
" Noyy " . Panggil Indri
Kinoy sedang berbaring menghadap kesamping , " Oh tidur, berarti gajadi dong " . Ujar Indri , Indri tau Dipta hanyalah berpura pura tidur .
Dipta masih tidak bergeming, dan ketukan dipintu membuat Indri bangkit,
" Gimana, mau engga si kinoy ikut abang? " . Tanya Andri,
" Tidur bang, belom rezeki dia berarti diajak bang Andri kencan " . Jawab Indri sengaja kencang agar Dipta dengar
Dan benar saja, Dipta segera meloncat dari tempat tidur dengan memasang wajah sok sokan mengantuk . " Abang, mau ajak aku kemana? " . Tanya Dipta
Andri terkekeh melihat Dipta loncat seperti itu menghampiri nya . " Rahasia, mau ikut engga? " . Goda Andri,
" Gausah lah bang, kasian Kinoy juga lagi tidur abang gangguin " . Jawab Indri
Dengan cepat Dipta menatap tajam Indri, " Dia nanya sama gue , bukan sama lo . Kenapa si lo harus menjawab pertanyaan yang sama sekali ga tertuju sama lo . Gak bisa emang lo bikin gue bahagia meskipun cuma dikit " . Delik Dipta
" Tadi kan gue tanya lo tidur apa kaga, eh gada jawaban , bukan salah gue dong " . Cuek Indri,
" Berisik lo ah , " Kesal Dipta
Andri tertawa dengan perdebatan mereka . " Jadi mau ikut engga? " . Ulang Andri
Dengan semangat Dipta menangguk, " Aku ikut kemana pun engkau melangkah kan kaki bang, Asal kita berada dijalan yang benar " . Jawab Dipta
" Semoga diiterima disisinya " . Serobot Indri menjawab gombalan Dipta,
Dengan kesal Dipta menoyor Indri, " Pergi lo, adik ipar berkedor pelakor . "
" Dih sialan banget lo, "
__ADS_1
" Udah dong jangan ribut, kalo kelamaan nanti keburu malem . Udah sana siap siap " . Bujuk Andri, karena jika tidaak dipisahkan keduanya akan berdebat panjang.
Dipta bersenandung ria masuk ke kamar mandi setelah mengatakan siap ke Andri .
Febri datang dari bawah bingung karena Dipta tidak ada dikamar , " Gendut mana be? "
" Noh dikamar mandi, mau diajak pergi sama bang Andri " . Jawab Indri seadanya , membuka laptop lalu mengajak Febri untuk menonton Drama China
" Dih sialan banget emang tuh cewek, sok kecantikan banget " . Seru Febri terkejut melihat Drama yang mereka tonton.
" Ih kesel banget gue, kalo gue jadi tuh cewek udah gue remes tuh laki ga konsisten banget sama pendiriannya " . Ucap Indri, kini keduanya saling mengomel menonton drama tersebut , hingga Dipta yang baru keluar dibuat heran
" Apaansilo berdua , berisik banget " .
Indri dan Febri acuh tak menjawab pertanyaan Dipta,
Dipta berisik sendiri mencari baju yang akan ia kenakan nanti kencan bersama Andri, semua bajunya sudah bertumpuk diatas kasur .
" Gue bingung banget milih baju yang mana ya " . Jawab Dipta menggaruk kepalanya,
" Gausa pake baju aja, pasti bang Andri lebih demen . Yakin gue. ". Kata Febri
Indri yang mendengar ucapan ngawur sahabatnya itu dengan segera menggetok kepala Febri dengan Hp, sampai sang empunya mengaduh
" Sakit beg* " .
" Sembarangan lo kalo ngomong, pake baju yang tertutup lo noy, awas aja lo goda abang gue . Kelar hidup lo " . Ancam Indri
" Terus gue harus pake apaan? Gamis? " . Gemas Dipta
" Pake sarung aja, ntar muka lo gue tutupin. Biar kaya kura kura ninja " . Jawab Indri sebal
__ADS_1
Dipta memutar bola matanya malas, memang nya kenapa jika Andri tergoda olehnya, bukan kah itu sebuah keberuntungan.
Dipta mengambil Baju Sabrina yang memperlihatkan Bahu , serta Celana Jeans panjang .
Dipta berputar putar didepan cermin menilai penampilannya, " Hm cantik juga gue, yakali Bang Andri gaakan terpesona " . Gumam Dipta yang masih dapat didengar oleh kedua sahabatnya
" Jangan ngimpi ketinggian, Selera abang gue bukan lo " . Ucap Indri
Dipta memutar bola matanya malas , mengambil tas serta Hpnya lalu menekan knop pintu . " Selagi belum ada jalur kuning melengkung, menikung dengan sepertiga malam, diperbolehkan " . Ucap Dipta hendak keluar
" Iya , asal nanti kalo lo pas lagi ditikungan , terus ada yang nabrak lo sampe mati . Harus lo tau itu gue orangnya ". Jawab Indri, yang membuat Febri tertawa
Dipta keluar dengan perasaan sebal, sahabat macam apa mereka itu, melihat temannya ingin bahagia saja di komentari ,
Dipta menunggu Andri di ruang keluarga, Andri segera menghampiri Dipta dengan pakaian Kasual,
" Oh tuhan, ganteng banget, " Jerit Dipta dalam hati .
" Kamu kenapa? Sampe ngeces gitu? " . Tegur andri
Dipta segera buyar dari lamunanya, dan mengelap bibirnya yang tidak berair . " mana engga ada " . Ucap Dipta
Andri tertawa kencang,
" Abanggggg...... "
.
.
.
__ADS_1