
Kantor
Indri beberapa kali masih bolak balik didepan ruangan Indra, dia masih cemas dengan keadaan kedepannya.
Ketika Indri hendak membuka kenop pintu , ternyata Indra juga ingin membuka . " Kamu ngapain didepan, saya sudah tunggu dari tadi " . Ucap Indra
Indri mengangkat alisnya . " Bapak, ngapain nunggu saya? . "
" Loh, kamu lupa dengan apa yang terjadi tadi ? . "
Indri diam saja tidak menjawab, " Tolong kamu buatin saya Kopi Hitam , Kopi susu, sama Lemon tea ". Pinta Indra
belum sempat menolak, Indra sudah menutup kembali pintunya . Indri menggerutu sepanjang jalan . " Perasaan gue , semenjak pulang dari Bali tuh manusia malah makin nyebelin si, Kemaren di Bali sifatnya baik baik aja .nyampe Jakarta malah begitu " .
" Ngomelin apa Ndri? " . Tanya seseorang yang mengagetkan Indri
" Astaghfirullah Rendra, Aku kaget " .
" Abisnyaa dari tadi aku perhatiin kamu ngomel aja sendiri, kamu lagi kesel sama siapa emang? Hm. "
" Sama abang kamu tuh yang ngeselin, tingkat menyebalkan nya dua kali lipat " .
Bukannya kesal karena Sang Abang di jelek jelek an oleh orang lain, Justru Rendra tertawa . Wajah kesal Indri sungguu menggemaskan apalagi dengan mulut yang tidak berhenti berbicara , biasanya Indri orang yang irit bicara .
" Ih kamu kok ketawa si, "
__ADS_1
" Iya, maaf maaf . Abisnya kamu gemesin banget kalo lagi marah gitu ".
" Lucu? "
" Hahaa... Maaf Ndri ga lagi, "
" Kamu kok ga marah sih, aku jelekin Abang kamu ? "
" Kenapa musti marah, toh memang itu fakta . Aku gabisa dong membungkam mulut orang yang ngomong Fakta, biarlah orang mau berbicara apa . Lagian selagi kita baik, orangpun akan membicarakan kebaikan kita " .
Indri tersenyum Rendra jauh berbeda dengan sifat Indra . Rendra lebih manis dan Hangat , " Ehem. kamu ngomong ngomong mau apa kesini? " . Tanya Indri, mengalihkan omongan. malas jika masih bahas Indra manusia menyebalkan .
" Aku haus dan ngantuk, Mau bikin Ice Coffee ".
" Ih kok hari pertama kerja lagi loyo gitu, emangnya kamu ngapain sampe bisa ngantuk begitu? . "
Indri takjub dengan semangat Rendra, Indri sudah tau alasan Rendra ingin mempercepat kuliahnya .
" Yauda sini, Biar aku aja yang bikin Ice Coffee nya " .
" Bunda sama Ayah apa kabar Ren? ". Basa basi Indri
" Alhamdulillah mereka baik kok Ndri, Ada salam dari Ayah sama Bunda untuk kamu . "
" Makasih ya, Salam balik untuk mereka " .
__ADS_1
Rendra menanggapinya dengan tersenyum lalu Indri menyodorkan Segelas Ice Coffee yang Rendra inginkan . " Makasih ya Ice Coffeenya , " Ucap Rendra
Lalu mata Rendra tertuju dengan nampan yang berisikan 4 gelas . " Banyak banget kamu bikin minum, emang ada siapa di ruangan Bang Indra? . Tanya Rendra sambil mengikuti langkah Kaki Indri.
Indri menggeleng . " Aku juga engga tau, belum sempat masuk udah disuruh bikin minuman . Ya udah aku bikin aja sekalian buat aku dari pada bolak balik " .
" Aku bawain aja ya, takutnya kamu kepleset jatuh semua lagi ." Ucap Rendra , Merasa tidak enak jika Indri membawa bawaan sebanyak itu,
" Engga usah Ren biar aku aja . Lagian ini kan cuma dikit , makanya kamu jangan doain gitu dong . Kalo kamu yang bawain ntar Pak Indra malah ngomel ngomel gajelas lagi . Males aku denger nya " .
Rendra tertawa , suara Indri mengapa terdengar sangat seksi ketika sedang marah ala manja seperti itu.
Mereka beriringan, sampai pintu ruangan kerja Rendra yang terletak lebih dekat memisahkan keduanya .
" Hati-hati ya " . Ucap Rendra, sambil terus memperhatikan Indri sampai Indri menghilang di balik pintu ruangan Kerja sang Abang.
Ceklek,
Indri masuk kedalam ruangan , tatapannnya masih menunduk, tidak menyadari dengan keberadaan tamunya.
" Apa kabar nak? " . Tanya seseorang , Indri mencari letak suara dan terkejut ketika tamu yang berada di dalam sana adalah.......
.
.
__ADS_1
.
.