaya lo yang memaksakan Cantik dengan bedak dempul dan itu tebel banget. itu bedak apa tepung?, Kalo Digoreng juga muka lo jadi kriyuk . Gasadar diri emang? " . Ledek Indri yang membuat seisi kantin tertawa
" Inget ya lo salah cari masalah dengan gue, lo fikir gue takut? " . Tantang Sisil.
Indri tertawa . " RECEH BELAGA DOLAR , MANDI BIAR SADAR , "
Sisil ditarik dengan kedua temannya . Malu untuk ke 3x nya hari ini mereka Karena berurusan dengan Indri. Siyall....
" Eh Mbak, Punya kaca ga dirumah? Kalo engga ada , besok gue bawain, biar lo bisa ngaca! Secantik apa lo dibandingin sama gue " . Ucap Indri lebih kencang, Biar Sisil yang sudah mulai menjauh itu mendengar.
" Ngaca Mba " Teriak sisi kantin berkali kali,
Sisil pergi dengan kaki yang dihentakan karena dapat sorakan dengan semuaa .
.
.
.
__ADS_1