Suamiku

Suamiku
Part 112


__ADS_3

Ternyata Perkiraan dokter tidak lah sesuai, Dipta sudah sadar dari tidurnya tepat di jam 12 Malam.


" Ah.... " . Pekik Dipta ketika hendak bangun, merasa nyeri dibagian lengannya.


Indri dan Febri yang tengah tertidur sontak terbangun, begitu juga dengan Farel yang bergantian menjaga Bosnya.


" Udah bangun? " . Tanya Febri


" Udahlah, orang udah melek . Masa gue molor lo tanya udah bangun ". Decak Dipta


Dengan gemas Febri menoyor Dipta, Masuk kerumah sakit menyebabkan semua orang khawatir, sekalinya bangun menyebalkan.


" Ditanya tuh jawab yang bener " . Ucap Indri,


Dipta cengar cengir, memegang kepalanya yang masih terasa sakit dan juga lengan yang ngilu.


Dipta diam mencerna dan mengingat kejadian yang ia alami . Karena dipertengahan jalan dirinya sudah tidak sadar kan diri .


Indri melirik ke Dipta , Indri tau akan sorot mata Dipta yang meminta sebuah penjelasan. " Gausa banyak mikir, Nanti kalo udah sembuh gue ceritain ".


" Aus ga lo? " . Tanya Febri


" Laper gue ". Jawab Dipta


" Kalo soal makanan mah ga lupa ya , meskipun baru sadar juga " . Ucap Febri,


Dipta memamerkan gigi nya . Inilah Sahabat nya , tidak akan langsung menghujaninya dengan pertanyaan namun memberikan perhatian,


Dipta Febri dan Indri tidak pernah memaksa untuk cerita, menurut mereka , bercerita lah selagi siap . Bukan karena di perintah .

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


Pagi Hari Dipta sudah mengomel hendak pulang , dia sama sekali tidak betah berada dirumah sakit, apa lagi tiap jam dirinya yang takut akan jarum suntik harus merasakan terus menerus


" Pulang sih ayok yaelah nong, gabetah banget gue, " Rengek Dipta


" Yauda tar dulu, Indri lagi ke Dokter minta ijin " .


Indri masuk kedalam ruangan, " Tian, kamu bisa kan beresin semua perlengkapan yang ada disini? . Aku mau bawa Dipta pulang, biar ga repot "


Tian mengangguk, Toh hanya membawa beberapa barang , Kamar VIP ini sudah disulap seperti apartemen oleh Indri, bagaimana tidak, Yang mempunya Rumah sakit ini adalah Mamanya.


" Yaudah ayok pulang, Nyokap gue udah nunggu juga dirumah " . Ajak Indri


Dipta tersenyum berbinar, " Ah akhirnya ".


🌷🌷🌷🌷


Mereka semua sudah sampai, Dan Dipta enggan masuk kerumah dirinya hendak menikmati angin sore hari di komplek itu. Kini mereka duduk di Taman dekat Hutan,


" Udah lama ya, Engga sesantai ini " . Ucap Mama Indri,


" Iya mah, Perasaan baru ini lagi ngehirup udara segar nya ibukota tanpa polusi " . Kata Dipta


" Eh gimana, Masih sakit lengan kamu? " . Tanya Mama


" Udah enggasih ma, "


Mama sudah tau ceritanya dari Andri, beliau sudah menceritakan segalanya kepada kedua orang tua, tentu saja keduanya marah besar dengan musuh yang melibatkan orang lain .

__ADS_1


Sedang asik mengobrol suara aneh membuat Mama kalang kabut, tapi tidak dengan Yang lain . " Suara apa itu, Kaya Singa " .


Benar saja belum ditanggapi oleh anak anaknya , Singa dan Harimau muncul dari dalam hutan buatan .


" Awas loh dek " . Cegah mama karena Indri dengan cepat malah berlari kearah kedua hewan buas itu,


" Mah, Ini Sina sama Rima temen aku yang di Inggris loh " Ucap Indri mengingat kan.


Mama menggeleng geleng kepalanya pusing dengan kelakuan bontotnya itu .


" Mama sekolahin tinggi tinggi, Mahal Mahal eh malah temenannya ama binatang. Temen manusia cuma 2 orang doang kan gila ini si dora . "


" Enak aja Dora, Aku itu inces ya mama, " Tolak Indri


" Apah, udah gede masih suka nonton Dora emang mama engga tau " .


" Gapapa mah, yang penting Indri bahagia " . Ucap Febri


" Gapapa dari mana, masa bergaul ama binatang , ngobrol ama binatang gapapa, Udah Gila bener, " . Sungut mama sebal


" Ini kita ngapain ribut begini si " . Tanya Dipta


" Engga tau gue " . Jawab Indri


" Tanyakan saja pada peta " . Jawab Mama kemudian, yang membuat ketiganya menepok jidat.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2