Suamiku

Suamiku
Part 64


__ADS_3

" Nona Indri, ada seseorang yang mencarimu . Dia bilang , dia adalah ibumu " . Ucap Asisten yang Indri pekerjaan


" Asik . mama dateng, pasti bawa makanan . tau aja anaknya laper " . Ucap Dipta seraya bangkit


" Nyokap gue, bukan nyokaplo " . Ucap Indri ikut bangkit . Menyuruh Dipta Febri untuk masuk terlebih dahulu . " Kalian semua , makan lah . pakai apapun yang sudah ku taro di kediaman ini, jangan sungkan . jika ada apa apa berkabarlah , aku masuk dulu . Dan ohiya Erna, mungkin besok ketika aku sudah kembali magang, aku akan menyuruh orang orang terbaik , untuk melatih kamu dan yang lainnya cara cara menembak serta bertarung . apakah kamu siap? ".


" Saya siap kapanpun nona, bagi saya dan yang lain sebuah keberuntungan untuk bisa berada dikediaman ini " . Ucap Erna


Indri menangguk , lalu pergi


" Ku peringatkan , Siapapun yang hendak menjadi pengkhianat akan merasakan akibatnya. Kita disini berjuang untuk menunjukkan rasa hormat dan terimakasih kepada nona Indri . Dan Hm, asal kalian tau, Mungkin nona Indri terlihat sangat manis. tapi ketika ia marah, bahkan kalian akan sangat memilih untuk mengakhiri hidup secara cepat, Nona Indri Akan menyiksa siapapun yang mengkhianati dirinya dengan cara yang sangat menyakitkan " . peringatan Tian


Mereka semua mengerti, bahkan mereka sendiri takut dan terkejut ketika , Indri bisa berkomunikasi dengan bewan buas . Bagaimana jika mereka berkhianat , mungkin saja mereka akan menjadi santapan hewan buas peliharaan nya . " Tenang saja, kami disini akan bersumpah untuk tidak mengkhianati nona Indri " . Ucap mereka


🌷🌷🌷🌷


" Dari mana kamu? , " Tanya mama


" Dari depan, abis ngobrol sama tetangga " .


" Oh, semenarik itukah tetangga kamu, sampai mama datang saja . kamu masih rela berbicara dengan mereka , ketimbang menghampiri mama " . Ucap mama Drama


" Kumenangis.... membayangkan , betapa kejamnya dirimu atas diriku . Kau pilih tetangga dari pada mamamu ini " ... Nyanyi Dipta ( Jangan ikutan nyanyi ya Pemirsa )


" Iyalah, lebih milih ngobrol sama tetangga , orang tetangga nya ganteng ganteng banget ma, bule bule gitu . Mantep lah pokoknya. kalo mama Niat mau cari papah baru juga tinggal pilih aja sama tetangga baru kita. " Ucap Febri

__ADS_1


" Ohiya? . Apakah papa kalian lewat tampannya dengan tetangga baru kalian? " Tanya mama


" Iya ma, ganteng ganteng banget, apalagi tuhya. Hm bulu bulu halus diwajahnya . Bikin hati wer wer an " . Ucap Dipta


" Kalo gitu kenalin dong sama mama . Kayak nya mama emang perlu cari papa baru " .


" Ehem..." Deheman Andri membuat semuanya mengalihkan perhatian,


Dipta dengan segera berlari ke arah Andri, yang sedang menuruni tangga . " Oh sayang, apakah dirimu baik baik saja? "


" Cuma batuk doang kok noy, abang gapapa . "


Mama memutar bola matanya malas . " Hey, disini ada mama . berani banget kamu godain anak tampannya mama . "


" Kan Kinoy, udah minta ijin kemaren. mama juga restuin kok "


" Nahitu, kediaman mama mengartikan kerestuann . "


Indri Febri dan Mama memutar bola matanya jengah dengan ketidak maluan Dipta,


" Siapa tetangga baru kamu dek? . Perasaan ini komplek kemaren gada penghuni, kok cepet banget udah dihuni . "


" Namanya Reno, Tian , Farel dan banyak lagi ". Ucap Febri memberitahu , dirinya tidak ingat dengan nama nama mereka . sakin banyaknya tetangga


Mama tercengang . " What? " mama menatap sinis kearah Indri .

__ADS_1


Indri dengan segera melayangkan kedipan agar mamanya itu cukup diam saja , dan nanti akan dirinya ceritakan.


" Mama bawa apa, Abang lapar . "


" Mama ga bawa apa apa, mama buru buru kesini . Rindu dengan anak anak mama "


Dipta mencibirkan bibirnya . " Yah, gagal dong makan gratis "


" Kaya orang susah lo, " Ucap Febri


" Yaudah yuk , Kita makan di depan aja. lagian kan kamu mau makan apapun disana ada , " Ajak Andri, menggandeng lengan Mama ,


" Ih atulah abang, kok akunya ditinggalin . "


" Lo punya kaki, gausah manja! " . Ucap Indri seraya ikut meninggalkan Dipta


" Lo mau digendong noy? " Tanya Febri


Dipta menangguk . " Gendooong " Ucapnya manja


" Yauda, lo lumpuh dulu biar gue gendong " . Ucap Febri


" Jahatnya ... Kumenangis,, membayangkan betapa kejam nya dirimu atas diriku ".


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2