Suamiku

Suamiku
Part 85


__ADS_3

Indonesia~


Febri melempar handphone nya kasar ke atas kasur , lalu menenggelamkan wajahnya di bawah bantal .


Dipta yang baru masuk ke dalam kamar tidak tahu kejadian barusan . dirinya sangat lapar makanya pergi kedapur , mencari makanan, bahkan saat ini dia hanya fokus pada makanan dan Film drama yang lagi ia tonton .


" Brengse*** " . Umpat Febri melempar hapenya kembali ke arah tembok.


Dipta terlonjak bahkan biskuit yang sedang ia makan sampai terlempar beserta toples nya .


" Astaghfirullah. Kenapa si nong " . Ucap Dipta memegangi dadanya yang berdetak cepat karena terkejut.


" Diemlo " .


Dipta dengan cepat menangkupkan bibirnya . Persis seperti anak kecil yang habis dimarahi orang tuanya, dengan wajah polos dan mulut yang tertutup Dipta mengerjap kan matanya . menatap biskuit yang berceceran dilantai .


Dipungut nya satu persatu . Dipta bersenandung . " Tiada ku sangka kau berubah, ku tak percaya kau membagi cinta taukah engkau batapa sakitnya kau membagi cinta karena dia ......"


Febri yang mendengar nyanyian Dipta otomatis menangis kencang , Dipta yang mendengar meringis . " Yatuhan, emang suara gue sejelek itu apa be , sampe lu nangis kejer gue nyanyiin . "


" Bisa diem ga lo . Hati gue sakit banget noy " . Ucap febri sambil menangis


" Gue kan nanyi doang nong, kaga ngapa ngapain lo . terus apa masalah nya nyanyian gue sama hati lo . "


Bukannya menjawab Febri malah semakin kencang menangis . Dipta yang mendengar tangisan itu kalang kabut sendiri . Dirinya menyadari suaranya tidak lah bagus, tapi tidak sampai membuat sahabat nya ini menangis seperti itu juga.


" Maap nong, gue sadar diri suara gue emang ga bagus . tapi ga gitu juga kali lo sampe nangis kejer gitu responnya , gue jadi bingung . Separah itu apa suara gue . "


Febri masih menangis bahkan sampai cegukan . Dipta jadi bingung , hendak seperti apa . Akhirnya dia dengan pelan memunguti kembali biskuit yang berserakan .


Ketika sudah selesai . Handphone miliknya berbunyi , dengan segera Dipta mengambil , dan yang menelpon adalah Indri


" Halo... Be? " . Ucap Indri dari seberang


" Kenapa be? "


" Jenong ada? "

__ADS_1


" Ada lagi nangis gara gara gue nyanyiin . "


Indri yang mendengar mengeryit . " Kok bisa nangis gara gara lo nyanyi ? "


" Gue juga bingung, emang nya suara gue sejelek itu ya sampe dia nangis kejer . " Ucap Dipta seraya menggaruk kepalanya yang sedikit gatal .


Indri tertawa kencang di seberang sana . " VC aja , biar jelas . gue mau liat " . Ucap Indri . dengan segera panggilan beralih ke mode Video Call .


" Mana anaknya? " . Tanya Indri


Dipta dengan langkah takut menghampiri Febri yang sedang menutupi wajahnya menggunakan bantal .


" Be... Indri nih nelpon " .


Febri dengan malas mengusap wajahnya , menyemprot Ing*snya menggunakan tissue yang berada di meja samping tempat tidur .


" Kenapa , gue lagi badmood " . Jawab Febri dengan suara bindeng khas orang abis nangis


" Maap sayang, Sigitnya lagi selingkuh sama aku . " Ucap Indri yang sudah tidak tahan untuk tidak tertawa


" Maksud lo apa? " . Tanya Febri dengan intonasi tinggi


" Eh Anj** itu hape gue siala* " . Ucap Dipta


" Dengerin penjelasan aku dulu yang " . Ucap Sigit


" Apalagi yang mau lo jelasin hah? " . Ucap Febri dengan suara marah


Eh tunggu tunggu, Febri segera menyadarkan dirinya. Tadi Indri berbicara dengan ucapan Maaf sayang persis dengan suara wanita yang tadi ia dengar . dan kebetulan pula ada sigit di samping nya .


Febri hampir hampir lupa kalau Indri memang sedang berada di Jepang untuk mengurus perusahaan yang lagi di jalankan oleh Sigit .


Dengan memasang muka tebal , Febri berdehem. . Sungguh dirinya malu sekali sudah menangisi hal yang tidak tidak . Apalagi sudah dipastikan sahabat gilanya itu lah biang keladinya .


Jika bisa Febri ingin menggali lubang, dan menenggelamkan seluruh badannya didalam sana . Malu bukan main


" Aku engga selingkuhin kamu yang , tadi itu suara Indri . sumpah yang aku ga bohong . Aku disini ga macem macem , apalagi selingkuh dari kamu " . Ucap Sigit menjelaskan

__ADS_1


Febri meringis , malu , mau bilang apa dia jika begini . berbohong tidak mungkin karena bekas menangis sangat terlihat jelas .


Febri menoleh ke arah Dipta yang dengan setia duduk di hadapan nya . Jika diingat ingat Febri ingin tertawa karena sudah membentak sahabat nya satu itu .


Febri berusaha sekuat mungkin untuk tidak tertawa ketika melihat wajah melas Dipta .


" Yang... Kok kamu diem si, engga jawab aku " . Ucap Sigit lagi


" Iya, "


" Kok iya doang si yang , kamu percaya kan sama aku " .


" Iya, udahh mana si Indri gue mau ngomong " .


" Dih, kok gue si yang . Kamu masih beneran marah ya sama aku . Sumpah yang itu si Indri yang niat jailin kamu . Bukan aku "


" Iyaudah , aku gak marah sama kamu . Dan sekarang kamu kasih hapenya ke Indri " .


Sigit lega akhirnya kekasihnya sudah tidak salah paham, Indri dan Indra masing masing menutup mulutnya untuk tidak tertawa karena melihat ekspresi Sigit .


Sigit dengan segera memberikan Handphone ke Indri .


" Maaf ya sayang, jadinya ketauan deh aku nya lagi selingkuh sama Sigit " . Ucap Indri , sambil menggigit bibirnya untuk tidak tertawa


" Puas lo . Buat gue berantem sama sigit hah? . Sahabat macem apa lo yang ngelakuin hal begitu . Ga habis pikir gue sama lo " . Ucap Febri bersungut-sungut


Indri mencibir kan bibirnya . " Lo temenan sama gue udah paling lama . Yakali lo ga hapal sama suara gue, ya salah elo sendiri lah . Engga menaruh kepercayaan sama pacar lo , dan lagi lo ga nunggu Sigit menjelaskan udah langsung mengambil keputusan " . Ucap Indri


Benar juga perkataan Indri , tapi Febri masih tidak mau disalahkan, toh dia juga korban disini . Korban Prank sahabat nya sendiri .


Mereka berdua berdebat dengan hal hal lucu yang dimana Febri enggan disalahkan , sedangkan diposisi lain Dipta yang tidak tahu apa apa hanya dibuat bengong , menatap dan menggaruk garuk rambut .


Efek pulang kerja tidak langsung mandi, rambutnya langsung gatal .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2