
Febri Dipta sudah pulang ke tempat nya masing masing , Menyisahkan Indri yang sedari tadi sibuk menelpon Reno untuk segera merekrut orang orang terpercaya untuk menghuni perumahan tempat yang akan mereka huni .
Andri yang sedang duduk di pinggir kolam hanya menggelangkan kepala ketika Indri terus saja berbicara sambil bolak balik
" Duduk dek, nanti kamu kecebur " . tegur Andri , Indri hanya mengangguk lalu , ikut duduk di sebelah Andri,
" Gimana Rumah 1&2 bang? udah kelar belum di renovasi dijadiin Club yang gede, mau aku buat Club itu terkenal dan Khusus untuk tempat kunjung orang orang kaya dan pengusaha . Kan lumayan kalo kita dekat secara alami dengan orang orang seperti itu " .
" Udah dek , paling besok udah siap tinggal pembukaan . nanti abang bantuin promosiin . tapi ngomong ngomong kamu udah dapet orang buat ikut anggota? "
" Sekarang nyari orang orang yang dipercaya susah bang, kan aku juga masukinnya ga sembarangan , mereka harus ikut seleksi selama 3 bulan, dan asal usul juga harus jelas . aku gamau kalo anggota aku nanti ecek ecek, gimana orang orang pada takut nanti . Aku juga udah pesen Senjata senjata buat ditaruh di sini , lagian ya aku tuh mau bikin Club besar buat kalo kita bisa adain acara lelang gampang bang, "
" Udah kamu gausa mikirin kesana , sekarang kamu fokus dulu sama yang ada , jangan sampai teman teman kamu curiga atau mereka ikut terlibat . "
" Iya , tenang aja bang " .
" Abang laper dek, "
" Ohiya, aku pesen makanan duluya , sekalian sebentar lagi juga Jenong sama Kinoy Dateng . "
" Kenapa kita gapulang kerumah aja, pamit juga sama mama kalo kamu akan tinggal disini . kasian mama dek, "..
Indri diam, benar juga terakhir Indri bertemu mama nya ketika berada dikantor polisi, sampai sekarang bahkan Indri Tidak pernah menghubungi mamanya
__ADS_1
" Kamu bilang aja sama temen kamu untuk kerumah dan makan disana , biar nanti kalo Reno DKK pada nempatin rumah disini mereka ga curiga ".
Indri setuju lalu segera beranjak , mengambil tas untuk dirinya bawa .
Tidak butuh waktu lama , Indri sudah tiba di Rumah besar milik keluarga Dawnson . Disusul oleh mobil Dipta dan Febri
" Assalamualaikum, " Ucap Indri
Mama yang tengah menonton Drama Kumenagis itu segera menoleh, dan bangkit dari duduk nya menyambut kedatangan kedua buah hatinya,
" Kamu kapan sampai Indonesia bang? . Kamu juga abis dari mana gapulang pulang ,emang udah lupa jalan pulang. Hm? " Tanya Mama ke Andri dan Indri
Mamanya ini memang seperti itu, masalah yang sudah tidak pernah ia ungkit kembali.
" Kalian ga ajak mama , Jahatnya "..
Dipta dan Febri yang baru masuk sampai begedik geli dengan kelakuan mama .
" Mama udah kaya pemain sinetron aja, alay " Ucap Dipta
" Heh kamu, masuk rumah orang bukannya ucapin salam . malah ngeledek "
Dipta terkekeh geli, lalu mencium punggung mama diikuti Febri
__ADS_1
" Masak apa ma? Kinoy laper masa ".
Mama membuang mukanya malas . " Gasempet masak mama noy, mama sibuk nonton sinetron seru banget abisnya . nanti masak mama suruh Bi Dede aja ya "
" Emang ya emak emak tuh gajauh jauh nontonnya Begituan, dari pagi sampe siang Kumenangis giliran malem nonton nya akang gendang, kalo saya bilang mundur mundur ya " Ucap kinoy mempraktekkan gaya maju mundur
Mama terkekeh geli melihat reaksi Kinoy yang berjoget maju mundur . membuat Andri yang melihat saja sampai geleng kepala .
" Aduh, maaf ma sayang aku khilaf " . Ucap kinoy kepada Andri .
Mama menengok. " Sayang?
" Ah iya, maaf ma kali ini kinoy mau memperkenalkan diri lagi supaya mama bisa lebih kenal . " Ucap Dipta membuat semua orang disana menatap heran
Dipta menarik nafasnya dalam seolah tidak akan kebagian udara , "Perkenalkan mama Royani, Saya Kinanti Pradipta calon menantu dan Istri dari Bang Andri . "
Mama tercenggang begitu juga dengan yang lainnya dengan ucapan tidak tahu malu Dipta . " Eh? "
.
.
.
__ADS_1