Suamiku

Suamiku
Part 82


__ADS_3

Indra menarik tangan Indri agar menjauh dari sana. Karena kejadian barusan menimbulkan sedikit keramaian.


" Kamu gapapa kan ? " . Tanya Indra memastikan .


" Gapapa . Makasih ya " . Jawab Indri


" Mau langsung pulang ke hotel aja , atau masih kekantor? " .


" kekantor aja dulu, lagian ini mah kan gapenting . Dan tolong pak jangan sangkutin masalah pribadi dengan urusan pekerjaan . " . Ucap Indri pergi meninggalkan Indra


Indra dibuat terpaku dengan ucapan Indri , " Wanita macam apa dia ini " . Gumam Indra menggeleng kan kepala . Mengikuti Indri dari belakang , memasuki kedua tangannya kedalam saku celana .


Sampai di kantor mereka berdua segera menuju ruangan Sigit .


" Ah kemarilah, Aku sedang Video Call bersama Andri . " Ucap Sigit


Indri berjalan gontai . mengikuti Indra dari belakang .


" Bagaimana rapat saham tadi? Apakah berjalan baik? . Apakah separuh dari mereka berniat untuk menaruh sahamnya di sana? " . Tanya Andri memastikan


Sigit dengan cepat membelokan Laptop . " Lo tau An. Adik lo ini sangat pintar menarik hati orang orang , Perkiraan kita 50% tamu pemegang saham bakalan ikut andil . Tapi berkat kepintaran adek lo semuanya malah ikut andil . Gila ga nyangka adeklo berguna banget dengan keadaan kaya gini . " Puji Sigit bangga


" Yah... Lo liat gue dong, gue nya aja pinter . Jelas adek gue ngikutin gue . " Bangga Andri

__ADS_1


Indra melengos , memutar laptop dan mengarahkan wajahnya disana . " Lo sama adek lo itu beda jauh . Dan gue rasa lo sendiri gatau kemampuan adek lo . " Ucap Indra


Andri diseberang sana tertawa heran . " Apa emangnya kehebatan adek gue, sampe lo menyudut kan gue " .


" Adek lo IQ nya 190 , dan menguasai 6000 bahasa . Setau gue IQ lu sendiri aja cuma 170 . " Sindir Indra


Andri mengerjap bingung , berpisah lama dengan sang adik . baru kali ini ia tau kalau adiknya sendiri bahkan lebih pintar dari dirinya.


Sejak kecil mereka berpisah, dan hanya bertemu ketika andri datang ke Inggris , dan itupun hanya 1 tahun 4-5 kali saja .


Dididik dengan baik oleh Kedua Grandpa dan Grandma nya tentu saja Andri tau kalau Adiknya akan sangat cerdas , secara didikan disana terbilang keras dan cepat .


Namun yang tidak pernah diketahui Andri adalah Adiknya ini mempunyai IQ diatas dirinya .


" Wajar dong gue gak tau, secara gue ga besar bareng sama dia . Udah awas minggir lo, gue mau liat adek gue " . Ucap Andri


Indra melengos berjalan ke arah sofa yang berada diruang an Sigit .


Indri menghampiri Laptop dan membawanya untuk duduk di Sofa tunggal . " Hm. Kenapa bang? "


" Makasih ya dek , udah bantuin usaha abang disana . Berkat kamu disana berjalan dengan baik . Nanti untuk 2 hari kedepan tolong kamu bantuin sebisa mungkin untuk menarik perhatian Kaisar/Pejabat Jepang disana. dan Pejabat penting yang berada di Jepang, Kamu disana tolong sebagai perwakilan keluarga Dawnson ya dek, bukan sebagai anak magang di perusahaan Dinata, biar mereka lebih percaya " .


Indri mengangguk , sebenarnya hal seperti ini yang Indri malas bertemu dengan orang orang penting . Indri malas jika identitas nya sebagai keturunan Dawnson akan lebih diketahui dikalangan umum.

__ADS_1


yang Indri takuti alasan lainnya adalah ia sebagai satu satunya keturunan Aliester dan ketua geng mafia terbesar didunia akan lebih cepat terekspos . Dan paman nya sebagai musuh utamanya akan lebih mudah untuk mendeteksi apa saja yang akan Indri lakukan . Namun mau bagaimana lagi seperti nya tuhan telah mengatur ini semua .


Indri menghela nafas nya kasar ketika sudah tidak mengobrol dengan Andri . memijit kepalanya yang sedikit pening .


" Kamu pusing? " . Tanya Indra


" Sedikit . "


Sigit yang mendengar keluhan Indri yang sedikit pusing itu dengan segera bangkit . " Istirahat dulu aja In, kebetulan di ruangan sana ada tempat tidur , Ruangan itu sengaja di buat khusus permintaan Andri jika dirinya berkunjung kesini . Kamu tidur dulu aja disana , biar sisanya aku sama Indra yang urus. " Ucap Sigit


Indri menurut lalu sesegera berdiri .


" Aku papah mau? " . Tanya Indra


" Saya pusing doang pak, bukannya lumpuh " .


Indra kikuk dibuatnya sedangkan Sigit sudah menahan tawa sekuat mungkin agar tidak lepas kendali . baru ini Sigit melihat sahabatnya yang super duper dingin diskak matt oleh wanita .


Indra yang menyadari Sigit hendak tertawa dengan segera menatap tajam ke arah Sigit.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2