
Pagi Hari
Pukul 5 subuh Indri sudah keluar Vila , pelayan yang melihatnya hanya menyapa tidak berani bertanya . meskipun Indri orang yang ramah tentu saja membuat pelayan nya segan
" Selamat Hari baru dan tahun baru " . Ucap Indri dengan senang , dia berlari lari ringan serta meregangkan otot ototnya .
Ketika Indri sedang meneguk sebuah air didalam botol , sebuah mobil berhenti tepat dibelakangnya , dengan segera 2 laki laki bertubuh tegap menyekap Indri menggunakan sarung tangan yang sudah di campuri dengan alkohol .
Indri berontak sekuat tenaga , namun alkohol itu membuat mata serta badannya melemas , tidak butuh waktu lama . mereka pergi ke sebuah Rumah kosong meyisahkan Indri dengan keadaan diikat dan kepala yang ditutupi kain tebal sampai dagu .
Indri mengerjapkan matanya , tampak semua gelap dan ketika ia hendak menggerakan tangan dan kakinya , ternyata dirinya diikat
Indri tersenyum meremehkan ketika dirinya ternyata diculik .
" Sudah bangun nona? " . Ucap seorang wanita
Indri terlonjak dan mengingat ngingat suara itu . " Kau? "
__ADS_1
" Ya! Saya adalah orang yang anda permalukan kemarin malam " . Ucapnya sinis sambil bersidekap dada .
" Haha ,, Ayolah kau berhadapan dengan ku saja melakukan cara licik dan kotor seperti ini . kau sangat menjijikan nona " .
" haha terserah apa katamu , kau ucapkan lah semua apa yang ingin kau ucapkan . lagipula nyawamu sebentar lagi sudah tidak ada . "
Belum sempat Indri menjawab Seorang laki laki masuk kedalam ruangan itu , " Nona Elisabeth tuan Reno sudah tiba "
" Huu cepat juga ternyata si bos datang " Ucapnya girang sambil pergi meninggalkan Indri bersama ke tiga laki laki
" Sebenarnya gue kalo ga di suruh sama Bos Jack , males banget gue mata matain Deadly Mafia Wolf ini . Hanya untuk mencari keturunan dan ketua dari penerus Keluarga Aliester sungguu sangat merepotkan setiap kali gue harus diperlakukan seperti budak rendahan " Ucap salah satu laki laki itu
Tak lama Wanita bule yang bernama Elizabeth itu datang dan langsung menendang kursi Indri , membuka penutup wajah Indri , menjambak , menampar wajah Indri berkali kali sampai menimbulkan darah sela sela sudut Indri
" Apakah kau tidak meminta permohonan pengampunan nona? , Bahkan kau tidak berbicara sama sekali . apakah kau takut? " Ucap Elizabeth Sinis
Indri tak bergeming dan takut sedikitpun dengan tatapan Elizabeth, bahkan Indri menatap sengit balik wajah Elizabeth . Membuat Elizabeth kesal setengah mati
__ADS_1
" Kau menantangku nona? aku benci sekali melihat bola mata mu yang dari tadi menatap wajah ku seperti itu. baiklah cepat ucapkan kata terakhir , dan aku akan menepatinya , Hahahahha " .
" Panggilkan aku bos kalian " . Ucap Indri
Elizabeth dibuat terlonjak tentang permintaan Indri itu . " masih mau matipun kau bahkan dengan tidak malu nya untuk meminta bertemu dengan bos kami . baiklah karena kamu tidak akan lama lagi didunia ini , akan aku kabulkan " .
" Panggilkan Bos Reno " . Titah Elizabeth , lalu membungkus kembali wajah Indri dengan kain
Tidak lama Reno datang bersama 5 teman temannya . " Ada apa ini? mengapa diriku harus sampai terlibat ketika kau berurusan dengan seseorang , bahkan dia berani sekali ingin bertemu dengan ku " .Ucap Reno
" Cepat Kau buka lah penutup itu Elizabeth , aku sungguh ingin menghabisi orang itu karena lancang menyuruh kami datang kesini " . Ucap salah seorang teman Reno
" Baikbos " . Ucap Elizabeth
Tutup kepala dibuka , dan wajah Indri menunduk membuat Elizabet dengan kasar menampar wajah Indri agar mau mendongak .
.
__ADS_1
.
.