
Ternyata Perkiraan dokter tidak lah sesuai, Dipta sudah sadar dari tidurnya tepat di jam 12 Malam.
" Ah.... " . Pekik Dipta ketika hendak bangun, merasa nyeri dibagian lengannya.
Indri dan Febri yang tengah tertidur sontak terbangun, begitu juga dengan Farel yang bergantian menjaga Bosnya.
" Udah bangun? " . Tanya Febri
" Udahlah, orang udah melek . Masa gue molor lo tanya udah bangun ". Decak Dipta
Dengan gemas Febri menoyor Dipta, Masuk kerumah sakit menyebabkan semua orang khawatir, sekalinya bangun menyebalkan.
" Ditanya tuh jawab yang bener " . Ucap Indri,
Dipta cengar cengir, memegang kepalanya yang masih terasa sakit dan juga lengan yang ngilu.
Dipta diam mencerna dan mengingat kejadian yang ia alami . Karena dipertengahan jalan dirinya sudah tidak sadar kan diri .
Indri melirik ke Dipta , Indri tau akan sorot mata Dipta yang meminta sebuah penjelasan. " Gausa banyak mikir, Nanti kalo udah sembuh gue ceritain ".
" Aus ga lo? " . Tanya Febri
" Laper gue ". Jawab Dipta
" Kalo soal makanan mah ga lupa ya , meskipun baru sadar juga " . Ucap Febri,
Dipta memamerkan gigi nya . Inilah Sahabat nya , tidak akan langsung menghujaninya dengan pertanyaan namun memberikan perhatian,
Dipta Febri dan Indri tidak pernah memaksa untuk cerita, menurut mereka , bercerita lah selagi siap . Bukan karena di perintah .
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷
Pagi Hari Dipta sudah mengomel hendak pulang , dia sama sekali tidak betah berada dirumah sakit, apa lagi tiap jam dirinya yang takut akan jarum suntik harus merasakan terus menerus
" Pulang sih ayok yaelah nong, gabetah banget gue, " Rengek Dipta
" Yauda tar dulu, Indri lagi ke Dokter minta ijin " .
Indri masuk kedalam ruangan, " Tian, kamu bisa kan beresin semua perlengkapan yang ada disini? . Aku mau bawa Dipta pulang, biar ga repot "
Tian mengangguk, Toh hanya membawa beberapa barang , Kamar VIP ini sudah disulap seperti apartemen oleh Indri, bagaimana tidak, Yang mempunya Rumah sakit ini adalah Mamanya.
" Yaudah ayok pulang, Nyokap gue udah nunggu juga dirumah " . Ajak Indri
Dipta tersenyum berbinar, " Ah akhirnya ".
🌷🌷🌷🌷
Mereka semua sudah sampai, Dan Dipta enggan masuk kerumah dirinya hendak menikmati angin sore hari di komplek itu. Kini mereka duduk di Taman dekat Hutan,
" Udah lama ya, Engga sesantai ini " . Ucap Mama Indri,
" Iya mah, Perasaan baru ini lagi ngehirup udara segar nya ibukota tanpa polusi " . Kata Dipta
" Eh gimana, Masih sakit lengan kamu? " . Tanya Mama
" Udah enggasih ma, "
Mama sudah tau ceritanya dari Andri, beliau sudah menceritakan segalanya kepada kedua orang tua, tentu saja keduanya marah besar dengan musuh yang melibatkan orang lain .
__ADS_1
Sedang asik mengobrol suara aneh membuat Mama kalang kabut, tapi tidak dengan Yang lain . " Suara apa itu, Kaya Singa " .
Benar saja belum ditanggapi oleh anak anaknya , Singa dan Harimau muncul dari dalam hutan buatan .
" Awas loh dek " . Cegah mama karena Indri dengan cepat malah berlari kearah kedua hewan buas itu,
" Mah, Ini Sina sama Rima temen aku yang di Inggris loh " Ucap Indri mengingat kan.
Mama menggeleng geleng kepalanya pusing dengan kelakuan bontotnya itu .
" Mama sekolahin tinggi tinggi, Mahal Mahal eh malah temenannya ama binatang. Temen manusia cuma 2 orang doang kan gila ini si dora . "
" Enak aja Dora, Aku itu inces ya mama, " Tolak Indri
" Apah, udah gede masih suka nonton Dora emang mama engga tau " .
" Gapapa mah, yang penting Indri bahagia " . Ucap Febri
" Gapapa dari mana, masa bergaul ama binatang , ngobrol ama binatang gapapa, Udah Gila bener, " . Sungut mama sebal
" Ini kita ngapain ribut begini si " . Tanya Dipta
" Engga tau gue " . Jawab Indri
" Tanyakan saja pada peta " . Jawab Mama kemudian, yang membuat ketiganya menepok jidat.
.
.
__ADS_1
.