Suamiku

Suamiku
Part 126


__ADS_3

Indra pusing berkali kali dirinya sudah mencoba untuk berfokus pada pekerjaan yang berada didepannya, tetap saja tidak bisa akan obrolan dengan bundanya, Bagaimana jika Indri menolak dan hubungan mereka akan se awkard dulu .


Indra menghela nafasnya dalam dalam berulang ulang kali, sudah 2 gelas kopi yang ia tenggak juga sepagian ini,


Indri mengeryit kan dahinya sedari tadi dirinya memperhatikan Indra yang tengah banyak sekali pikiran itu, padahal setau nya pekerjaan yang tengah di tangani tidak sampai membuat pusing,


Indri memberanikan diri mendekati Indra, siapa tau ada yang dapat dirinya bantu, apalagi kini Indri sedang tidak mengerjakan apapun, Pekerjaan sudah dibereskan untuk minggu ini semuanya kemarin, jadi Indri bisa berleha leha . Kecuali jika ada Meeting dari petinggi dadakan,


" Ada yang bisa saya bantu pak? ". Tanya Indri, mengagetkan Indra dari pikiran kacaunya,


" Ah? Hm, Gada kok, " Jawab Indra kelabakan, tidak berani menatap Indri,


Indri ber Oh tanpa suara lalu kembali ke kursi kerjanya,


" Kamu bisa ga minta double data ini sama Febri temen kamu? " . Tanya Indra, yang sebenarnya kini sudah tidak sanggup berada dalam satu ruangan bersama Indri, Jantungnya berdegup kencang


Indri senang bukan main, akhirnya kebosanan nya ini akan hilang jika bertemu dengan kedua sahabatnya itu, " Oh sini pak, bisa kok, sini sini biar saya kesana, "


Indra menggeleng kan kepala , " Yaudah, yang lama juga gpp kok " .

__ADS_1


Indri mengambil flashdisk di tangan Indra , menoleh terkejut dengab ucapan Indra yang menyuruh nya bermain main dijam kantor seperti ini , " Serius pak? "


" Iya " . Ucap Indra tanpa menoleh


" Oke pak, nanti telepon aja ya kalo ada apa apa " . Ucap Indri berlalu pergi,


Kepergian Indri membuat Indra mengerang keras, untung saja ruangannya ini kedap suara, " Ahhhhhhhhhhh........ Shi* , Yang benar saja Bunda ini, buat kepala gue dipenuhi dengan ucapan ucapan yang bikin gue berharap sepenuhnya, " teriak Indra mengacak rambutnya prustasi


Indra tau jelas Indri bersifat seperti apa, bagaimana jika dia tau akan ada perjodohan diantara mereka berdua, bukan kah sama saja Indra menyerahkan dirinya secara suka rela untuk di baku hantam,


Indra memijit mijit kepalanya, Panggilan masuk di Hpnya membuat Indra bergidik ngeri, baru kali ini panggilan dari Bunda Lela menjadi menyeramkan


Baru saja tahap hubungan mereka tidak canggung, kini perjodohan gila yang Bunda ucapkan membuat Indra lagi lagi mengalami frustasi dikepalanya ,


Toktok.........


Ketukan di Pintu membuat Indra bangkit dari kursinya , dan ternyata tamu itu adalah Andri sahabat sekaligus kakak kandung Indri,


" Hay Bro. How are you? " Sapa Andri

__ADS_1


" not okay, " Jawab Indra lemah,


Andri terkekeh melihat wajah Sahabatnya itu, Indra mengajak Andri untuk duduk di Sofa,


" Ada apa? tumben lo kesini? " . Tanya Indra


" Lo udah tau kan tentang perjodohan lo sama adek gue? ".


Indra mengangguk lemah, " Iya, Bunda udah bilang semalem, sumpah pala gue pusing banget , "


Andri mengeluarkan sebatang rokok di kantungnya, " Kenapa? adek gue cantik kok, cantik banget malah, kenapa kayanya lo ga ridho banget kalo calon lo itu adek gue, "


Indra menyerobot rokok Andri sebelum menjawab, mendahului Andri untuk membakar rokok yang sudah ada ditangan , " Bukan masalah itu men! lo tau sendiri adek lo kaya mana sifatnya, kalo dia tau mau dijodohin dan calon nya itu gue, bukannya gue sama aja masuk kandang singa ". Ucap Indra mengusap wajahnya kasar


Andri tertawa, " Yah enggak gitu juga, lagian niat gue kesini mau bilang masalah perjodohan itu sama Indri, eh anaknya engga ada , "


" Plis tolong jangan kasih taunya disini, gue belom siap ya An, kalo kantor gue nantinya ancur sama sifat bar bar adek lo " .


.

__ADS_1


.


__ADS_2